A REAL DREAM

A REAL DREAM
Keluarga Calandra



Ha jin membawa alat makeup untuk ia sekalian sambil tutorial saat live, namun tunangan dan temannya mengganggu dirinya hingga tas makeup nya hanya ia lihat.


"Kamu kenapa diem terus, bukannya kamu setuju mau nginap disini? Kamu masih marah?"


"Masih nanya lagi, ya jelas marah lah." Batin Ha jin, ia hanya menatap sekilas lalu berbaring dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut.


"Sayang, aku lagi ngomong sama kamu loh. Kamu kalau marah bilang aku minta maaf ya, tapi jangan diem gini. Nanti kalau kamu marah aku gak bisa peluk kamu." Mendengar itu Ha jin membuka matanya, bisa-bisa nya hanya itu yang dipikirkan.


"Kamu bisa gak sih jangan mesum, pikiran nya kalau gak peluk ya cium, aku bisa gila lama-lama dekat kamu." Hwan hee sudah mengambil foto nya saat Ha jin memejamkan mata, ia akan menguploadnya di sosial media miliknya.


Hwan hee hanya tersenyum lalu ikut membaringkan tubuhnya memeluk Ha jin.


"Kamu tidak melepas benda itu?" Tanya Hwan hee bisa merasakan.


"Tidak, disini terlalu berbahaya untuk melepas apapun."


Hwan hee malah fokus ke satu tujuan, bibir Ha jin terlihat semakin mempesona oleh lip oil yang dipakai. Hwan hee mendekat dan ingin melahap nya, tentu saja Ha jin menutup bibirnya dan menahan Hwan hee.


"Jangan lagi, aku tidak ingin malam ini."


"Sayang, aku ada ide buat di upload." Hwan hee mengambil ponselnya dan menyuruh Ha jin mendekat supaya terlihat begitu mesra dan mencium pipinya adalah salah satu alasan. Ha jin mengikuti saja, sambil di foto Ha jin tidak sadar dan Hwan hee berbalik meraup bibir ranum itu.


"Curang, katanya cuma pipi. Jangan di upload aku malu pasti jelek dapatnya." Hwan hee melihat hasilnya, tidak ada yang jelek jika itu tentang Ha jin.


"Kamu lihat sayang! Kamu terlihat cantik walaupun dari samping, dan tentu saja seksi." Hwan hee menjilat bibirnya sendiri, karena mengatakan jika Ha jin sangat seksi.


Ha jin tersenyum malu mendengar ucapan Hwan hee, Hwan hee juga merasa dirinya selalu ingin mencium dan memeluk tunangannya itu saat di dekatnya.


"Sayang," panggil Hwan hee. Ha jin menatap nya tentu saja Hwan hee tidak menyia-nyiakan kesempatan besar dan mendekat. Ha jin juga tidak menolak dan Hwan hee leluasa memainkan lidahnya di dalam mulut Ha jin yang juga membalasnya.


Beberapa menit mereka berhenti, Ha jin seperti malu-malu mau karena tadi menolak dan buktinya sekarang dia malah menerima. Ha jin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Hwan hee yang masih memakai kaos, keduanya saling memeluk erat.


"Aku sangat mencintaimu, sayang." Ucap Hwan hee mengecup kepala Ha jin.


Mereka melakukan lagi berciuman, namun tidak sampai seperti di drama Korea pada umumnya langsung unboxing, mereka hanya bersentuhan dan tidak lupa Hwan hee dengan Boba nya yang sudah menjadi kecanduan untuk nya.


"Sayang," Hwan hee seperti meminta izin pada Ha jin, namun Ha jin menggelengkan kepalanya. Hwan hee sedikit kecewa namun ini keputusan Ha jin, tidak mau tunangan nya marah ia berinisiatif untuk memberikan sentuhan lain selain permainan utama yang diinginkan.


"Sayang aku tidak tahan."


Ha jin melakukan nya dan seketika Hwan hee menggelinjang keenakan, dirinya merasakan ini dari Ha jin langsung.


"Sa-sayang, kau belajar dari mana? Ini sangat menakjubkan." Hwan hee sampai terbata, sedangkan Ha jin sudah merasa sengal.


"Nikmati saja, aku hanya bisa memberi ini. Tapi jika kita sudah menikah, aku akan memberikan diriku seutuhnya."


"Idih aku belajar dari mana sih, kenapa bisa tahu pijatin dia begini."


"Sudah lah, aku lupa belum skincare an malam. Sekalian bikin video untuk upload," Ha jin berdiri dan beranjak masuk ke kamar mandi, sedangkan Hwan hee memanggil nya karena tidak menyelesaikan pijatan nya.


Sentuhan pijatan karena Hwan hee sering latihan dan badannya sedikit terasa kaku. Ha jin hanya membantu untuk merefleksi dari pada menjurus ke hal lain.


Hayo lu pada mikir ape?


"Omo, kenapa kamu disini sih ngagetin aja."


Hwan hee tertawa mendengar Ha jin terkejut ala ibu-ibu di Korea.


"Aku juga mau cuci muka dan pakai skincare," Hwan hee melewati Ha jin yang masih berdiri, karena tidak mau lama-lama berdiri di depan kamar mandi ia mengambil skincare yang ia bawa di dalam tas nya.


Menyiapkan kamera untuk ia up ke sosial media rutinitas malam sebelum tidur.


Dimulai dari facewash yang sudah ia rekam tadi, lalu dilanjutkan dengan toner. Belum selesai lagi-lagi Hwan hee datang agar Ha jin membantunya untuk mengaplikasikan diwajahnya juga.


"Setelah menggunakan toner, aku biasanya lanjut memakai essence kita wajib banget double cleansing apalagi seperti aku yang sering pakai makeup. Tapi jangan langsung di timpa dengan serum ya, untuk menunggu bisa kita bantu pasangan kita sampai menunggu di wajah kita menyerap, kalau yang tidak punya pasangan bisa juga bayangan." Ha jin tertawa sambil menepuk-nepuk pelan wajah Hwan hee, lalu lanjut lagi di tahap selanjutnya menggunakan serum dan moisturizer.


"Eye cream sih buat yang punya mata panda, bukan cream soda dong itu untuk di minum." Hwan hee mencium wajah Ha jin, namun karena sedang membuat video Ha jin hanya tersenyum dan menyudahi merekam.


"Aku baru skincare an loh, kamu malah cium." Ha jin mengerucutkan bibirnya kesal.


"Maaf sayang, lagian ini udah kering loh. Kita tidur aja yah." Hwan hee mengajak Ha jin tidur, dari pada dirinya diomeli lagi dan berakhir meminta pulang.


Mereka sudah berada di ranjang dan Ha jin memberi jarak guling diantara mereka, tentu saja Hwan hee melarang. Ha jin sudah meng-upload video yang ia rekam tadi setelah ia edit sebentar, lalu ia kembali melirik Hwan hee.


"Aku marah ya, jangan peluk pokoknya kalau besok gak pa-pa." Ha jin menutup matanya dan Hwan hee hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak mau bertanya tentang sikap Ha jin yang seperti itu karena takut terjadi sesuatu dan akan semakin memburuk untuk kesehatan nya. Hwan hee membalas pesan dari teman-teman nya yang dianggap berbohong karena istirahat padahal untuk berduaan dengan Ha jin, Hwan hee hanya mengatakan jika dirinya akan menjelaskan besok di tempat latihan.


Hwan hee menyimpan ponsel nya di nakas, ia membenarkan selimut Ha jin dan dirinya lalu memejamkan matanya. Tiba-tiba ia kaget dengan Ha jin yang mendekat dan memeluk dirinya seperti mencari kehangatan dari tubuh tunangan nya dengan wajah di dada Hwan hee.


"Pura-pura nolak di peluk, padahal suka." Hwan hee tersenyum mencium kening Ha jin lalu mengeratkan pelukannya.


...******...


"Sampai kapan Calandra seperti ini pa? Abang, adik kamu kenapa hanya tidur saja walaupun sudah di periksa dokter."


"Ya karena Cala memang tidur ma, kita sudah coba cari cara lain tapi kata dokter memang Cala seperti orang yang sedang istirahat." Calvino kasihan melihat mama nya seperti itu, namun adiknya juga butuh kebahagiaan.


"Apa ada sesuatu Vino? Mama sama papa sangat khawatir jika terlalu lama adik kamu seperti ini, maka tidak lama akan hancur tubuhnya."


Mama nya mendengar itu menggelengkan kepalanya, tidak mungkin anaknya tiba-tiba seperti itu jika tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


"Jawab papa kamu. Apa benar kamu yang membuat nya begini?" Tanya mama nya berdiri menatap Calvino.


"Vino gak tahu ma, gimana caranya Vino buat Cala seperti ini? Semalam Vino juga lihat dia biasa aja."


"Apa mungkin ucapan dia semalam, atau Cala terkena kutukan tanpa kita ketahui?" Mama nya yang paling khawatir begitupun juga papa nya, Calvino tidak tahu mau jawab apa tentang keadaan adiknya, yang ia tahu kebahagiaan untuk adiknya.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...