
Meskipun sudah larut malam, lagi\-lagi macetnya Jakarta bikin Mobil bergerak lambat. Apalagi arah ke Ancol, hiburan Siang dan Malam tersedia disana. Ancol never sleep!
Gini nih, Manusia Kalo kekenyangan pasti ngantuk. Mata lengket berasa abis dilem alteco dan akhirnya terpejam dalam damai. \(Mati dong?\) Hahaha... Beluman tsay masih nafas Gue.
Sekalinya terpejam Mata ini enak banget, berasa ringan banget Kepala dan Badan. Pokoknya Lepas banget tanpa beban dan harap Maklum dah bertaun\-taun gak bisa Bobo Cantik seperti ini, eimmm.
“Apa itu pengaruh ‘Kontrak’ ya?”
“Atau emang pengaruh Mobilnya yang super Mewah jadinya nyaman, ah entahlah?” Beo Gue dalam hati bertanya\-tanya.
Setelah terlelap lama, tiba\-tiba Pipi Gue berasa dingin. Sentuhan halus dari Tangan dan sesekali mengetuk\-ngetukkan jarinya ke Pipi Gue.
“Cantika calon Mantu Mama, bangun yukss Kita udah sampe,” suara yang masih asing itu terdengar di Telinga Gue Samar\-samar.
“Ayo turun, Kita udah sampe”.
Masih setengah sadar, dan akhirnya Gue membuka Mata dan Kaget tentunya.
“Aku dimana ini?” Sontak Gue bertanya.
“Udah sampe di Rumah Mama Sayang,” jawabnya.
Oh iya “Kontrak” Gue langsung inget, Gue pun langsung memicingkan Mata dan Sadar sambil menggaruk\-garuk Kepala. Bau khas Air Laut langsung menusuk hidung ketika Pintu Mobil terbuka.
Lebih tepatnya berada di Garasi yang gak begitu luas dan hanya muat parkir Tiga Mobil aja. Mata langsung mengedarkan pandangan, disebelah Kanan terlihat Pak Edy yang sudah membukakan Pintu untuk Kami berdua dan menunggu di samping Mobil. Sementara itu, disamping Kiri ada tembok berwarna Putih dilengkapi Oranamen Batu Alam bergambar Ombak dan Pohon Kelapa berukuran 3X6. Keren!
Wait!
Itu Mobil apaan? So Eyecatching
Yup, Disamping Kanan terparkir Dua Kendaraan Roda Empat. Mobil sport mewah atau biasa Orang menyebutnya a super car yaitu Lamborghini MADURA berwarna Putih. Dan Satu lagi, Mobil Berwarna Kuning keluaran Porche MACAN. Wew!!!
What???
Itu yang Putih Mobil super mehong, Lambo MADURA bisa lebih dari 5Juta US$ harganya dan gak main\-main nih Harga Mobil sebiji doang.
“Sebenernya Siapa sih nih Orang?”
“Gila-gilaaaa... Berarti Doi bukan Orang sembarangan inihhh.”
“Ohhh Pantes, janji ngasih duit Gue Satu miliar gampang beudd.” Bathin Gue terus meracau dan mikir keras kemana\-mana.
Tau gak rasanya pas tadi Lewatin Mobil Lambo MADURA itu? bikin Jantung Gue tambah Ciut.
“Orang macam apa Bu Franda ini?” Bathin Gue terus membeo bertanya\-tanya. Dengan Mata terus mengedarkan pandangan ke Rumah di Bibir Laut ini.
Meskipun sudah lewat larut Malam, tapi ART tetap menyambut Tuannya dengan membukakan Pintu dan tersenyum Ramah. Masuk Rumah dari Pintu samping yang nyambung ke Garasi. Sebelah Kiri, disambut Dapur ala island Kitchen set dari Blanko for SCAVOLINI. Hemmm... Bergaya Modern tapi tetep Classic. I Love it!
Rumah atau lebih tepatnya Villa ini bergaya tropical, yang didominasi warna Hitam dan Putih Tulang yang berasal dari Batu\-batuan Alam. Begitupun, dengan Khusen Jendela dan Pintu berwarna Kayu alami.
Sebagian besar, furnitures dari DAVINCI, karya Theodore Alexander memenuhi tiap sudut. Menambah suasana Rumah bergaya tropics lebih mewah dan nyaman tapi tetap santai. Hampir Semua Perabotan berwarna Broken White dan Natural.
“Kamu nyantai dulu ya, mau nonton TV atau barangkali mau rebahan ‘monggo’. Ada Kamarnya Yansen di atas, kalo mau istirahat disana boleh tapi Orangnya gak ada sih. Mau main games juga boleh, pokoknya anggap aja Rumah sendiri ya. Eh, Bentar ya Mama mau Mandi dulu pliket \(lengket\) banget Badan gak enak,” ucapnya. Sambil menyalakan TV dan memberikan password WIFI pada kertas post it Kuning.
“Iya Mah, nyantai aja Aku tunggu disini aja gak masalah,” timpal Gue. Sembari, minta izin ke Toilet karena udah kebelet.
Yup, I’ve knew Her! Dari semua barang\-barang yang ada di Rumah ini ajaGue udah bisa baca. Bahwa, Bu Franda bukan Orang biasa, Dia adalah salah Satu Jet Set atau Tatler\-nya Indonesia.
“Njiiirrr... Salah nih Gue, berurusan sama Orang Keyesreyes \(Kaya Raya\), Gue cuma Anak ingusan udah berurusan sama Orang ‘gede’ seperti Beliau,” lagi\-lagi Gue mikir, apa langkah yang Gue ambil ini salah?
Lantai Dasar ini sepertinya gak ada Kamar, hanya difungsikan untuk Garasi, ruang Keluarga plus ruang TV, ruang Kerja dan Dapur. Satu lantai dijadikan Satu tanpa sekat dinding, jadi terkesan lebih luas banget Rumahnya.
Di bagian Kanan, Gue Duduk di Sofa menghadap Pantai dengan Panorama Cantik langsung ke Laut. Kaca jendela berukuran 10X4, mungkin baru kali ini Gue lihat Jendela Raksasa, atau lebih tepatnya lagi Dinding Kaca. So huge!
Meskipun sudah lewat tengah malam, tapi pemandangan Cantik tetap terlihat dengan adanya titik\-titik Cahaya kecil yang berasal dari lampu nelayan melaut. Membuat siapapun yang duduk disini betah berlama\-lama menikmati keindahan Malam. Sesekali terdengar suara deburan Ombak, suara Kodok dan Angin laut yang saling bersautan, yang membuat nyaman berlama\-lama duduk disini.
“Nyaman banget Duduk disini, Apa karena Sofà ini mahal?” Tanya Gue, dengan Mata terus memandangi Lampu\-lampu Nelayan.
Lamunan membawa Gue pergi jauh, merasakan duduk di Kapal Nelayan dan menikmati cantiknya Malam, tapi kedatangan ART paruh baya membuyarkan lamunan tiba\-tiba. Dengan membawa Dua Cangkir Teh Twinings dan Dua Piring cheesecake. So yummm!
“Silahkan diminum Non, mumpung masih anget Tehnya. Oh iya Ini Cheesecake\-nya Bibi yang buat sendiri loh tadi Sore,” pintanya. Sembari menata Dua Cangkir Teh dan 2 Piring Cheesecakes.
“Wahhh... Makasih banyak Bibi, maaf ya ngerepotin pasti nanti Aku abisin Cheesecake\-nya,” timpal Gue dengan senyuman dan gak sabar pengen ‘nyolek’ Cheesecake.
Jam Tangan Gue menunjukan pukul 01.07 WIB dini hari, yup Gue udah nunggu Mama Franda lebih dari Satu Jam.
“Apa Doi ketiduran?” Pikir Gue.
Gue yang Butuh, jadi ya Gue yang harus sabar nunggu. Semangat!!!
“Sampe Pagi pun Gue jabanin nunggu di mari,” kesel Gue. Sambil rebahan dan Mata mulai mencari\-cari Remote TV buat pindahin ke Channel Korea karena bosen Gue pun nonton TV Korea \(TVN\). Abisnya, kalo nonton TV lokal yang ada pemberitaan si Lont\* mulu yang lagi bahagia\-bahagianya baru melahirkan. Disana bahagia, disini menderita Woyyy, So irritated!
Wowww... TV dan Speaker yang lagi Gue tonton bukanlah barang biasa dari merk yang sering diiklankan di TV\-TV. Yup, TV dan Speaker keluaran Bang & Olufsen, merk ini gak dikenal luas dan hanya Orang\-orang “GILA” yang kebanyakan Duit aja yang mampu beli karena satu unit TV bisa seharga 1 Miliar. Belum lagi, harga Speakernya bisa buat beli Mobil baru.
Fiughhhh!... Setelah nonton Drakor sampe habis Satu Episode, tak lama kemudian Mama Franda pun turun dari lantai Dua.
“Maaf lama, Mama abis mandi, biasa berendam dulu biar pegel\-pegel ilang.”
“Ikut ke ruang kerja Mama yuks, biar sekalian di print out kertas perjanjiannya jadi bisa langsung Kamu tanda tangan,” ajaknya.
Tanpa disuruh, ART berdaster memindahkan Cheesecake dan juga Teh ke ruang kerja Mama Franda. Ruangan Kerja itu disamping Dapur, dengan perabotan sangat simple dan mengadopsi gaya Kontemporer dari DAVINCI dengan designers yang sama.
“Sebelum points ini Kamu tanda tangani, Kamu boleh jujur gak sama Mama. Kapan Kamu terakhir berhubungan badan?” Tanyanya serius, dengan tatapan Mata Elang seolah ingin menerkam Gue hidup\-hidup.
“Iya itu ML?” Tanyanya lagi, dengan masih pandangan yang sama.
“Never”. Jelas Gue meyakinkan, sambil menggelengkan Kepala.
“Ok, berarti Kamu masih beneran ‘Virgin’ ya?
“Yes, Absolutely I’am”. Gue kembali Menegaskan dan meyakinkan.
“Very Good Dear, Saya ingin membeli barang baru bukan bekas.”Ketusnya, sambil membuka Laptop mencari\-cari ‘Surat perjanjian’ itu di bagian dokumen Family file.
“Ok, Let’s make points. Eh tapi sebaiknya Kamu check dulu sebelum di print out. Barangkali ada Points yang memberatkan Kamu,” ucap Mama Franda meyakinkan Gue.
“Baiklah, Aku coba check ya Ma,” sahut Gue. Kemudian berusaha meneliti Points yang sudah Mama Franda buat sebelumnya.
“Huhhh... Nih Emak\-emak kecehhh emang udah ‘terniat’ nyariin calon Bini buat Anaknya.” Bathin Gue mulai membeo, sambil mengecek word di Laptopnya.
❤️❤️❤️❤️
The Points
1. Setelah Tanda tangan Kontrak ini, Dua Minggu kedepan acara Tunangan.
2. Setelah UN selesai \(Ujian Nasional\) Pernikahan dilaksanakan.
3. Setelah Menikah Harus tinggal di Apartment atau Rumah bersama Bumi Yansen Asma Soebroto.
\(Tidak boleh nginep di luar, kecuali Ada kepentingan mendesak\).
4. Harus bisa “Mengurusi” hidupnya Bumi Yansen, dari mulai bangun tidur sampai mau tidur lagi.
\(Masak, Bersih\-bersih, beres\-beres, nyuci dan nyetrika. Pokoknya No Maids, nanti malah jadi bahan Rumpi dan gak bisa Keep secret\).
5. Harus jadi Fashion styles, dan sebagai Designers interior untuk tempat tinggalnya karena Yansen Orang yang gak tau apa itu Fashion dan Dia Orang yang gak suka shopping.
6. Apartemen harus bersih, rapih dan hygienic and no dust in.
7. Kalo Yansen transfer uang Bulanan terima, tapi Kamu harus Simpen dan catet itu tiap Bulannya.
8. Kamu Harus lanjut Kuliah.
9. Dilarang memiliki teman, pertemanan, perkumpulan \(semacam Arisan atau Geng Squad ala\-ala Anak zaman now\), kecuali buat keperluan tugas Kuliah.
10. Dilarang memiliki hubungan dengan Laki\-laki lain \(Entah itu teman Kuliah, teman curhat, temen pelarian atau temen buat iseng\).
Harus mendampingi Bumi Yansen ketika ada acara Keluarga ataupun Kantor.
Dilarang membawa Teman ataupun Keluarga ke Apartemen.
No Pet allowed.
Dilarang memberitahukan ‘Kontrak’ ini pada siapa pun, termasuk Bumi Yansen Asma Soebroto.
“Ma, boleh Tanya sesuatu gak?”
“Boleh Sayang”
“Aku gak tau Apa yang akan terjadi nanti? Kalo seandainya Aku nanti Hamil. Gimana nasibnya Anak itu nanti setelah Kontrak ini selesai?”
“Hahahaha.... Sepertinya itu ndak mungkin Sayang.” Ucap Mama Franda, tertawa lepas, sambil menutup Bibirnya.
“Gue cuma liatin Camer \(calon mertua\) ketawa sengakak itu? Apa pertanyaan tadi itu lucu?” Gue langsung mikir keras.
“Ah Mama, Gay juga Laki kelesss yang punya \*\*\*\*\*\* dan itu bisa bikin bunting Cewek. Bisa jadi nanti Yansen jatuh Cintrong ma Gue, ato gak Anaknya Mabok, trus liat Gue mirip Cowok Kekar berotot, nahh nafsu deh Doi ma Gue,” beo Gue dalam hati, bercampur ‘ngakak’ sejadi\-jadinya dengan tak lupa menutup Bibir rapat.
Lagian mana ngerti kan, Tuhan itu maha mengetahui. Dengan atas kuasa Nya lah sangat gampang untuk bisa membolak\-balikan asa Manusia.
“Tapi setidaknya, Aku ingin memastikan, jika suatu hari Aku Hamil dan Melahirkan Bayi itu milikku juga kan? Pasti Ikut Aku kan?”
“Hahaha... Iya, iya Mama ngerti, bisa jadi Kamu hamil. Tapi Apa mungkin? Gak mungkin ah!”
“Gini aja, kalo pun itu terjadi ya ga masalah, Mama malah seneng banget. All I have it’s Your!, can u understand?”
“Kalo Kamu bisa bikin ‘pewaris’ Keluarga Mama kenapa gak?” Ucapnya, sambil membuka Laci Meja dan mengambil sebuah Cerutu Cohiba Behike dari dalam kotak. Lalu menggunting sedikit ujung Cerutu itu dan menyalakannya dengan semburan Api dari Korek S.T Duppont dan menyemburkan asap pekat yang bikin Gue terbatuk\-batuk.
Jelas terlihat, Mama Franda bukanlah Wanita biasa seperti dugaan Gue sedari awal kalo Dia adalah ‘seorang Taipan‘.
Diambilnya sebuah Red Wine keluaran Pinot Noir dari rak khusus penyimpanan koleksi Wine yang ada di belakang Meja Kerjanya dan Dua Gelas Red wine sudah tersedia.
Mama Franda membuka Botol itu dengan sangat mudah, hanya satu kali hentakan. Setelah tutup botol kebuka, lalu Ia mencium aroma dari Botol dan kemudian tersenyum penuh kemenangan. Setelah itu, lalu menuangkan ke Gelas gak banyak hanya seperempat.
“Let’s cheers.” Sambil tersenyum dan Satu tangan menyodorkan Gelas ke Gue.
Teng!
Bunyi Gelas itu membangukan Mimpi\-mimpi Gue, mulai saat ini Gue Akan semangat mengejar mimpi dan harapan supaya bisa Sukses seperti Mama Franda.