
Sampe akhirnya, Yansen membelokan Mobilnya ke sebuah Mall yang berada di Bibir Laut. Tanpa ada kalimat ‘Pamit’ ngajak Makan.
Pas sampai di parkiran yang masih dipadati kendaraan dan Orang\-orang lalu lalang, dengan sigap Yansen turun dan membukakan Pintu Mobil di samping Gue. Jujur deh, kalo laper perut ‘dangdutan’ mulu gak mungkin Gue bisa tidur, tapi Beda lagi kalo kenyang langsung deh \*\*\*\*\* \(nempel molor\) pokoknya Monkey Style deh Gue mah.
Gue pun langsung turun dan ‘ngekor’ ke mana Yansen melangkah? Maklum, karena Gue belum pernah nge\-Mall disini. Mainan Gue ya muter\-muter aja terus di JakSel, Jakpus \(Grand Indonesia dan Plaza Indonesia\) dan paling jauh ‘nyasar’ ke Taman Anggrek Mall dan Central Park. Pokoknya gak pernah deh ‘ngayab’ jauh\-jauh apalagi ke daerah sini. \(Hidup Gue Kudet eimm\).
Tanpa arah yang jelas dari mana? Paparazzi ‘Kaleng\-kaleng’ menyerbu Kami berdua, dengan Kilatan Ponsel mengambil Gambar tanpa henti Gue cuma bisa ‘cengo’. Maklum, ini pertama kalinya jalan bareng Celeb dan bingung harus ngapain? Sampai akhirnya, Yansen menarik dan menggenggam Tangan Gue, lalu berjalan menuju Lift.
Ting!
Lift pun terbuka dan lagi\-lagi kilatan Lampu Camera Ponsel terus membabi\-buta ke arah Kami berdua. Bibir Mereka membentuk huruf O dan tersenyum, “Kan Gue bilang apa? Dia itu bukan Gay, tuh buktinya Pak Dokter gandeng Cewek, Ceweknya cantik lagi,” ucap salah Satu Paparazi. Yang terang\-terangan ngomongin di depan Orangnya langsung. Gue cuma bisa mengatupkan Bibir supaya gak ‘ngakak’ keceplosan.
Ting
Lift kebuka di lantai GF, Yansen masih menggenggam erat Tangan Gue dan berjalan ke arah Restoran Jepang tepatnya Sushi and Grill.
“Irasaimase, Irasaimase Konbawa,” ucap semua pelayan Resto kompak.
Dengan sigap dan Ramah, salah satu Waiter mengahampiri Kami berdua untuk mengarahkan ke Meja kosong. Lalu memberikan dua buku menu, “Selamat malam Kakak, Silahkan ini buku menunya, nanti kalo sudah siap order Kakak boleh panggil Saya ya,” ucap Waiter. Dengan tersenyum ramah, lalu membungkuk pamit layaknya Orang Jepang.
“Bang, bentar deh Kita langsung order aja langsung,” panggil Yansen pada Waiter.
“Kamu mau makan apa?” tanya Yansen.
“Aku mau edamame, grill Sushi set, Yaki tori dan minumnya Ocha anget aja,” pesenku pada Waiter.
“Bapak Dokter pesen apa?” tanya Waiter.
“Aku samain ajalah,” sahut Yansen males baca buku menu. Dengan Wajah lelah, Mata berair dan Tangan menutupi Mulut karena menguap.
“Baiklah,mohon ditunggu pesenanya,” ucap Waiter. Tersenyum ramah, lalu membungkuk dan berlalu.
Lagi, tak ada percakapan diantara Kami berdua. Yansen fokus pada benda Pipih, dengan lambang ‘tomat’ kegigit yang sama dengan punya Gue. Bedanya, Ponsel milik Yansen keluaran terbaru, sedangkan punya Gue udah Tiga tahun belum ganti. Gue pun gak mau kalah, mengeluarkan Ponsel dan ternyata banyak pesan dari WA, Line, Kakaotalk dan DM dari IG, FB, Tweeter dan Tiktok.
Deg!
“Hahhh... Apaan ini? Kok Messages banyak banget masuk, ampe Ponsel jadul Gue ‘hang’ gini.”
Setelah Gue buka DM dari IG dan FB, ternyata banyak Photo yang ‘seliweran’ dengan nge\-tag akun Gue.
“OMG... cepet banget, Photo tadi di Parkiran udah seliweran,” gumam Gue heran.
“Kenapa? Viral ya? langsung Off\-in notifnya, biar gak hang,” sahut Yansen sembari tersenyum.
“Iya kak,” timpal Gue singkat.
Tak lama kemudian, Makanan pesenan Kami datang, tapi kali ini Waitress yang menghidangkan Makanannya. Setelah beres menata hidangan, tampak ragu dan malu Mbak Waitress memberanikan diri, meminta Poto dengan Kami bertiga. Yansen cuma senyum dan mengiyakan, Gue cuma bisa pasrah dan ikut tersenyum saat lampu kilat itu menyala.
Gue Baru inget, kalo Yansen adalah Celebrity Tanah Air yang disegani, selain ganteng Yansen juga sebagai Dokter Specialist Jantung.
Gue masih cuek karena belum ngerti, apa itu The Power of Socmed?
Setelah selesai Makan, Yansen langsung mengantar Gue pulang ke Rumah lama di Patra Kuningan dan lagi\-lagi Gue ketiduran di Mobil. Yansen mengelus Pipi Gue berulang\-ulang, supaya Gue bangun. Sontak Gue kaget kebangun, Tangan Yansen sedang asik di Pipi Gue dan sesekali ke leher membuat geli.
“Maaf kak, Aku sudah gak tinggal disini lagi,” Ucap Gue dengan perasaan sedih. Karena lihat Rumah yang sedang dibongkar dengan alat berat Excavator.
“Aku sekarang ngontrak di Mampang Kak,” jawab Gue. Tak tahan menahan bulir bening dari pelupuk Mata jatuh begitu saja.
“Sejak kapan?”
“Baru Tiga hari kok.”
“Ok, nanti tunjukin Jalannya, jangan Ketiduran lagi,” pintanya.
“Hari ini gak ke RS?” tanya Yansen.
“Mau, tapi Aku harus mandi dan ganti baju dulu, lengket banget nih Badan.”
“Oh ok.”
Suasana hening kembali, dan Kami sibuk dengan Pikiran masing\-masing sambil menikmati macetnya Jakarta. Kali ini, Gue ikut sibuk nunjukin jalan ke Rumah kontrakan.
Rumah yang Gue kontrak saat ini, adalah Rumah petak dengan biaya sewa 800,000/bulan. Posisinya gak begitu jauh dari Jalan Raya Gatot Subroto, tapi untuk masuk ke Rumah Petak ini harus melewati gang sempit kurang lebih 50 meter.
Begitu sampe di Rumah petak.
Yansen pun ikut masuk dan melihat barang yang masih bertumpuk\-tumpuk ada beberapa Kardus besar, Kontainer Plastik dan beberapa barang lainnya yang berantakan.
“Kenapa Kamu gak bilang Saya kalo butuh tempat tinggal?” tanya Yansen.
“Gak tau lah Kak, Aku aja bingung harus kemana? Sementara Aku cuma dikasih waktu satu hari buat pindahan. Tempat ini punya temenku waktu SMP, Aku gak punya waktu buat nyari\-nyari tempat lain,” sahut Gue. Sembari menata Dus\-dus supaya nempel ke dinding dan gak kehujanan.”
“Pindah aja ke Apartemenku ya, Aku ada Unit di Taman Rasuna, deket kan tuh ke Rumah Sakit, trus kalo Kamu Sekolah tinggal naik Transjakarta,” ucapnya. Sembari meyakinkan Gue dengan memberikan Kunci Apartemen.
“Emang gak ditempatin Kak Apartemennya?”
“Lagi kosong udah Tiga bulan, biasanya kusewain.”
“Minggu Aku Off dan gak ada jadwal Shooting. Nanti kubantuin pindahan. Untuk sementara, hari ini Adek Kamu dan si BiBi sekarang aja ke Apartemen. Kebetulankemarin baru dibersihin, Kita berangkat bareng aja, biar sekalian Aku antar Kamu ke Rumah Sakit dan Aku anter Adek sama Bibi ke Apartment. gimana?” Tanya Yansen, memandang Gue iba.
“Mmm... Aku seneng malah, tapi Kakak beneran gak apa\-apa Apartemennya kutempatin?”
“Ck, udah pake ajalah, gak usah banyak mikir gitu.”
“Ok deh, Makasih banyak ya Kak,” berusaha mengucapkan rasa terimakasih. Sambil Gue peluk Yansen reflects karena saking senengnya, ternyata masih ada Manusia yang memanusiakan Manusia di Dunia ini.