A CAMOUFLAGE

A CAMOUFLAGE
#14 A Camouflage



Yansen; POV



Sinar lampu dan getaran benda pipih di meja nakas berhasil mengusik lelapku. Terpaksa kuambil, lalu menggeser tombol hijau di layar Smartphone, dengan jelas tertera nama Franda ‘Calling’’.


Bak hipnotis menjalar keseluruh tubuh, saat ini juga Franda menginginkanku berada di Rumahnya dan sikap ini tak biasa. Padahal Hujan turun dini hari, bercampur gumuruh angin dan suara petir menggelegar bertautan tapi tak menyurutkan niatnya untuk memaksaku melewati itu semua. Menembus hawa dingin dan pekatnya malam karena satu alasan yaitu demi membahagiakan Hati Orang tuaku. Ditengah nyala warna\-warni lampau Ibu kota, yang mampu menerangi jalanan dan berhasil mengantarku menembus malam.


Saat ini, Stock sabar Franda sudah diambang Limit oleh karena itu bisa saja Dia membunuhku, jika Aku tak berniat menuruti keinginannya. Tujuannya adalah membuatku “menikah” lebih tepatnya lagi ‘Fake Marriage’ dengan Gadis pilihannya. Entahlah, mimpi atau nyata? Tiba\-tiba dini hari Franda ingin mempertemukanku dengan Seorang wanita “Calon Istri”.



“Huh Cewek apaan coba malam\-malam, bahkan pagi buta di Rumah orang bertamu?” Umpatku, seraya fokus menyetir.


❤️❤️❤️❤️



Namun, setelah bertemu ternyata Gadis cantik itu masih Belia atau masih Bau kencur karena itu membuat rasa hatiku hancur berkeping. Bahkan Aku membenci diriku yang tak pernah mampu mencari Wanita ‘Sewaan’ untuk dijadikan Istriku, sehingga bisa menutupi celaku atau hanya sekedar berkamuflase.


Bukan bahagia yang kudapat, ketika bertemu dengan Gadis Cantik yang lebih pantas menjadi Anakku. Namun, rasa iba dan emosi menjadi Satu menjalar diseluruh Tubuhku. Aku yakin, Franda menekan Gadis malang ini untuk menyetujui rencana gilanya karena satu alasan yaitu Ekonomi.


Keinginan menguasai diriku untuk melajang sampai Mati atau hanya sekedar mencari pembenaran “kesenangan” akan kubatalkan. Aku akan segera mengikuti keinginan Franda untuk mengakhiri masa lajangku.


Aku terlalu menikmati masa kesendirianku, dengan kesendirian Aku lebih menikamti kebebasan tapi jujur itu seringkali Aku merasa Lonely. Menenggelamkan pada kesibukan, yaitu pekerjaanku sebagai praktisi kesehatan dan sebagai Host di TV swasta dengan jadwal yang super padat.


Pada pagi hari, Aku mengabdikan tenagaku di Rumah Sakit milik Pemerintah karena Aku Seorang PNS. Kemudian pada siang hari, Aku membagikan ilmuku di Kampus berlogo kuning dan salah satu Kampus elite di kawasan BSD. Pada Malam harinya, Aku mencari pundi\-pundi Rupiah di Rumah Sakit swasta, tepatnya Rumah Sakit milik Franda yang berada di BSD.


Pada akhir pekan, dua hari berturut\-turut Aku menjadi Host di salah satu TV swasta. Terkadang Aku juga menjalani shooting untuk TVC \(televion commercial\) atau Iklan sebuah produk. Entahlah, ini takdir atau hanya keberuntungan dengan profesiku sebagai praktisi kesehatan membawaku ke Ranah Broadcast. Tentu bukan tujuan hidupku untuk menjadi terkenal sebagai Public Figure, tapi itu semua berjalan begitu saja seperti Air mengalir.


Melalui sebuah acara Talkshow kesehatan menjadikanku Orang terkenal, bahkan menyandang predikat The Most Wanted Man di Negeri Kepulauan ini. Sehingga membuat gerak\-gerikku tersorot lampu kamera. Sayangnya, berapapun jumlah kebaikanku yang kubuat, akan hilang ditelan satu kekurangan dalam Diriku. Ibarat kata, tanah kering karena Kemarau setahun, akan basah oleh hujan dalam satu jam, seperti itulah kira\-kira Aku menggambarkan diriku saat ini.


Seringkali Aku sebagai Manusia, merasa iri dengan kehidupan Manusia lainnya. Seperti halnya, ketika Aku lebih tertarik melihat jendela tetanggaku, karena disana terdapat kehidupan anggota Keluarga yang hangat, harmonis, bahagia dan sukses. Namun, Kita tidak pernah tau dibalik keharmonisan, bahagia dan sukses yang Mereka jalani itu dapat dipastikan ada air Mata penderitaan dan pengorbanan yang harus dilalui untuk bertahan.


Padahal selama ini, Orang yang sering ‘kuintip’ pemandangan di balik Jendela adalah kehidupan Seorang yang sedang menjabat Tanganku. Bahwasnnya Dia dan keluarganya itu punya semuanya termasuk kebahagiaan.


Menurut kebanyakan Orang, Aku adalah Orang ceria dan mudah bergaul, tapi itu salah! Mereka melihatku di TV, Ketika Aku memandu acara yang mengharuskan Aku menjadi sosok yang ramah dan easygoing. Sebenernya, Aku adalah Orang introvert yang tidak percaya diri. Dikarenakan saja Aku genius, jadi Orang\-orang menghormatiku, karena Aku banyak Uang jadi Aku memiliki banyak teman dan banyak yang mau berteman denganku. Namun, Aku sendiri tak bisa membayangkan jadinya, apabila Aku bukanlah Orang genius dan tidak ‘berduit’. Dipastikan Aku akan jadi the real introvert yang takut untuk mengenal Orang apalagi Orang baru untuk bergaul.


Sebagai Fublic figure Aku hanya bisa terdiam, menerima bahwa Aku sering menjadi bahan bully\-an habis\-habisan, bahkan jadi bahan tertawaan. Pikirku, mungkin karena Mereka tidak mengenalku secara dekat jadi bisa segampang itu menghinaku. Namun, berbeda dengan Franda yang tidak biasa dengan perundungan itu. Tangan ‘besinya’ itu ingin sesekali menghajar dengan menjebloskan netijen yang sudah berani merundungku ke penjara. Namun, Aku sering melarangnya karena hal seperti ini jelas akan terjadi ketika seseorang sudah jadi Bintang.



^\_^\_^\_^\_^\_^\_^\_\*


Setelah kupikirkan matang\-matang, tawaran sekaligus ancaman “Fake Marriage” Franda, akhirnya kuterima dengan tangan terbuka.


Namun, disisi lain, setelah Aku mencari tahu siapa Cantika? Aku jauh lebih Iba dengan keadaannya. Mungkin, dengan menerima tawaran untuk menikahi Cantika, itu berarti Aku menolongnya. Di satu sisi, akan Kubuat bangga Orang tuaku dengan cara menerima “fake marriage” menikahi Gadis pilihan Franda demi menutupi kekuranganku dan menjaga nama baik keluarga tentunya.


Aku berharap, pernikahan ini;


\*Dapat menutupi minus yang ada pada diriku, sekaligus berkamuflase.


\*Dapat membuat bangga Keluarga besar Franda, beserta rekan bisnis demi memuluskan segala Bisnisnya.


\*Dapat meredam gossip, sehingga membuat saham perusahaan Franda kembali melejit naik.


\*Dapat membuat lega Fans\-ku dan semua Orang yang anti terhadap “penyuka sejenis” menjadi tersenyum bahagia karena pada akhirnya Aku menikah.


\*Demi menjaga nama baik praktisi kesehatan dan instansiku.


\*Aku juga ingin Hidayah Tuhan menyertaiku dan membimbingku ke Jalan yang lurus diujung usiaku.


Satu yang paling Aku harapkan, meskipun memang impossible Aku berharap memiliki keturunan dari pernikahan ini. Entah itu melalui program bayi tabung atau secara alami. Setelah sadar, ternyata hidupku sepi dan tak ada yang bisa kuajak ngobrol untuk membahas apapun itu. Dengan adanya rencana ‘fake marriage’ ini, Aku jadi tersadar akan perjuangan Franda mendapatkanku, Aku jadi sadar alasan Franda mendapatkanku dengan berbagai cara.