A CAMOUFLAGE

A CAMOUFLAGE
#15 My Desire



Yansen POV



Ketika sebelum bertemu Cantika, dari lubuk hati terdalam Ingin sekali rasanya Aku memiliki rasa dan hasrat terhadap Wanita, sama halnya seperti Laki\-laki normal lainnya. Namun, entah apa yang merasukiku? Setan apa yang ada dalam Diriku atau Jin apa yang tengah bersarang di Tubuhku? Selalu menjadikanku “hambar” tak berhasrat di hadapan Wanita, mau secantik dan semulus apapun dan berdiri telanjang di hadapanku tetap saja tak ada gairah. Asal tahu saja, semua itu akan kalah dengan seorang Kuli bangunan yang tengah sibuk bekerja dengan bertelanjang Dada di pinggir jalan menggali got untuk galian kabel atau mengaspal jalan.


Belum lagi, kuli itu ada yang memiliki Dada bidang, atletis dengan Perut kotak\-kotak bak Roti sobek. Meskipun Mereka itu kumel, dekil, kotor, bau dan berkeringat tapi bagiku itu sebuah keindahan yang menggairahkan. Bagiku, bila menemukan pemandangan Hot seperti itu di Jalanan adalah hadiah terindah karena hasrat dan gairahku akan naik. Terkadang, Aku besyukur kemacetan Kota Jakarta yang selalu melanda, jadi Aku bisa berlama\-lama menikmati pemandangan itu.


Jujur, Cantika adalah Wanita pertama yang duduk disebelahku tepatnya disebelah kemudiku. Sudah 40 tahun lebih Usiaku, tapi Aku belum pernah sekalipun berjalan dengan Wanita. Bukannya Aku tak mampu, tapi Aku tak memilik hasrat. Bahkan, berteman dengan Wanita hanya sebatas teman di Sekolah atau Kampus dan di Rumah Sakit ketika Dinas, selebihnya tak ada karena Aku menolak keras Wanita yang mendekatiku. Dengan alasan apapun, termasuk Mereka hanya ingin berteman denganku karena Aku tahu banyak Teman Wanita menaruh Hati padaku, dengan banyaknya surat cinta yang masuk ke Tasku. Aku hanya ingin menjaga Hati Mereka, supaya tidak terluka dan kecewa karena pada akhirnya akan berharap lebih padaku. Sedangkan, Aku tak bisa seperti yang Mereka harapkan.


Cuma mengingatkan, My Lovely Ayman akan datang dua bulan mendatang karena per tiga bulan sekali Ayman rutin mungunjungiku. Dimana Ketika itu Aku sudah menikah. Biarlah, Aku akan merahasiakan ini terlebih dulu dari Ayman karena Ayman juga sudah menikah dan memiliki banyak Anak. Bahkan, tidak memiliki satu istri tapi dua istri sekaligus yang dipilihkan Ibunya. Tak ada bedanya denganku disini, yang ingin mencicipi rasa bercinta dengan Wanita dan memiliki banyak keturunan juga.


❤️


❤️


Flashback On


Pasanganku \(Gay Couple\) adalah Ayman Balubaid Bin Hassan Bin Al Husain Al Maktoum, seorang Pria terkeren yang pernah kutemui dari Dubai. Selain berparas rupawan dengan tinggi 190cm dan berotot layaknya Pria\-pria Arab pada umumnya, Ayman adalah Pria Cerdas, pemberani, kaya raya, baik hati, perhatian, mempunyai lisensi sebagai penerbang atau Pilot untuk Jet dan Helicopter dan juga mempunyai hobby mengkoleksi super car. Dengan beberapa point “hobby” Ayman, menjadikanku bersikap tak acuh karena Aku hanya ingin menjaga jarak dengan “crazy rich people” seperti Ayman. Maka dengan kelebihannya itu, menjadikan Ayman tak hanya dikagumi kaum oleh Hawa tapi juga kaum Adam. Satu lagi, tak hanya pamer Duniawi, tapi yang paling kukagumi adalah Ayman beserta keluarganya memiliki jiwa sosial sangat tinggi dengan mendirikan sebuah yayasan untuk pembangunan Sekolah, Mesjid, Rumah Sakit dan Panti Asuhan Anak diberbagai Negara miskin.


Sebagai Orang Timur, tadinya Aku tak ingin menunjukan orientasi seksualku karena Aku masih menghargai nilai dan norma. Namun, ternyata itu salah karena Jerman adalah Negara sekuler yang mengakui kebebasan dan hak tiap Orang dilindungi. Setelah itu, seiring berjalannya waktu Aku mulai move on dari luka lama yang menyayat hati, hampir lima tahun lamanya mulai pulih dan membuka hatiku untuk berbagi kasih bersama Orang yang mencintaiku.


Tak akan pernah Aku bayangkan sebelumnya, bahwa seorang Pria Tajir melintir dan masih keturunan keluarga bangsawan kerajaan akan berlabuh padaku. Entahlah, apa yang menarik dariku? Aku pikir tak ada yang spesial dalam diriku, tapi kemudian Aymanlah yang “mepet” terus dengan alasan tugas Kuliah banyak yang tak dimengerti. Setelah itu, Ayman “nembak” yang hampir membuatku tak percaya, bahwa seorang Ayman akan memilihku karena yang Aku tahu Ayman selalu dikelilingi Wanita cantik dan Pria Ganteng super model dari Eropa dan Amerika. Setelah jadian dan resmi berpacaran, Aku selalu ‘Dihujani’ surprised berkeliling Dunia disaat liburan kuliah ke tempat romantis, Bunga, Cake dan juga hadiah yang tak henti-hentinya. Dengan hal-hal romantis itu, menjadikanku sebagai Orang yang paling beruntung bisa mengenal juga memiliki Ayman.


Seru itu ketika mengunjungi Dubai, Aku dikenalkan sebagai sahabat karena sama-sama Pria pihak keluarga tak ada curiga sedikit pun. Bebas mau tidur sekamar atau terpisah sekalipun, Kami berdua sangat menikmati proses itu dengan sangat nyaman. Bukannya keluarga Ayman pengertian, tapi karena tidak mengerti dengan hal sepele seperti ini, dan memberikan lampu hijau untuk berkumpul dan juga berkunjung ke rumah atau lebih tepatnya lagi istana sesuka hati.


Setelah 6 bulan menjalani proses pacaran, Ayman pun melamarku layaknya seorang Gadis, And I said yes, yess and yesss.... Dan mungkin Aku adalah Orang yang paling bahagia, dengan disusul meresmikan pernikahan. Pernikahan terlarang ini, tanpa diketahui keluarga masing-masing karena Kami paham ini akan sulit untuk di terima, dan Kamipun sudah tahu dengan berbagai macam resiko yang akan datang. Kami hanya bisa menikmati waktu ke waktu terindah selama study berlangsung, dengan menjalani kehidupan rumah tangga layaknya suami istri yang tinggal di kasur yang sama dan rasa cinta bergelora tiap saat. Tak ada bedanya, Kamipun melewati rasa suka, duka, bahagia, sedih, ketawa dan penuh tangis. Sama halnya pasangan lainnya karena dibakar api cemburu dan terlalu mencintai.


Kadang kala, bagi yang mengerti tentang hubungan Kami akan mengucapkan “Congratulations”. Tapi bagi yang belum mengerti akan berkata, “Sudah sewajarnya jika dua sahabat hidup bersama menjadikan room mate itu tak masalah.”


Sampai akhirnya tiba, sebuah ujung dari Study adalah kelulusan dan arti dari kelulusan adalah perpisahan. Kelulusan bagiku adalah hal yang paling menakutkan dan mau tidak mau itu akan tiba saatnya. Kemudian Keluarga Ayman mengharuskan Ayman pulang segera dengan di jemput dihari wisudanya, lalu sebulan kemudian Ayman dinikahkan dengan Gadis pilihan Ibunya.


Kupastikan perasaanku kecewa, pedih, sedih, nafas sesak, air mata tak pernah kering dan hancur hatiku berkeping. Setelah kelulusanku Aku tak langsung pulang ke Jakarta, tapi Aku harus menetralkan dulu rasa “kehilangan” yang begitu mendalam ini dengan memilih Honolulu, Hawaii sebagai pelarianku. Bukannya berlibur atau bekerja di Rumah Sakit, tapi Aku malah bekerja di sebuah Restoran untuk mengembangkan skill atau bakat terpendamku. Dengan berbagai kesibukan belajar masak dan bekerja di sebuah restaurant find dinning, Aku mampu mengalihkan rasa frustasi karena bertemu dengan Orang-orang baik, humoris dan kekeluargaan. Namun, ketika Aku tengah asik belajar menjadi seorang Chef, Franda menjemputku untuk dihadapkan pada tugas nyata yang sangat mulia yaitu sebagai seorang Dokter sesuai dengan Background-ku dan kembali ke Jakarta dengan kehidupan nyata.


Namun, Ayman terus memperbaiki hubungan ini dengan berkunjung rutin hampir 3 bulan sekali datang ke Jakarta. Tak hanya datang mengunjungiku, Ayman juga berinvestasi untuk membuka beberapa cabang perusahaan keluarganya, yang bergerak dibidang property, pabrik spare part untuk kendaraan, Mall, Rumah Sakit dan Restoran. Bahkan, membuka panti asuhan dan beberapa pondok pesantren yang semua itu gratis. Disaat Ayman datang mencariku ke Jakarta, saat itu pula Akupun luluh untuk memaafkannya karena Aku berfikir Ayman sudah ada berusaha mencariku. Terbersit untuk mengakhiri hubungan yang rumit ini, tapi Aku tak bisa, malah Aku seolah ingin terus menerus memilikinya.


Flashback Off