A REAL DREAM

A REAL DREAM
Mengantar ke bandara



Ha jin ikut mengantar Hwan hee ke bandara, walaupun tidak ikut turun dari mobil karena banyak orang yang tetap menunggu mereka berangkat ke Jepang.


Ha jin awalnya akan ke rumah orang tua Hwan hee, namun Ha jin ingin ikut sebelum berpisah untuk beberapa hari dengan tunangannya.


"Sayang aku masuk ya, jangan keluar selain kerumah eomma atau hyeong. Tunggu aku kembali dan kita akan segera menikah." Ucapnya mengecup kening Ha jin.


"Iya, hati-hati disana." Ha jin tersenyum saat Hwan hee mulai turun dari mobilnya.


Ha jin diantar oleh supir dan diikuti beberapa bodyguard di belakang mobilnya, karena di khawatirkan terjadi sesuatu dengan Ha jin.


Karena banyak juga yang tahu tentang keberangkatan group idol Hwan hee ke jepang, mereka menunggu di bandara dan Ha jin hanya melihat dari dalam mobil. Setelah melihat Hwan hee dengan teman-teman nya masuk, ia memilih untuk pulang ke rumah eomma Min Jia, karena ingin menginap disana.


Ha jin menyuruh bodyguard nya tidak terlalu banyak di rumah orang tua Hwan hee, sebenarnya tidak menggangu namun dua orang bodyguard saja mungkin sudah cukup.


"Kamu sudah mengantar Hwan hee?" Tanya appa Lee.


"Iya appa, setelah Hwan hee masuk aku langsung kesini untuk menginap."


"Mau tidur dengan Hyeri?" Tanya Min Jia menawarkan Ha jin tidur dengan adik perempuan Hwan hee yang masih sekolah itu.


"Kalau Hyeri tidak keberatan Ha jin tidur sama dia." Ha jin memilih untuk tidur dengan Hyeri adik tunangannya.


"Nanti langsung ke kamarnya aja, sekarang makan dulu kalau belum makan malam."


"Ha jin sebelum ke bandara tadi sudah makan buah sama Hwan hee, jadi sudah cukup eomma."


"Baiklah, tidak usah makan lagi. Lagi pula sudah bagus seperti itu kalau malam makan buah bukan makanan berat." Ucap appa Lee.


"Untuk mengisi tubuh biar bertenaga, jadi appa tidak tahu apalagi Ha jin juga sering syuting."


"Maka dari itu, jadi sering syuting jaga tubuh tanpa makan." Appa Lee hanya menggelengkan kepalanya tidak mau berdebat dengan istrinya malah semakin berlarut.


"Ada benarnya juga, tapi kalau sakit lagi gimana?"


"Eomma, appa, Ha jin baik-baik saja karena sudah makan buah tadi. Eomma benar kalau kita butuh asupan makanan juga malam hari, tapi appa sekarang ada benarnya karena Ha jin ingin tetap dengan tubuh seperti ini. Karena setelah Hwan hee pulang kita akan segera menikah." Ha jin menjelaskan pada kedua orang tua Hwan hee jika dirinya akan menikah setelah Hwan hee pulang dari jepang.


"Benarkah? Kamu mau pernikahan nya dipercepat?" Tanya Min Jia terkejut dengan ucapan Ha jin.


"Iya eomma, Hwan hee juga ingin segera menikah, jadi Ha jin ikut saja sekarang." Jawabnya tersenyum pada dua orang di hadapannya.


"Baguslah akhirnya, eomma juga ingin segera mendapatkan cucu."


"Kamu serius dengan keputusan kamu? Yakin jika ingin menikah dengan Hwan hee?" Tanya appa Lee karena memang juga tahu dengan percintaan kedua nya Hwan hee mengejar Ha jin yang belum move on dari mantan nya.


Ha jin menatap kedua orang tua Hwan hee secara bergantian, ia juga tidak tahu dengan Ha jin sebelum nya seperti apa perasaan nya dengan Hwan hee. Tapi sekarang ia benar-benar merasa mencintai Hwan hee.


"Yeobo, pertanyaan nya seperti memojokkan Ha jin, bagus jika Ha jin sekarang mau menikah lebih cepat dengan Hwan hee." Min Jia takut Ha jin malah kepikiran dan membatalkan rencana pernikahan nya.


Appa Lee melihat Ha jin dan meminta maaf, karena dirinya sudah bertanya seperti itu takut juga dengan calon menantu nya yang belum pulih sepenuhnya ingatan nya.


"Tidak masalah, appa dan eomma tidak perlu khawatir tentang Ha jin. Sekarang Ha jin ke kamar Hyeri dulu untuk istirahat," Ha jin berpamitan untuk ke kamar Hyeri.


"Iya sayang, Hyeri juga belum tidur jam segini masih belajar tadi baru pulang sekolah."


Ha jin tersenyum lalu ke kamar Hyeri untuk tidur disana.


"Hyeri, eonni boleh masuk?" Tanya Ha jin saat kepalanya yang masuk lebih dulu.


"Ah eonni, masuk saja." Hyeri lalu kembali pada buku-buku di hadapannya.


"Tidak masalah, Hyeri malah senang kalau punya teman tidur." Jawabnya tersenyum dibalas juga oleh Ha jin.


Ha jin mendapatkan notif pesan dari Hwan hee bahwa mereka belum berangkat.


Belum sempat Ha jin balas Hwan hee sudah menelpon.


"Sayang, kamu dimana?" Tanya Hwan hee.


"Aku sedang di kamar nya Hyeri." Ha jin menunjukkan kamar dan Hyeri yang sedang belajar.


"Hyeri, jaga eonni Ha jin jangan sampai kamu nakal dengan tunangan oppa."


Hyeri melirik saja tanpa menjawab.


"Kamu kenapa tidur di kamar Hyeri, di kamar aku aja biar kamu lihat foto aku terus kalau kangen."


"Bagus juga eonni dikamar Hyeri dari pada di kamar oppa, kasihan yang jauh sama eonni."


Hyeri selesai dengan belajar nya dan duduk di ranjang dekat Ha jin.


"Eonni,"


"Hah?"


Tiba-tiba Hyeri memeluknya dan menggoda Hwan hee jika dirinya tidak bisa seperti itu sekarang.


"Sayang kamu menghindar, jangan mau di peluk Hyeri. Kamu suka Ha jin? Apa jangan-jangan kamu suka wanita?" Tanya nya pada Hyeri.


"Aku hanya memeluk nya bukan ingin menjadi pacar nya, oppa sudah gila sama eonni jadi pikiran nya suda terganggu."


Ha jin tersenyum dan mengelus rambut Hyeri, membuat Hwan hee yang melihat semakin panas padahal hanya pada adik perempuan nya.


"Pasti yang disana mau di elus juga ya," Ha jin menggelengkan kepalanya dengan Hyeri yang menggoda oppa nya.


Tentu saja Hwan hee hanya bisa marah dengan berbicara tidak terlalu keras karena masih di area bandara, mana bisa juga ia merengek agar Hyeri melepaskan Ha jin, ia juga malu untuk melakukan itu sementara image dirinya begitu cool.


"Aku tutup dulu, setelah sampai di jepang aku akan hubungi lagi jadi kamu pindah ke kamar ku saja." Ha jin mengangguk dan memutuskan sambungan telepon nya.


"Apa oppa selalu posesif seperti itu? Eonni tidak masalah?" Tanya Hyeri.


"Tidak masalah, selama dia yang mengingatku dan mencintai ku, karena selama eonni lupa ingatan dia selalu berusaha untuk membuat eonni merasa nyaman dengan oppa mu, jadi selama itu pula ingatan eonni pulih sedikit demi sedikit dan mulai tumbuh kembali cinta yang mungkin sempat hilang."


"Iya, sebenarnya Hyeri tahu kisah cinta oppa dan eonni, kasihan dengan oppa saat eonni belum mencintai nya."


Ha jin tidak tahu pasti karena dirinya sekarang hanya ingat yang sekarang, tidak ada semua nya masuk di dalam ingatan nya.


"Eonni harus pindah ke kamar Hwan hee, maaf sudah mengganggu kamu disini."


"Hyeri malah senang kalau eonni disini, tapi dari pada oppa seperti anak kecil lagi mending eonni pindah aja kasihan LDR sekarang." Hyeri menertawakan kakak nya dan Ha jin, karena saat ini mereka berjauhan saat dirinya menggoda juga tidak bisa merengek karena sedang bersama manager dan staff lain yang ikut.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...