A REAL DREAM

A REAL DREAM
Cemburu nya Hwan hee



Ha joon pulang lebih dulu ke Korea, ia berpesan pada teman-teman Hwan hee agar ikut menjaga Ha jin yang masih di jepang menjaga Hwan hee.


"Nuna, hyeong sudah boleh pulang ke Korea, eomma dan appa nya akan membawanya pulang. Jadi nuna akan ikut pulang 'kan?" Tanya Seo min.


"Nuna bertahan disini hanya untuk menjaga Hwan hee, lalu setelah semua pulang untuk apa nuna masih disini."


"Seo min kira nuna akan menjadi anime, berperan jadi wanita lucu disini." Mereka yang mendengar tertawa dengan ucapan Seo min, Hwan hee hanya memandang mereka yang seperti tidak asing dengan suasana seperti ini sebelumnya.


"Nuna, jika hyeong ingat dengan semua ini pasti sekarang kita tidak boleh dekat dengan tunangannya." Seo min biasanya memanas manasi Hwan hee, sekarang duduk di dekatnya dan pegangan tangan pun tidak akan dilarang oleh Hwan hee.


"Hwan hee, nanti jangan lupa setelah balik ke Korea kembali ke dorm untuk latihan, jangan sering ke apartemen." Ucap Do Hyun, karena memang biasanya jarang di dorm.


"Dia kan harus syuting juga, jadi harus di jadwal dengan istirahat nya."


"Memangnya aku tidak tinggal dengan keluarga ku?" Tanya Hwan hee yang memang tidak mengingat semua kenangan nya.


"Kamu tinggal sendiri di apartemen, kadang bersama Ha jin. Karena yang lebih dekat dengan dorm, kamu memilih tinggal di apartemen untuk lebih banyak istirahat dan tentunya berduaan dengan Ha jin. Kalau misalnya ada syuting yang dekat rumah kamu, baru kamu pulang dan tidak tinggal di apartemen." Ha jin tersenyum mendengar penjelasan Do Hyun, Hwan hee menatap Ha jin yang memang dirinya merasa dekat namun sama sekali tidak mengingat jika Ha jin itu adalah tunangannya.


"Aku tidak bisa mengingat apapun," ucap Hwan hee memegang kepalanya yang terasa pusing karena ada bayangan yang tiba-tiba muncul sepasang kekasih yang berjanji akan menikah, namun itu tidak terlihat siapa orang nya.


Ha jin mendekati Hwan hee karena terlihat tunangannya itu kesakitan.


"Jangan dipaksakan untuk mengingat, nanti perlahan kamu juga akan mengingat semuanya." Hwan hee mulai menatap Ha jin dan memegang tangan nya, ia merasa nyaman bersentuhan dengan Ha jin.


"Tidak apa, kita sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini. Jangankan hanya pegang tangan dan pelukan, ciuman di depan kita juga pernah." Ucap Seung cheol membuat Hwan hee melepas tangan Ha jin.


"Aku minta maaf," ucap Hwan hee tiba-tiba.


Mereka yang mendengar ucapan Hwan hee langsung menatap Ha jin, mereka tahu saat tangannya dilepas oleh Hwan hee dan berkata seperti itu membuat Ha jin kecewa. Berbeda setelah itu Seo min dan Seung cheol tertawa karena tidak pernah gara-gara memegang tangan apalagi milik Ha jin, Hwan hee malah meminta maaf membuat 2 orang itu terlihat aneh.


"Ada apa dengan kalian?" Tanya Joon woo dan Do Hyun.


"Aku menertawakan saat Hwan hee hyeong minta maaf gara-gara memegang tangan nuna, tidak tahu kalau Seung cheol." Ucap Seo min.


"Aku kira kamu gila atau hanya mengikuti ku tertawa, ternyata memang satu pemikiran." Mereka memang dua maknae yang lumayan berbeda dari para hyeong nya, jadi memang dari masih sekolah dulu sudah sering bersama dan paling manja.


"Tidak salah kalau aku minta maaf, bukan hanya karena memegang tangan, tapi pada kalian semua. Maaf karena aku belum bisa untuk mengingat diriku dan kalian semua." Hwan hee sudah lihat semua yang dirinya upload juga di grup official dan agensi. Memang satu grup hanya beranggota 5 orang, untuk sosial media miliknya memang kebanyakan yang dirinya upload adalah tunangan nya, dari berbagai gaya yang dirinya ambil sebagai foto candid yang cantik.


"Pelan-pelan nanti juga akan ingat semuanya, benar kata nuna tidak perlu di paksa untuk ingat." Hwan hee memang merasa dekat dengan Ha jin, ia sering memperhatikan Ha jin yang tersenyum membuat dirinya merasa nyaman.


"Seo min, nanti boleh ikut nuna ke hotel tempat nuna menginap?" Tanya Ha jin pada Seo min membuat Hwan hee melirik Ha jin.


"Untuk apa nuna mengajakku kesana?"


"Baiklah nanti aku ikut, kalau hanya mengambil barang tidak lama bukan? Aku hanya takut terciduk masuk hotel bersama nuna dan diberitakan di media Korea. Kita jadi terkenal, sedangkan Hwan hee hyeong saja belum mengingat apa-apa untuk membantu nuna."


"Seo min, kamu itu sudah dianggap adik oleh Hwan hee, berarti kamu adalah adikku juga." Hwan hee hanya mendengar ucapan tunangan nya itu sambil pelan-pelan untuk mengingat semuanya.


"Kalau aku bagaimana?" Tanya Seung cheol diikuti oleh Do Hyun dan Joon woo.


"Kalian semua keluarga ku. Sayang, kamu harus cepat ingat agar bisa membantu ku mengurus mereka ini." Hwan hee tersenyum saat Ha jin memanggil nya sayang dan meminta bantuan, ia merasa memang Ha jin adalah tunangan nya yang menyayangi teman-teman nya seperti keluarga sendiri.


"Nuna jam berapa akan kesana? Biar aku siap-siap nyamar, bahaya kalau sampai ketahuan seorang idol ganteng keluar dengan artis cantik." Ucap Seo min yang biasa membanggakan diri merasa sangat tampan.


"Nanti sore, sekarang kita makan siang dulu."


"Memangnya harus berdua saja, tidak mengajak Seung cheol sekalian?" Tanya Hwan hee membuat Ha jin melirik.


"Tidak, biar yang lain jaga kamu disini. Cukup Seo min yang ikut aku ke hotel."


"Kalian idol dan artis dari negara lain, bahaya kalau sampai ada terciduk Sasaeng."


"Jarang-jarang berdua dengan pasangan orang, apalagi seorang artis Song ha jin yang terkenal dengan kecantikan nya, siapa yang tidak mau. Mumpung juga Hwan hee hyeong tidak mengingat tunangan nya." Hwan hee merasa kesal dengan Seo min yang semakin menjadi, ia tidak ingat namun saat Seo min memuji kecantikan Ha jin, ia sangat marah.


"Lalu kamu akan mengambil kesempatan karena aku tidak bisa mengingat nya? Kalau sebelumnya aku marah saat Ha jin bersama orang lain, sekarang harusnya tetap dan Seung cheol harus ikut atau aku yang antar."


Mereka melihat Hwan hee marah, namun memang benar yang dikatakannya tidak seharusnya jalan dengan lelaki lain walaupun adalah teman nya sendiri.


"Kalau begitu tidak perlu, aku bisa ke hotel sendiri. Lagipula aku hanya akan mengambil koper dan barang saja dan itu dekat dari sini."


"Tapi nuna yakin? Walaupun tidak jauh tapi nuna wanita."


"Siapa bilang aku laki-laki, Seo min? Aku masih bisa jaga diri, kalian juga tahu aku bisa berbahasa asing dan akan meminta bantuan jika dibutuhkan." Ha jin tersenyum karena dirinya tidak mau membuat Hwan hee marah dan kecewa dengan nya.


"Biarkan mereka berdua yang mengantar mu, lagipula Masih ada Do Hyun dan Joon woo yang menjaga ku disini." Hwan hee tahu Ha jin khawatir dengan nya, jadi dia hanya memilih Seo min yang mengantar nya ke hotel. Entah rasanya dia cemburu jika Ha jin akan jalan berdua dengan Seo min, walaupun siang hari dan hanya mengambil barang.


"Baiklah, aku tidak akan lama di hotel hanya mengambil barang dan segera kembali." Akhirnya Ha jin juga mengajak mereka makan siang, setelah diputuskan nya juga siapa yang akan ikut dengannya. Eomma Min Jia dan appa Lee sudah pulang lebih dulu karena pekerjaan dan Hyeri yang tinggal sendiri, mereka akan kembali namun Hwan hee sudah boleh pulang ke Korea.


Selalu dukung othor bebu sayang, annyeong love...


Baca juga cerita bebu yang lain 😘


IG : @istimariellaahmad98


See you...