A CAMOUFLAGE

A CAMOUFLAGE
#13 A Small World



Franda: POV



Well, we’ll.... Sudah hampir Dua Minggu Orang \(Detektif\) yang kutugaskan mengikuti kemanapun Cantika melangkah. Setelah laporan masuk, ternyata Cantika adalah Cucuk dari Sabahat mendiang Istriku ketika kuliah di Barkeley. Hey, Dunia itu sempit, hah!


Setelah Kusadap Ponsel Cantika tak ada yang mencurigakan dan tak ada komunikasi dengan siapa pun. Fixed, ini Abege baik bukan ‘Cabe\-cabean’ atau Abege ‘sok tajir’ yang hobbynya Clubbing.


Pertunangan Cantika dan Yansen akan diselenggarakan Lima hari kedepan. Namun, menurut cerita dari Agen Osso \(detektif\), bahwa Mamihnya Cantika masih dalam keadaan Koma. Tapi biarlah yang seharusnya kulakukan, akan kulakukan sesuai rencanaku seperti diawal perjanjian. Meskipun, sebenernya rencana pertunangan ini sudah mundur lama karena kesibukanku juga.


Sore itu, kuperintahkan Yansen menjemput Cantika ke sekolahnya dan langsung mengantar ke Butik langganku untuk Fitting baju acara Tunangan nanti.


Tak lupa, kuperintahkan beberapa Mata\-mata sebagai Paparazi yang bertugas mengambil gambar dan menyebarkannya ke Socmed dengan tujuan ‘pemanasan’. Supaya, pas nanti acara petunangan, tidak serta merta publik curiga bahwa Ini setingan. Namun, diluar perkiraan, ternyata ribuan Jari\-jari Netijen ikut andil membantu sehingga berita itu sangat cepat menyebar. So awesome!



^\_^\_^\_^\_^\_\*


Tuhan itu Maha adil, setelah Cantika disia\-siakan oleh Keluarga besarnya, saat itu pula Tuhan mempertemukan Cantika denganku. Seandainya, malam itu Aku tidak ada meeting di Rumah Sakit pusat dan Aku tidak mendengar “Makian” dari seorang Gadis di tangga darurat, mungkin sampai detik ini Aku tidak pernah mengenal Cantika. Jika seandainya, Cantika dikenalkan langsung oleh Tsamara untuk dijodohkan dengan Anakku. Pastinya, mahar yang diminta akan sangat mahal, bisa\-bisa Satu bahkan Dua perusahaan akan berpindah Tangan menjadi miliknya. Dengan kata lain, Tsamara akan menjual Cantika dan menukarnya dengan Rupiah. Sikap kejam yang dimiliki Tsamara diwariskan dari sang Ayah, yang tak lain adalah mantan Politisi yang sadis dan otoriter, Tsamara dari dulu tak pernah berubah, berkehendak sesuai keinginan dan mengatur jalan hidup Orang. Sekiranya ada yang dirasa mengganggu Kepalanya, maka bersiaplah untuk di Dor!


Roda itu berputar Tsamara!


Kekayaan Tsamara tidak sebanding dengan apa yang sudah kumiliki saat ini. Dulu Kau memang Keluarga kaya raya, sampai\-sampai Orang bilang Kekayaan keluarga Keluarga Tsamara tak kan habis sampe 7 turunan dan tanjakan. Tapi itu dulu, sekarang Hartamu sudah terbang bak debu dan membeku karena banyak Aset yang disita Negara. Tak lain karena Alam sudah mulai murka dengan sikapmu, beserta Saudara\-saudaramu yang kejam, serakah, sok berkuasa dan congkak.


Tak ada angin, tak ada Hujan tepat Jam 14.00 WIB Tsamara ada di hadapanku. Setelah berhasil menerobos pintu masuk, yang dijaga ketat oleh Dua Orang Sekretaris dan Tiga Orang pengawal Pribadi yang menghadangnya.


Sebelumnya, pada pagi hari Tsamara berusaha menghubungiku berkali\-kali menelpon dan mengirimkan pesan, tapi Aku bersikap tak acuh. Siangnya, sampai juga Dia datang langsung ke Kantorku tanpa perjanjian. Tsamara berkilah, bahwa Cucuknya berada dalam Hak asuhannya dan Dia yang berhak untuk menentukan dengan siapa Cucuknya akan menikah.


Wanita paruh baya yang masih memancarkan kecantikan karena ada dorongan Money Power. Usianya tak jauh beda denganku sekitar 70 tahunan, masih terlihat Cantik, segar, bugar, berambut pendek, dengan Sunglasses masih menempel. Hanya dengan sekilas melihat penampilan, siapapun akan tau bahwa Tsamara adalah Orang kaya.


Memakai Setelan monokrom dari merk ternama Fendi, atasan Sweaters dengan model turtleneck, bawahan Rok yang sedikit mengembang dibawah lutut dan Sepatu Sneakers yang senada dengan Baju motif monokrom. Sebuah kemewahan terpancar di Tangannya, dengan menenteng Tas Hermès birkin white Himalayan crocodile atau Albino bag Hermès. yup Tas itu seharga 7,2 miliar yang dikelilingi berlian dan Mas putih 18 karat. Bisa dibilang wajah Tsamara sekilas mirip Kriss Jenner.



Suara langkah pasti,mematahkan konsentrasiku dan tak ada basa\-basi ketika menginjakkan Kaki di ruanganku.Tsamara langsung menusuk Tajam Mataku, lalu membuka Kacamata hitamnya dan menempelkan di Kepalanya. Dengan sikap Bossy dari jaman Kuliah sampe sekarang belum berubah, terlebih lagi Tsamara sering bersikap bak Ratu yang harus dilayani dan seringkali mendiang Istriku jadi sasarannya. Mata Tsamara berkata Hey Kamu, Kamu harus tau siap Aku dan turuti perintahku.



“Cantika adalah Cucukku yang paling berharga, Ayah Cantika sudah tak peduli lagi dengannya. Jadi hak asuh Cantika ada dalam Tanganku. Tanpa seijinku, Pertunangan apalagi pernikahan itu takkan ada,” ucap Tsamara. Langsung to the point, ketika menginjakan Kaki di Ruang Kerjaku, seraya menatapku tajam dan penuh amarah.



“Hallooo... Hi apa kabar? Mari kita duduk santai dulu yuks Nyonyah Tsamara. Long time no see ya, mau ngopi? atau ngeteh\)” rayuku.



“Oh no thanks,” jawab Tsamara singkat menolak. Seraya membalikan Badan dan Mata mengedarkan Pandangan ke luar jendela yang tampak Landscape Ibu Kota Jakarta dari ketinggian lantai 50.




“Ohhh... Baiklah Nyonya,” ledekku terkekeh. Mendengarkan ular itu mencoba ingin mengaturku.



“Ok, baiklah Kita langsung saja pembicaraan dimulai. Cantika yang datang sendirian padaku, tanpa Orang tua dan siapapun malah Ibunya tengah sekarat,” sahutku. Sembari menyodorkan Teh Matcha yang kubuat sendiri di ruanganku.


Lalu Kami sama\-sama minum Teh, dengan tatapan masih terpaku pada pemandangan luar Gedung sekitar SCBD dan Kami masih dengan pikiran masing\-masing.



“Ngomong\-ngomong gimana kabarnya Nyonya Tsamara? Tanyaku, berusaha memecah suasana tegang diantara Kami berdua.



“As you see, I’m well,” sahut Tsamara singkat.



“Pokoknya apapun itu harus konfirmasi dulu sama Aku, Cantika masih Anak\-anak,” ucapnya. Ketegangan sudah berkurang dan Tsamara berusaha menegaskan.



Pikiranku langsung menerka, kalo memang benar adanya Cantika masih ‘diurusi’ dan memiliki Nenek Kaya yang mumpuni, pastinya Cantika tak akan mau menerima tawaran Gila ini. Aku malah tertantang dan sama sekali tak akan bergeming, apapun itu ancaman Tsamara padaku.


Setelah itu Tsamara meninggalkan Ruanganku, dengan rasa kesal yang memuncak karena Aku bersikap Diam dan tenang, seolah tak takut akan ancamannya. Ini bukan lagi era Bapakmu Tsamara, harusnya Kau sadar itu.



^\_^\_^\_^\_^\_^\_\*


Rasa penasaranku, akhirnya terjawab sudah dengan teka\-teki Cantika. Berdasarkan info yang di dapet Cantika sengaja ditinggalkan oleh Pambudi, Ayahnya, atas instruksi Tsamara Wijayanti Asmoro \(Ibu Pambudi\).


Saat ini, Perusahaan yang Tsamara miliki hanya sebesar biji kacang ijo, dibanding Perusahaan Milikku yang sudah mendunia dan menggurita.



Setelah itu, Akan ku buat Drama seolah Cantika adalah Cinderella. Dan memang benar adanya, saat ini keadaan Cantika memprihatinkan tinggal di Rumah petak dengan segudang masalah yang Ia hadapi. Salah satunya, mendampingi sang Ibu yang sedang sekarat.


Aku tidak berharap lebih dari pernikahan ini, yang penting legalitas dan sejarah Akan membuat Anakku menikah dengan Wanita. Mimpi ku akan segera terwujud, menikahkan Anakku, dengan seorang Gadis yang sudah jelas Bibit\-Bebet\-Bobot\-nya. Untuk kedepannya, akan segera kutebas siapapun Orangnya yang berani merundung Yansen. Rasa sakitku sudah tak tertahankan lagi, melihat Anakku yang Sempurna di Mataku, dirundung habis\-habisan. Akan kubuka, bahwa Yansen adalah Anakku dan sebagai pewaris tunggal Soebroto Land group.



Hi Readers, semoga ini menjadi obat kangen ya, Udah lama gak update sambil nunggu acc. Makasih banyak udah mampir. Jangan lupa komen ya ???