A REAL DREAM

A REAL DREAM
Main dan shopping



Kang Nara dan Jiyoung mengajak Ha jin untuk bertemu di cafe, karena ia masih syuting akhirnya mereka janjian malam untuk minum kopi bersama. Ha jin artis Korea cantik dan juga terkenal, selalu ada bodyguard yang menjaga nya walaupun Ha jin ingin mereka tidak terlalu dekat karena merasa tidak nyaman.


Ha jin sudah selesai dengan syuting drama yang akan ia bintangi sebagai pemeran utama, sedangkan kedua temannya masih jarang dan sering menjadi second lead.


"Apa kalian sudah lama? Maaf tadi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku lebih dulu." Setelah sampai di meja kedua temannya.


"Tidak masalah, lagipula kita tahu kamu seorang artis terkenal dan sudah pasti sibuk." Ucap kang Nara.


"Iya, kita ngerti dan kita tunggu."


"Terima kasih, kalian memang teman ku yang paling mengerti."


"Bukannya tunangan mu konser di jepang?" Tanya Nara.


"Iya, sudah dua hari dan besok atau lusa dia sudah kembali ke Korea." Ha jin sambil tersenyum karena ia akan segera menikah, namun belum ia beritahu keduanya.


"Sebagai tunangan harusnya kamu mensupport dan melihat nya tampil disana, mungkin itu lebih membuatnya semangat dan merasa di dukung." Ucap Kang Nara tiba-tiba. Jiyoung dan Ha jin saling pandang.


"Maksud kamu?"


"Ya maksud ku harusnya kamu ikut, kalau saja aku yang jadi tunangan Hwan hee sudah pasti aku akan menemani nya."


Nara melihat kedua Jiyoung dan Ha jin yang memandang nya karena ucapan yang menjadi tunangan Hwan hee.


"Ah tidak, maksud ku kalau aku punya tunangan idol sudah pasti aku akan ikut."


"Kenapa kamu seperti ingin menjadi Ha jin memiliki tunangan seperti Hwan hee?" Tanya Jiyoung karena seperti nya Nara sering kali mengatakan ingin punya pasangan seperti Hwan hee.


"Bukan seperti itu Jiyoung, aku hanya berandai kalau aku." Nara tahu salah ucapan nya bisa saja menyinggung perasaan Ha jin.


"Sudahlah kalian ini, lagipula aku selalu mendukung tunangan ku walaupun aku tidak ikut kesana, dia juga ngerti aku dituntut untuk profesional karena sudah tanda tangan kontrak drama." Ha jin menghentikan kedua temannya agar tidak berdebat karena dirinya.


"Aku minta maaf, karena aku hanya mengatakan kalau itu aku. Tapi memang harusnya begitu bukan?" Tanya nya lagi meminta persetujuan dari Ha jin membuat Jiyoung yang mendengar melempar tatapan mata tajam.


"Iya, kamu benar Nara. Kalau kamu nanti sudah punya pasangan yang pergi jauh untuk bekerja, kamu ikut saja walaupun dia tahu kamu juga sedang bekerja disini."


"Sudah pasti aku seperti itu," jawabnya tersenyum juga dibalas senyuman oleh Ha jin, Jiyoung yang sejak tadi ingin sekali meneriaki Nara diam begitu melihat jawaban dari Ha jin. Bisa-bisanya hanya menjawab seperti itu, jika saja dirinya sudah pasti ia amuk.


"Teman-teman, aku ada janji lagi dan ada syuting malam. Jadi aku tinggal kalian berdua disini, minuman yang kuminum barusan tolong dibayarkan ya." Kang Nara cipika-cipiki dengan Ha jin dan Jiyoung lalu pergi tidak ada rasa sekali untuk membayar minuman nya saja.


"Sudahlah, lagipula jika kita perpanjang sampai merobek mulutnya pun tidak akan membuat nya berhenti."


"Aku heran semenjak aku dan Nara ke rumah sakit saat kamu dirawat, Nara langsung berubah dan selalu mengarah ke pasangan seorang idol, seperti nya dia tidak suka dengan kamu dan akan mengambil Hwan hee."


"Ngawur aja kamu, mana mungkin dia seperti itu, Jiyoung. Tadi juga dia minta maaf dan bilang kalau hanya perumpamaan jika itu dia."


"Aneh saja, dari dulu kamu belum move on dari jisung hingga sekarang sudah mencintai Hwan hee, baru sekarang dia bersikap seperti itu tidak tahu malu." Jiyoung masih tidak suka dengan sikap Nara.


"Dari pada kita bahas masalah tidak penting, mending kita cari tempat belanja lalu shopping. Hwan hee juga sedang sibuk di jepang dengan mini konser sekaligus jalan-jalan dengan teman-temannya, kalau dipikir terus nanti kita ikutan stress." Ha jin mengajak Jiyoung untuk shopping dari pada memikirkan tentang Nara yang sudah jelas memang menyukai Hwan hee, tapi itu di tepis dari pikiran buruk Ha jin karena tidak mungkin Nara menyukai tunangan temannya.


"가자(Gaja)" Jiyoung menyetujui rencana Ha jin untuk berbelanja saja, ia juga ingin menghilangkan stress akibat setiap hari syuting.


Mereka berdua membayar dulu makan dan minuman lalu keluar untuk berangkat berbelanja, mengendarai mobil nya Ha jin dan Jiyoung menuju mall.


"Kita mulai belanja apa dulu?" Tanya Jiyoung.


"Gimana kalau kita main dulu, lagian kita aman tidak ada yang marah, tapi tetap harus dengan topi dan masker." Ha jin menyarankan main terlebih dahulu, karena menurut nya mereka berdua sudah tidak ada lagi yang memarahi, Ha joon mungkin mengira syuting atau dirumah Hwan hee bersama orang tuanya, keluarga Hwan hee juga pasti mengira sedang syuting. Sedangkan Hwan hee sendiri sedang konser menurut Ha jin, jadi dia sangat aman juga dengan semua orang.


"Benar, aku sudah lama tidak sebebas ini. Kita memang butuh main santai seperti main basket atau yang lain." Jiyoung terlihat sangat antusias dengan kebebasan nya, karena menurut nya selama ini ia merasa kurang bebas apalagi dengan manager nya yang menurut dengan agensi.


Mereka masuk di tempat permainan yang malah banyak anak-anak kecil, mereka main dengan riang tanpa menghiraukan suara ponsel yang sejak tadi bunyi milik Ha jin. Karena mereka sibuk dengan permainan hingga keduanya juga berkali-kali di telepon tidak bisa mendengar nya, sampai selesai pun mereka dengan permainan langsung pergi ke tempat berbelanja, jadi tidak sempat untuk melihat ponselnya.


Mereka tertawa sambil mencoba beberapa baju yang mereka inginkan.


"Apa kita langsung berangkat tanpa Ha jin? Bagaimana jika dia mencari kita dan marah saat tidak memberi tahu?" Tanya nya.


"Ini sangat penting dan dia akan mengerti setelah semua sudah kembali, bukankah disini juga masih ada oppa nya dan juga temannya, Hyeri juga tidak ikut karena dia sekolah, jadi setelah Ha jin kembali nanti Hyeri akan menjelaskan padanya."


Min Jia akhirnya mengangguk mengerti, ia dan appa Lee berangkat dengan urusan yang penting itu, karena ingin mengabari Ha jin tidak diangkat sama sekali, begitu juga Ha joon yang ikut menghubungi adiknya, namun tidak diangkat.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...