
Yansen POV
Hari berganti dan Minggu pun turut berganti dengan waktu berputar begitu cepat berlalu tanpa bisa kubendung. Hari ini adalah Hari yang paling kuhindari dalam hidupku yaitu Pertunangan karena jika ada pertunangan, maka akan muncul pertanyaan. Kapan diresmikan? Setelah pernikahan diresmikan, maka akan ada pertanyaan. Kapan mau punya momongan? Setelah punya momongan, maka akan ada pertanyaan. Kapan mau nambah lagi momongannya? Terus\-terusan akan muncul beberapa pertanyaan.
Namun, ketika ada satu hal yang belum terwujud dalam kehidupan “perfect married” menurut versi kaum Konservatif. Maka, sudah dipastikan ada yang ‘salah’ dalam membina hubungan rumah tangganya. Itulah Kira\-kira problematika kehidupan Rumah Tangga.
Sebagai Manusia yang berpijak di tanah yang menjunjung tinggi nilai, norma sosial dan agama. Maka, Aku harus melewati itu semua. Demi membahagiakan Orang tuaku, demi membersihkan nama baikku, demi meneruskan keturunanku dan satu lagi yang paling penting adalah demi memulai membuka pintu taubat pada sang Maha Pencipta untuk menjalani hidup lurus.
Namun, jika boleh jujur hati kecilku merasa ingin lari dari Planet Bumi menuju Planet Mars untuk bersembunyi. Berharap, kembali nanti pas saat Orang\-orang yang mengenalku sudah menua dan melupakanku, bahkan Mereka semua meninggal dunia. Aku ingin hidup di dunia baru, tanpa ada yang mengenalku apalagi Mereka hanya melihat sisi kekuranganku. Sorry to say, bukannya Aku menyesali jalan hidupku, tentu tidak! Tapi sebagai Manusia, terkadang Aku juga punya rasa egois dan ingin semua berjalan dengan baik sesuai kehendakku. Tanpa harus melulu memandang minus yang ada dalam diriku, tapi juga kelebihan dan kebaikan\-kebaikan harus menjadi pertimbangan.
Meskipun ini hanya sementara, setidaknya Aku harus tanggung jawab pada istriku kelak, dengan wajib memberikan nafkah lahir maupun bathin. Nafkah lahir sudah pasti bisa kupenuhi, tapi Aku akan berusaha keras untuk memenuhi nafkah bathin karena masih ada keraguan yang menghalang. Dengan adanya Pertunangan ini, dipastikan Aku tidak lagi punya waktu luang untuk kesenanganku karena Aku juga harus memikirkan keadaan Istriku, dan menemaninya pada saat Dia ingin pergi ke suatu tempat.
Benih\-benih kasih Sayang ini mulai muncul begitu saja tanpa ada paksaan. Jujur, belum apa\-apa Aku bahkan ingin selalu disamping Cantika karena terasa nyaman. Entahlah, mungkin itu hanya sebatas simpati karena Cantika mengalami penderitaan yang mendalam.
Lamunanku berfikir lebih jauh lagi, dimana Kami akan tinggal? Dikarenakan Cantika tidak sendiri, Dia datang bersama dengan segudang masalah dan sekaligus memikul beban yang tidak mudah. Belum lagi, dengan kehadiran Adiknya yang masih TK dan sementara Mamihnya masih Koma. Sangat kompleks memang, masalah yang dihadapi Cantika. Setelah pertemuan kedua dengan Cantika, diam\-diam Aku sering mampir untuk menengok keadaan Bu Widya, Mamih Cantika demi rasa kemanusiaan.
❤️❤️❤️❤️
Dikarenakan acara diadakan di Ballroom, maka Kami bisa menempati ruangan ganti atau ruang keluarga di sebelahnya. Hotel mewah berbintang Lima yang Franda pilih terletak di kawasan Senayan. Hotel mewah yang sampai parkiran dipasang keramik ini didominasi warna Pastel, Emas dan Hitam. Bahkan di toilet sekalipun, Aku merasa nyaman karena saking mewahnya. Selain mewah, kebersihan menjadi yang utama.
Lagi, Cantika ‘pamer’ lekuk tubuh Indahnya di depanku, kali ini Cantika memakai cd berwarna putih berenda tampak seksi dan ‘gumusssh’, belum lagi Dada penuh nan ranum. Sikap manja dan tak acuh Cantika padaku, telah berhasil membuat Juniorku mengeras seketika. Asal tahu saja, tiap kali Cantika ‘pamer’ pemandangan itu membuat Kepala berasa ingin meledak.
Namun, kusembunyikan hasrat gila ini dan berpura\-pura tak melihatnya, Mataku harus fokus tertuju pada Ponselku dan bermain Games online. Oh, Begini toh rasanya melihat Wanita yang kini sudah dekat denganku, bahkan Kami sering bersentuhan fisik karena Wanita ini telah berhasil mengubah hasratku, dengan rasa dan gelora yang berbeda. Maka, saat ini pula lagi dan lagi jantungku berdegup kencang, tenggorokanku mulai kering, berasa Saliva hanya setetes di mulutku dan Akupun terbatuk\-batuk. Jujur tak enak rasanya menahan ini semua, menahan ego untuk menerima gayung bersambut.
Setelah selesai make\-up, Cantika mengganti baju dengan Gaun yang dipilihkan Franda. Gaun berwarna Putih tulang dengan taburan Mutiara yang senada dengan Tuksedoku. Cantika sesuai namanya sangat Cantik nan anggun malam ini. Mata Cantika seolah tajam menatapku dan berhasil membuatku tak berkutik, dengan sisa\-sisa nafas Aku terbangun untuk mencari udara segar.
Dibalik celah pintu kutatap Cantika, memuji dan bersyukur akan segera menjadi milikku. Dengan Tinggi badan menjulang bak Model internasional, Payudara penuh, perut tipis dan bokong berisi dan itu semua membentuk sebuah gitar. Dengan langkah pasti yang sangat anggun, membuat siapapun melihat Cantika malam ini ingin segera memiliki dan membawanya ke atas kasur. Tapi entahlah, keraguan\-keraguan itu masih menyelimuti karena bayang\-bayang Ayman, pasanganku. Gilanya Aku belum bisa move on, meskipun Ayman sendiri telah berkeluarga dan menyuruhku untuk menikah. Namun, Aku takut, takut sekali rasa suka pada Cantika hanya sesaat atau bahkan pelarian semata dan berujung menyakiti hatinya yang masih labil.
Rambut panjang Cantika disanggul membentuk siput, dengan sedikit taburan Mutiara diberbagai titik. Leher jenjang itu jelas terlihat sangat menggoda, belum lagi punggung yang dibiarkan terbuka membentuk huruf V dengan kalung emas yang menjuntai dipunggung sebagai connector antara bahu kanan dan kiri membuat Cantika terlihat anggun nan berkelas.
Acara Pertunangan itu dihadiri oleh Keluarga Cantika, ada Ayah, Oma dan juga Tantenya. Namun, Cantika bersikap dingin dan tak acuh pada keluarganya itu, tak ada kata\-kata yang terlontar dari Bibir penuhnya itu selain mengumpat. Yup, Aku memaklumi itu semua.
Tampak tamu undangan sudah berdatangan, dan menempati meja masing\-masing sesuai nama yang tertera. Tamu\-tamu itu datang dari Keluarga besar Franda dan Ibu Laras yang sudah lama tak bersua. Hadir juga para sahabat, kolega dan rekan bisnisnya Franda. Acara ini tidaklah murni untuk perayaan pesta pertunangan saja, tapi ada azas manfaat yang sengaja Franda buat, bertujuan membangun kerjasama baru untuk memperluas bisnis perusahaan.
Acara berjalan dengan lancar dan khidmat, yang dipandu oleh dua orang MC kawakan yang juga sebagai Aktor dan Artis senior. Dengan hadirnya Group Musik, membuat suasana Pesta Pertunangan meriah.
Tak lupa, ratusan wartawan baik dari media TV, online dan cetak pun kompak datang dan memberitakan acara Pertunangan Kami ini. Asal tau saja, Wartawan ini semua adalah bayaran, supaya Aku dan Cantika diekspose habis\-habisan demi memoles goresan gossip “miring” yang telah berkembang di masyarakat.