A REAL DREAM

A REAL DREAM
Ke jepang



Ha jin sudah kembali kerumah orang tua Hwan hee, karena Jiyoung tidak perlu diantar saat selesai berbelanja. Ha jin mengetuk pintu rumah calon mertua nya hingga beberapa saat Hyeri yang membuka pintu.


"Eomma dan appa kemana? Sepi sekali rumah ini, apa sudah tidur?"


"Eonni tidak tahu?" Tanya Hyeri karena ia kira Ha jin tahu.


"Tahu apa? Eonni baru selesai bermain dan belanja dengan teman, jadi tidak tahu."


"Coba lihat ponsel eonni, mungkin beberapa orang menghubungi eonni tadi." Ucap Hyeri yang melihat Ha jin langsung menaruh barangnya dan mengambil ponsel di dalam tas nya.


Ha jin melihat ponselnya banyak panggilan telepon masuk dari calon mertua dan juga kakak nya, ternyata mertua nya berangkat ke Jepang.


"Ada apa, kenapa seperti mendadak ke jepang? Tidak terjadi apa-apa dengan oppa mu 'kan?" Tanya Ha jin pada Hyeri.


"Hyeri kurang tahu eonni, mereka hanya berpesan untuk aku tetap disini dan memberi tahu eonni bahwa mereka ke jepang." Padahal Hyeri sudah tahu, namun ia tidak memberi tahu Ha jin tentang kakaknya.


"Kamu tidak sedang berbohong 'kan?" Hyeri hanya menggelengkan kepalanya.


Ha jin tidak puas dengan jawaban Hyeri, ia menghubungi Hwan hee dan juga teman-teman nya yang ternyata tidak di angkat. Semakin berpikir yang tidak-tidak, Ha jin ingin menangis takut terjadi apa-apa dengan Hwan hee. Namun ada mobil yang masuk ke pekarangan rumah itu, Ha jin dan Hyeri saling pandang dan keluar untuk melihat siapa yang datang.


Belum sampai mengetuk pintu, Ha jin sudah membukakan pintu nya.


"Oppa," ucap Ha jin karena yang datang adalah kakaknya.


"Apa kamu tidak apa kalau tinggal sendiri?" Tanya Ha joon pada Hyeri.


"Aku sudah biasa juga tinggal sendiri."


"Hati-hati di rumah ya, aku dan Ha jin akan segera ke jepang nyusul eomma dan appa kamu."


"Ah apa- eh iya." Hyeri ingin bertanya tentang keluarganya, namun ada Ha jin


"Kita mau kemana oppa? Kenapa harus ke jepang? Bukannya Hwan hee juga akan segera pulang? Apa jangan-jangan kalian mau buat kejutan ya, soalnya aku dan Hwan hee berniat menikah setelah dia pulang dari jepang." Ha jin sekarang berpikir jika Hwan hee akan memberikan kejutan, makanya oppa nya juga akan ikut menyusul sebagai keluarga Ha jin satu-satunya.


"Kita segera berangkat, karena kalau tidak kita ketinggalan pesawat yang sudah sekretaris oppa pesan." Ha jin mengangguk dan tersenyum, sebelum berangkat ia meminta Hyeri agar jangan keluar selama keluarga nya tidak di rumah, kecuali jika bersekolah. Hyeri hanya mengangguk juga kepikiran apa yang terjadi di jepang dengan keluarganya.


Ha jin dan Ha joon berangkat ke bandara setelah sudah memastikan ada yang akan menjaga Hyeri di rumahnya, bodyguard Ha jin juga menjaganya dari luar, jadi tidak ada lagi kekhawatiran saat Ha jin meninggalkan Hyeri sendiri.


Mereka sampai di Bandar Udara Internasional Incheon - Seoul, mereka memang lebih dekat dengan bandara internasional Gimpo, namun karena di bandara tersebut domestik yang artinya Penerbangan yang Terjadi dalam Suatu Negara. Secara umum, pengertian penerbangan domestik merujuk pada perjalanan udara antara dua tujuan yang berada dalam batas wilayah negara yang sama. Artinya, penerbangan tersebut tidak melibatkan lintasan internasional atau melewati perbatasan negara (google source).


Mereka sedang dalam perjalanan menuju jepang, menempuh perjalanan sekitar 2 jam 26 menit.


2 jam 20 menit Ha joon dan Ha jin di bangunkan, namun Ha jin masih setia dengan tidurnya.


"Ha jin, kita akan segera sampai bangunlah!" Ha joon membangunkan adiknya pelan takut terkejut.


"Apa kita sudah akan sampai?" Tanya Ha jin sambil mengucek matanya.


"Iya, tadi pramugari nya membangunkan kita dan sebentar lagi sampai."


Narita International airport atau bandar udara Narita, Chiba, Tokyo Jepang. Pesawat yang mereka tumpangi sudah landing, mereka hanya menunggu pesawat benar-benar berhenti dan di arahkan untuk keluar.


"Oppa kita harus langsung kemana? Apa langsung ketemu dengan Hwan hee?" Tanya Ha jin tersenyum, tanpa disadari dirinya merindukan Hwan hee yang selalu menempel padanya.


"Tidak, kita langsung ke hotel, sekretaris oppa sudah memesankan untuk kita dua kamar. Besok kita baru bertemu Hwan hee." Ha jin mengangguk mengerti, Ha joon juga terlihat sangat lelah, jadi sebagai adik ia mengerti dengan kelelahan yang oppa nya rasakan.


Mereka sampai hotel, Ha joon menyuruh Ha jin untuk masuk ke kamar nya karena dirinya ada urusan sebentar. Mereka benar-benar berangkat berdua ke jepang, namun semua yang dibutuhkan sudah di urus oleh sekretaris nya Ha joon.


"Ada urusan apa lagi, wajahnya saja terlihat lelah seperti itu." Ha jin hanya menatap kakaknya yang sudah pergi, dirinya masuk untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian yang sudah disiapkan kakaknya dari rumah.


"Kamu oppa nya Ha jin? Dimana dia sekarang, saya takut terjadi apa-apa dengan dia jika mengetahui semuanya." Ucap Min Jia, karena takut terjadi apa-apa dengan calon menantu nya.


"Tidak, saya kesini sendiri dan Ha jin di hotel."


"Syukurlah, saya hanya takut Ha jin kembali drop." Appa Lee juga bersyukur mendengar itu.


"Sekarang masih bisa dihindari dari Ha jin, tapi besok bagaimana? Karena dia akan menemui Hwan hee." Ha joon berpikir besok ketika Ha jin meminta untuk menemui Hwan hee.


"Besok kita pikirkan lagi, yang terpenting saat lelah seperti ini Ha jin sudah istirahat tidak terganggu dengan memikirkan yang tidak-tidak."


Ha joon hanya tersenyum, adiknya memiliki calon mertua yang begitu menyayangi adiknya itu, ia ikut bahagia jika adiknya merasa bahagia dengan keluarga Hwan hee. Sudah lama saat orang tuanya meninggal mereka hidup berdua dan Hwan hee melanjutkan pekerjaan nya di kantor untuk menggantikan posisi appa nya sebagai tulang punggung.


Setelah menemui orang tua Hwan hee, Ha joon kembali ke hotel untuk istirahat. Ha joon akan kembali besok hari bersama Ha jin yang ia akan pikirkan nanti masalah itu, karena kali ini ia merasa sangat lelah bekerja seharian dan begitu kembali harus segera ke jepang menemani adiknya. Tidak harus, namun ia hanya khawatir jika sesuatu terjadi juga terhadap adiknya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...