A CAMOUFLAGE

A CAMOUFLAGE
#8 Behind CCTV



Franda: VOP


Jarum Jam dinding di Kamarku menunjukan 02.47 WIB. Tak terasa Mataku mulai sepet, dan ternyata hampir Dua jam lebih ‘Ngintip’ gerak\-geriknya Cantika di CCTV lewat Layar Ponselku.



Satu kata untuk Cantika, She’s so gorgeous!



Sekilas Wajahnya mirip dengan Kylie Jenner, tingginya tak jauh beda denganku ya kurang lebih sekitar 170cm bak Model Fashion Dunia. Rambut Hitam Ikal panjang Sepinggang yang dibiarkan terurai, dengan Poni menutupi sebagian Dahinya. Ditambah Dada penuh dan Bokong berisi, bentuk Tubuhnya bak Gitar Spanyol. So sexy!


.



Fashionable!



Atasan memakai kaos gambar kartun Mickey Mouse berwarna Hitam, yang dipadukan dengan Blue Jeans Disney Fit 80’s dari GUCCI. Sebagian depan Kaosnya dimasukan, dan dibagian belakang dibiarkan keluar membuat kesan rapih tapi modis. Tak ada ada Accessories yang Ia kenakan, hanya Tas LV Monogram crossbody untuk menyimpan Ponsel dan Barang\-barang lainnya. Dengan memakai Sepatu Converse Classic, menambah kesan ‘real’ sebagai abege yang bebas dan nyaman.



Cantika sesuai namanya sangat Cantik, tapi Dia sendiri belum menyadari bahwa Dirinya itu adalah a Diamond! Ditambah, tutur Kata yang baik, Sopan Santun, Ramah, pembawaan tenang, tatapan Mata tajam dan selalu eye\-contact ketika percakapan pada lawan bicara. I love it!



Tak pernah Bosan melihat pemandangan yang Wow itu...



Dari Kamarku, kuperhatikan gerak\-gerik Cantika tak semenit pun lepas dari Mataku. Saat ini Ponsel Cantika berhasil kusadap, tapi belum kuperiksa Dia ada hubungan sama siapa saja? Jika ada sedikit saja attitudes\-nya yang kurang berkesan, maka akan Kubatalkan ‘Kontrak Nikah’ ini.



Oh iya, FYI. Cantika ini bukanlah ‘Abege’ pertama yang Kubawa kemari untuk acara pencarian Jodoh. Cantika adalah Orang ke\-7. Aku sangat selektif, untuk memilihkan Calon Istri untuk Anakku.



Namun, jika terjadi pembatalan ‘Kontrak’ maka, tetap akan kuberikan Satu Miliar sesuai janjiku. Kuanggap itu sebagai ‘Charity’ atau sebagi ladang amalku kelak.



Because I wanted a perfect one for My Only Son.



Sedari tadi Kuperhatikan, sama sekali Cantika tidak mengambil Gambar, atau memphoto Barang\-barang mewahku ataupun bergaya selfie seperti abege\-abege sebelumnya. Bagiku yang paling penting, tidak lancang mengambil Gambar Mobil mewah Lambo\-ku, yang terparkir di Garasi karena Aku sangat anti pada Orang yang sering memamerkan Barang yang bukan miliknya. Norak!



FYI, abege yang lagi BU seperti Cantika adalah targetku karena Dia sedang dalam kondisi Fight buat Keluarganya. Satu lagi pendapatku, abege lebih mudah ‘dipegang’ omongannya. Dibandingkan Wanita Dewasa, yang sudah diatas 25 tahun karena semakin Matang Wanita, akan semakin banyak mengeluh dan menuntut. They’re So Nosy!


Kagum pada Cantika karena Dia rela berbuat apapun demi menolong Ibunya yang sedang sekarat, sangat jarang abege mau melakukan itu.


Fixed! Gadis ini adalah Gadis yang baik karena Dia sedang memperjuangkan Keluarga dan mencoba mempertahankan itu. Sangat kentara, jika Dia sedang punya masalah berat dalam hidupnya.



Aku pun makin penasaran Siapa Dia? Dari yang kulihat dari Gesture Cantika bukanlah Orang biasa, Aku yakin Dia dari kalangan atas juga dan Firasatku yakin berkata. Kupastikan Cantika jadi Mantuku, sengaja Record CCTV kukirim ke Yansen. Masalah Dia setuju atau tidak itu urusanku dan gimana nanti? Saat ini, Aku ingin Yansen mengenal Cantika terlebih dulu.


.


“Yansen, Kamu udah tidur ya Nak? Tanyaku basa basi busuk, memaksa membangunkan Yansen meski sudah dini hari.



“Udahlah Ma, Mama kenapa? Mama baik\-baik saja kan?” Jawab Yansen, dengan suara parau dan terkaget\-kaget.



“Begini Sayang, Mama mau Kamu lihat CCTV di Rumah Ancol sekarang, di ruang Tamu ada Cewek Cantik deh. Mama mau Kamu Nikah sama Dia, ini buat ‘Formalitas’ aja Nak, mau ya, ya?”



“Kaget Ma, Mama nelpon Aku jam segini kirain Mama kenapa\-kenapa? Ehh... Gak taunya cuma mau ngomong ini aja toh, huffff!”



“Hemmm... Udah Buat Mama ajalah,” lagi\-lagi Yansen menolak dijodohkan.



“Husshhh... Jangan kurang ajar Kau! Kau pikir Mamamu ini akan Diam saja saat Media itu Mengulitimu,” Suara Barithonku keluar tiba\-tiba dengan logat Batak.



“Sekarang juga Kau ke Rumah Ancol anterin Cewek itu pulang dan dua minggu lagi acara Tunangan Kau sama Cantika akan digelar. Gak pake lama, sekarang juga!” Bentakku, langsung kututup dan kubanting Ponselku entah kemana.


Jiwa Lelakiku keluar ketika emosi memuncak dan tak bisa lagi kubendung, apalagi ributnya sama Anakku sendiri.


.



I Got it!



Passport Cantika kini ada di Tanganku karena Aku butuhkan untuk ku photo copy guna persetujuan ‘Kontrak’ itu. Lebih tepatnya lagi Dua Passport, Passport lama dan Passport baru yang dijadikan satu. Sebagai pengganti KTP karena memang belum cukup umur. \(Alasan yang masuk diakal\).



.




Duhhh... Masih ‘Kinyis\-kinyis’ ternyata, belum genap 17 tahun nanti April mendatang hari jadinya tanggal 8. Ketika kubuka Passport Cantika, banyak terdapat stempel atau cap dari Immigrasi Bandara dari berbagai Negara. Wow... Dugan ku tak pernah meleset.


.



Bandara JFK\-New York, Honolulu\-Hawaii, Toronto\-Canada, Auckland\-New Zealand, Melbourne\-Australia, Amsterdam\-Netherlands, CDG\-Paris, Zurich\-Switzerland, London\-UK, Sheremetyevo Moscow\-Russia, Taoyuan\-Taiwan, Beijing\-China, Narita Tokyo\-Japan, Incheon\-South Korea Dan Negara tetangga paling sering dikunjungi adalah Singapore.



Di Passport yang baru ada beberapa kunjungan ke Singapore, hampir Dua Minggu sekali. Rasa penasaranku semakin membuncah seketika, ingin segera tahu Siapa Cantika?



Lembar terkahir pada Passport Cantika, buatku lebih terkaget lagi yaitu dengan alamat Rumah di Patra Kuningan\-Jakarta Selatan. Tidak sembarang Orang untuk bisa tinggal di Kawasan sangat élite dan Prestigious itu.



“Ok, besok Orangku akan mencari tahu siapa Gadis ini?” Gumamku, sambil kuhisap Cerutu dan kutenggak Red Wine yang hampir habis Satu botol.



^\~^\~^\~^\~^\~^



Jam 04.17 WIB, Yansen tiba di Rumah Ancol.



“Hah, datang pula Kau rupanya, masih ada juga rasa takut Kau sama Mamamu ini”. Umpatku dalam Hati.



Datang sendiri dengan Memakai Jacket Hoody dan Celana Training dengan warna Biru Dongker dari merk Adidas. Setelan ini yang kubelikan di tahun lalu, emang dasar nih Orang gak tahu Fashion.



“Ehh Anak Mama udah sampe,” sambutku hangat. Seraya mencium Pipi Yansen yang memang sudah Satu Bulan lebih tak bersua.



“Mama Kangen Kamu Nak.”



“Miss U too Mom,” Ucapnya datar, sambil mencium Tanganku.



“Yansen Ini Cantika, Cantika ini Yansen,” Ucapku berusaha mencairkan suasana yang tampak tegang diantara Mereka.



“Kok pada diem saja, apa Kalian sudah saling mengenal?” Tanyaku Curiga.



“Enggak,” Jawab Yansen singkat.



Tak nyampe Lima menit datang ke Rumah Ancol, Kemudian Yansen pun Pamit untuk Pulang dan mengantarkan Cantika.



“Wow... Dimataku Mereka tampak serasi.” Bathin mulai membayangkan pernikahan.



“Thanks so much for everything,” bisik Cantika, Ketika pamitan pulang dengan memeluk dan mencium Tanganku.



“Anytime, My Dear,” balasku.



^\_^ ^\_^



Itulah Yansen, dan mungkin di Dunia ini Yansen adalah Orang yang ‘Langka’ karena Dia sangat membenci Shopping. Baju apa adanya, Mobil dan juga Apartment adalah hasil kerja kerasnya Dia.



Sebagian Gajinya Dia sumbangkan untuk amal Kemanusiaan, yaitu untuk Panti Asuhan Anak berkebutuan khusus dan Yayasan Jantung sesuai dengan Spesialisasi yang Ia ambil. Sebagai Orang Tua, Aku melihat Yansen Ganteng, Gagah, Anakku sempurna, Baik, Genius, Pendiam, Suka menolong dan satu lagi Orangnya Cool.


Aku ingin tahun ini juga Yansen menikah. Kalo perlu besok! Dia bersikap tenang saat digosipkan ‘miring’ dan dengan adanya Gosip itu Aku yang gerah dan kepanasan. Kuakui memang benar adanya, Yansen itu Gay, tapi Aku tidak ingin Anakku menjadi bahan Bulli-an di berbagai Platform Social Media. Public tidak mengetahui jika Yansen adalah Anakku. Andai saja ada yang tahu, kupastikan siapa pun (Wanita manapun) akan bertekuk lutut mau jadi Istrinya. Tunggu saja tanggal mainnya, dimana hari pernikahan itu datang.


Money Talk



Gadis ini adalah Super Model di Mataku karena tak ada bedanya dengan Model\-model yang sering kulihat Fashion Show di depan Mataku secara langsung. Akan segera kunikahkan Cantika dengan Yansen sesuai rencanaku. Benar kata Cantika, Tak ada yang tak mungkin. Jika Tuhan mengizinkan, kelak jika Yansen memiliki keturunan akan secantik Ibunya dan memperbaiki keturunanku.