
Yansen POV
Aston Rasuna, disanalah Cantika tinggal menempati Apartemenku yang kubeli dari Antonio teman SMA\-ku 7 tahun lalu. Saat ini, Anton sudah bermukim di Amerika karena telah berhasil mengejar impiannya menjadi Chef.
Apartemen ini tak terlalu luas, tapi lumayan untuk dijadikan hunian keluarga kecil. Memiliki tiga kamar tidur dengan kamar mandi di masing\-masing kamar, ruang tamu, dapur dan meja makan jadi satu yang juga bersebelahan dengan ruang mencuci\-setrika baju. Kupilih Kamar utama untuk Cantika dan kamar anak untuk Viona yang saling berhadapan. Sesuai permintaan Viona, Bi Sum harus selalu tidur bersama Viona. Lalu satu lagi, Kamar tamu yang terletak disebelah kamar Viona, akan kurombak total menjadi mewah dan nyaman karena dipastikan Franda akan sering berkunjung dan bermalam.
Dua hari sudah Cantika menempati Apartemenku, tak butuh waktu lama untuk memindahkan barang\-barang yang Cantika dan Viona miliki. Selain barang tak banyak, salah satunya karena berkat bantuan Bi sum yang super cekatan dalam menata dan merapihkan barang\-barang.
Minggu malam, jam Dinding menunjukan pukul 23.12 WIB dan saat ini Bi Sum juga Viona sudah terlelap. Sementara, Cantika masih asik berkutat menata barang\-barang pribadinya. Seperti biasa, kudengar bunyi dari Perut Cantika tapi Dia hanya terdiam menunduk malu. Disaat Cantika mandi Kubuatkan nasi goreng karena Aku merasa tak tega, tak sehat memang dini hari makan. Tapi Aku tak bisa lihat Cantika terus meremas perutnya menahan lapar. Sementara, di kulkas masih kosong tak ada bahan Makanan yang tersedia. Maklum karena masih baru pindahan dan belum sempet belanja bulanan.
“Cantika makan dulu,” pintaku .
“Wow... enak nih sepertinya?Ehh, beneran Kakak bikinin Aku nasi goreng, pantesan tadi waktu mandi harum Orang masak. Ini cuma buat Aku? Buat Kakaknya mana?” Beo Cantika bawel.
“Buat Kamu aja, Aku masih kenyang, cobain dong enak gak? Bumbu seadanya tapi, maap ya kalo rasanya gak enak,” ucapku.
Cantika menyuapkan sendokan pertama, mengunyah lalu menelannya dan begitu terus dengan lahap tanpa berkata\-kata, sampai habis tak tersisa baru berkata, “Best nasi gorengnya Kak, makasih banyak ya,” ucapnya. Seraya mengangkat kedua ibu jari, lalu mencuci peralatan makan dan berlalu ke kamar mandi. Lalu, Cantika kembali duduk di sofa ruang TV dan sibuk dengan gadget\-nya dan begitupun juga Aku.
Cantika tiba\-tiba duduk bersandar di sebelahku , “Makasih banyak ya Kak Yansen Sayang,” ucapnya seraya meneteskan air mata.
Namun, entah kenapa? Jantungku seketika mulai berhenti berdegup, rasanya sesak nyawaku seperti sedang ‘dicabut’ Malaikat Izrail. Padahal hanya ‘dipepet’ sudah membuatku membeku, sekuat tenaga Aku berusaha tenang dan tersenyum.
“Kamu kangen Papih ya?,” tanyaku menerka\-nerka.
“Enggaklah, Aku sudah disia\-siakan sama Papih dan Keluarganya, ngapain harus kangen? Tuhan itu maha adil ya Kak, pokoknya Aku lagi bahagia sekarang karena dipertemukan dengan Orang\-orang baik seperti Kakak dan Mama Franda. Aku gak tau gimana jadinya? Kalau sampe gak ketemu Mama Franda dan juga Kamu Kak,” bisik Cantika.
Dengan masih terisak, lalu menggenggam erat Lengan kiriku, refleks Akupun membalas genggaman hangat itu. Setelah Lima menit lebih Cantika menggenggam erat, perlahan melepaskannya lalu beralih menatap wajahku dalam dan mengecup Bibirku. Bisa jadi, Aku adalah Orang pertama yang Cantika kecup karena terasa teramat amatir dan malu\-malu yang hanya menempelkan Bibirnya.
“Sama\-sama, tapi kenapa Kamu menciumku?” Tanyaku penasaran. Seraya kutatap balik wajah Cantika yang mulai merona, lalu menutupi wajahnya dengan selimut.
“Hahaha... Mana ada pemaksaan seperti itu Cantika? bantahku, tetap Aku tak percaya.
“Ada lah, Kakak gak sekolah sih, jadi gak tau trend terkini,” sungutnya kesel.
“Ihh... Maaf ya Kakak pasti gak mau kucium kan?” Ucapnya, sembari menyimpulkan kedua tangan di dada.
“Kalo Saya meminta lebih gimana? Apa Kamu sudah siap?” Tanyaku dengan penuh tantangan memajukan wajahku terutama Bibirku.
“Hahahahaaa...” Cantika hanya bisa terbahak, tanpa jawaban dan tertidur di sofa sebelahku.
Selain Aku sudah berterus terang dengan minus\-ku, dipastikan Franda sudah menceritakan Semuanya tentangku pada Cantika. Tapi biarkanlah, setidaknya Cantika sudah tahu dimana kurangku.
Setiap memandang Cantika rasa Iba selalu menjalar, ingin selalu berada disampingnya dan itu tidak lebih hanya untuk menguatkan. Meskipun, tak ada hasrat pada kecantikan dan kemolekan tubuh Indahnya. Tapi jujur, Aku semakin tak berdaya ketika Cantika sering ‘mepet’ bahkan ‘glendotan’ manja seperti layaknya anak kecil.
Padahal dulu, pertemuan pertama dan kedua Cantika masih bersikap sangat ‘jutek’ tiap kali melihatku. Bahkan, ketika kusentuh untuk membangunkan dari lelap tidurnya, Cantika seolah jijik dan langsung mengelapnya.
Namun itu dulu, sekarang atau tepatnya setelah acara pindahan ke Apartemenku sifat manja mulai terlihat dan membuatku ‘Gumushhh’. Bisa jadi karena sosok sang Ayah yang sangat dirindukan itu telah hilang, kemudian Aku hadir dalam hidupnya dan Cantika menganggap bahwa Aku ini adalah pengganti Papihnya.
Kunyatakan pada Cantika, “Aku tak ada hasrat pada wanita, jadi Kamu santai aja dan aman berada di sampingku,” ucapku berbohong. Padahal Cantika adalah wanita pertama yang berhasil membangkitkan gairahku. Alhasil, dari kebohonganku itu Cantika semakin yakin bahwa Aku tak tertarik pada Wanita termasuk dirinya. Lebih parahnya lagi, seringkali Cantika menganggapku seolah tak ada, dengan sering ‘memancing’ hasratku untuk berbuat lebih sejujurnya.
Tanpa sengaja, Aku melihat Cantika memakai Daster milik Mamihnya yang super kedodoran, alhasil menampakan Payudara ranum nan tegak tanpa b\*\* dari celah ketiak. Sampai detik ini pun, bagaimana rasanya menyentuh benda kenyal itu? Akupun tak tahu karena Akupun belum pernah merasakan menyentuhnya.
Belum lagi, dengan Pakaian super mini hanya mengenakan kemben dan hot pants. Dari atasan jelas terlihat gundukan kembar, dengan perut rata dengan bawahan hot pants mencetak garis vertikal berbelah \*\*\*\* \*. Uhukkk, uhukk so awesome view Cantika!
Entahlah, ini sebuah kutukan atau hidayah dari sang Maha Pencipta? Dikarenakan ketika Cantika berpakaian seksi Mataku seolah ingin terus menatapnya lagi dan lagi. Pada akhirnya, semua itu membuatku ‘candu’ yang luar biasa dan ingin terus selalu bertemu dan berada didekatnya bahkan ingin meminta ‘hal’ lebih.
Dikarenakan Aku pernah mengatakan, bahwa Aku tak memiliki hasrat pada Wanita. Maka, Cantika tak pernah menganggapku ada, Cantika sering telanjang tanpa malu di depanku. Mungkin, Cantika sudah paham, bahwa Aku ini siapa? Tapi entahlah semakin Cantika bersikap tak acuh, semakin Aku ingin terus melihat dan menyentuhnya. Sekali seumur hidupku Juniorku tiba\-tiba mengeras. OMG, ada apa denganku?
———————
Hola\-holaaa, Readers....
semoga Kita semua diberi kesehatan ya. Terimakasih sudah mampir dan jangan lupa untuk meninggalkan jejak.