A REAL DREAM

A REAL DREAM
Sangat merindukanmu



Sudah beberapa hari, asisten Ha jin datang ke rumah untuk menjemput dan membawa barang bawaan ke lokasi syuting. Namun Ha jin hanya diam karena biasanya ada notif dari Hwan hee dan kali ini tidak ada satupun karena sebelumnya ia abaikan.


"Ha jin, kalau sudah siap ayo berangkat." Asisten nya menyadarkan Ha jin karena ini sudah waktunya mereka berangkat.


"Baiklah, aku sudah siap." Ha jin mengangguk dan mengambil mantel untuk keluar, mobil juga sudah siap.


Ha jin memikirkan Hwan hee sekaligus syuting yang akan di jalani, karena ia tidak pernah sama sekali berakting di depan kamera.


Di dalam mobil ia hanya melihat ke luar, tidak kenal dengan siapapun di lokasi syuting dan apa yang akan ia lakukan disana pikirnya.


Sesampainya disana Ha jin tersenyum pada semua yang menatap nya, ia tersenyum ramah membuat semua orang saling pandang. Tentu saja karena sebelumnya tidak terlalu begitu, tidak sombong namun juga tidak begitu ramah.


Ha jin diarahkan dulu ke ruangan nya, ia bersiap disana sambil menunggu bagian nya berakting.


"Ini aku harus ngapain? Aku belum pernah sebelumnya." Ha jin menatap kosong ke arah cermin, beberapa kali dirinya di panggil tetap saja tidak menyahut.


Asisten Ha jin memberanikan diri untuk menyadarkan Ha jin, ia memberitahu bahwa kini sudah waktunya bagiannya untuk syuting.


Ha jin seperti belajar dari awal, ia banyak salahnya saat berakting. Namun Ha jin yakin dirinya bisa dan berani untuk tampil di depan kamera dengan percaya diri.


Dari pagi Ha jin baru istirahat saat malam, ia merasa sangat lelah malam ini. Bersiap untuk pulang dan berjalan berdampingan dengan asisten pribadinya.


"Sayang," panggil seseorang membuat Ha jin yang tadinya berjalan menunduk lesu melihat suara yang ia kenal.


"Sudah selesai?" Tanya nya. Ha jin sangat merindukan Hwan hee, ia langsung menghampiri tunangannya itu dan memeluk nya.


"Kalian pulanglah bawa mobil Ha jin, biar aku yang mengantarkan nya." Mereka mengangguk dan meninggalkan dua orang itu.


"Apa sangat lelah hari pertama masuk syuting lagi?" Ha jin hanya mengangguk dengan wajah lelah yang jadi sangat menggemaskan bagi Hwan hee, tidak lengkap jika belum mengecup bibir Ha jin.


"Lucu sekali, ayo kita pulang." Hwan hee menggandeng tangan Ha jin sambil tersenyum menatap wajah cantik yang sudah menjadi kesayangan nya sejak ia pertama kali mengenal nya.


Hwan hee membawa Ha jin ke apartemen nya, ia tidak membawa nya pulang seperti yang di ucapkan. Ha jin juga terlelap di perjalanan menuju apartemen.


Saat sampai dan Hwan hee akan menggendong nya, Ha jin bangun dan tersenyum.


"Aku masih bisa jalan, aku masih kuat untuk melangkahkan kaki ku."


Mereka masuk ke dalam apartemen, Ha jin benar-benar sangat lelah dan langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


"Sayang makan buah dulu, ya? Kamu pasti belum makan apapun dari siang."


Ha jin menggelengkan kepalanya dan hanya meneguk air putih di nakas, lalu membaringkan tubuhnya di ranjang.


"Tidurlah, aku keluar sebentar menonton tv sambil membalas pesan dari teman-teman." Ucap Hwan hee mengecup kening Ha jin dan keluar. Ha jin sudah terlelap dalam tidur nya, bisa saja ia tidak sadar jika sudah pulang di jemput Hwan hee dan saat ini di apartemen tunangan nya.


Hwan hee hanya beberapa menit setelah menghabiskan buahnya ia langsung masuk ke kamar kembali untuk segera istirahat menemani Ha jin, memeluk wanita yang beberapa hari ini ia rindukan. Ha jin juga merasa sangat nyaman saat Hwan hee memeluk nya.


Pagi hari Ha jin bangun dan pertama kali yang ia lihat kali ini benar-benar tunangannya yang tidak mengabarinya beberapa hari ini, tak berapa lama Hwan hee juga membuka matanya, mata mereka bertemu dan Hwan hee menggerakkan tangannya untuk menyentuh bibir yang sudah beberapa hari ini tidak ia sentuh.


"Aku juga minta maaf, aku tahu kamu cemburu tapi aku malah tidak membujuk mu."


"Aku memang sangat cemburu dengan orang yang menatapmu, aku hanya ingin kamu menatap ku dan aku yang menatapmu jika bisa." Ia ingin menjadi orang egois, namun ia tidak mungkin melakukan itu.


"Egois sekali, dasar posesif." Ha jin tertawa dengan ucapan Hwan hee.


Hwan hee tidak menjawab dan mendekatkan dirinya pada Ha jin, apalagi jika bukan mencium bibir Ha jin yang sudah sangat candu seperti ada magnetnya.


Beberapa detik setelahnya mereka kembali saling pandang lalu berpelukan, Ha jin biasa nya akan marah namun kali ini ia tidak menolak karena dirinya juga merindukan Hwan hee.


Ha jin syuting masih sebentar tidak terlalu sampai berturut-turut perhari, jadi ia juga tidak masalah jika terus berbaring di ranjang saat ini bersama Hwan hee sambil melepas rindu.


"Mau makan apa hari ini? Biar aku yang masak." Tanya Hwan hee sambil menepikan helaian rambut yang ada di wajah Ha jin.


"Aku hanya ingin kamu." Jawab Ha jin tersenyum, Hwan hee juga ikut tersenyum karena jawaban dari Ha jin.


"Jadi kamu mau makan aku?" Tanya Hwan hee.


"Benar, aku akan menggigit mu." Jawabnya dengan deretan gigi putih yang ia tampilkan.


"Dari sekarang sayang, aku sudah siap-siap menerima gigitan." Hwan hee dengan senang hati memberikan tubuh nya untuk di gigit.


Ha jin memukul lengan Hwan hee, "yang ada aku yang jadi makanan mu."


Ha jin bangun dari tempat tidur, ia hendak berdiri dan lagi-lagi Hwan hee memeluk nya dengan cepat. Ha jin hanya melirik sebentar sembari bertanya, "ada apa lagi?"


"Aku sangat merindukanmu, sangat."


"Aku juga. Tapi apakah akan terus seperti ini dan tidak jadi untuk membuat masakan?"


Hwan hee langsung melepas pelukannya dan mereka bersama menuju kamar mandi untuk cuci muka dan sikat gigi.


Sebelum mereka memasak, mereka melakukan yoga di dalam apartemen nya tepatnya di depan televisi. Namun hanya beberapa menit karena Hwan hee selalu mengganggu Ha jin konsentrasi.


Setelah selesai dengan drama yoga Hwan hee menyuruh Ha jin untuk duduk dan dirinya yang memasak, kali ini ia akan membuat masakan spesial untuk mereka sarapan.


Ha jin memotret tunangannya dan mengunggahnya ke media sosial miliknya, hanya menunggu beberapa saat setelah di unggah banyak yang mengomentari dan menyukai postingan Ha jin. Postingan mereka berdua memang sering seperti tertukar ponsel, karena unggahan yang memang jarang dirinya sendiri si pemilik ponsel. Namun lebih banyak Hwan hee yang mengunggah foto Ha jin, di postingan milik Hwan hee hanya beberapa saja foto sendiri dibandingkan dengan foto Ha jin dan bersama grup idol nya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...