
"Perkenalkan saya mahasiswi baru disini nama saya adalah ZEVANIA CALLYSTA kalian bisa panggil gue Zeva" kata Zeva
"Baik lah Zeva silahkan duduk di bangku kosong itu" ucap dosen menunjukkan meja yang kosong
"Terima kasih pak" ucap Zeva seraya melangkah ke arah bangku itu
"Dan mari kita mulai pelajaran kita" ucap dosen itu
Setelah beberapa waktu akhirnya jam pelajaran itu selesai
"Baik lah tugas untuk kalian dihalaman 52 jangan lupa untuk dikerjakan" ucap dosen itu menutup pembelajaran
"Wowww lo good looking banget zev pengen juga dong" ucap salah satu mahasiswi kepada Zeva
"Eh enggak kok biasa aja" ucap Zeva
"Merendah untuk meroket" ucap Mahasiswi disamping nya
"Kenalin gue ARABELLA BEATRICE panggil aja Ara" ucap cewek yang memuji Zeva
"Dan gue AILLE ADELICIA panggil gue Cia" ucap wanita disamping Zeva
"gue Zeva,senang bisa beteman dengan kalian mohon bimbingan nya ya" ucap Zeva
"gue juga seneng dapet kawan baru bosen juga lama lama berteman sama Cia kebanyakan diemnya" ucap Ara
"Kebangetan loh ya" ucap Cia ketus mendengar pengakuan Ara
"Jangan beratem dong masa gara gara gue kalian malah ribut" ucap Zeva
"Haha santai aja udah biasa gue sama dia begitu" ucap Ara
"Owh Iyah kita kekantin yok gue teraktir" ucap Zeva
"Serius loh mau teraktir hayuk deh gue mah paling senang kalau masalah geratisan" ucap Ara bersemangat
"Uang bokap loh belum habis kali Ra buat jajanin loh si gitu semangat nya " ucap Cia julid
"Dih Cia lo aja ga tau walaupun duit bokap gue banyak tapi yang namanya geratisan itu berbeda lebih berrr nikmattt" ucap Ara
"Udah udah kok pada ribut jadi ga ini" ucap Zeva
"Yaudh skuy" ucap Cia
*Setelah itu mereka pun bergegas pergi menuju kantin tetapi sesampainya dikantin suasana nya sudah sangat ramai
Bahkan mereka tidak melihat ada meja kosong satu pun yang ada hanya tiga bangku yang tersisa itu pun dimeja itu sudah berisi empat orang pria*
"Duh ga ada meja kosong lagi gimana dong" ucap Ara
"Kita kelamaan si dateng nya" sambung Cia
"Itu kan masih ada tiga bangku lagi kita kesitu aja" ucap Zeva
"Gila lo Zeva, itu mejanya para pria populer bisa di hajar habis kita kalau duduk disitu" ucap Ara
"Beber tu Zev,bukan mereka aja yang serem bahkan fans mereka juga galak amat" sambung Cia
"Tapi pesona kak Devan mengalahkan segalanya" ucap Ara tersenyum malu
"Lo suka sama si Devan? " tanya Zeva
"Ihhh lo ga sopan banget si itu senior tau, lagian ya lo kenal sama Devan?" tanya Ara heran
"Kenal lah anak curut gitu" ucap Zeva ketus
"Lo ya Zev, nanti kalok orangnya denger bisa berabe" ucap Cia
"Tau ni gue bahkan cuma bisa ngebayangin tanpa bisa menyentuh dan memiliki nya" ucap Ara
"Udah lah gue mau makan lagian kan yang penting kita ga ganggu mereka" ucap Zeva
"Tapi ga mungkin diijinin kita duduk disitu Zev" ucap Ara
"Devan" teriak Zeva memanggil Devan
*Mendengar pekikan keras itu pun semua pasang mata mengarah kepada Zeva
Bahkan para pria populer itu pun ikut melihat kearahnya
"Gue laperrrrr" ucap Zeva manja
"Ya kalau laper makan ga usah teriak gitu ini bukan hutan ah" ucap Devan prustasi menghadapi sepupu cantiknya itu
"Hehe lagian mejanya ga ada yang kosong gue makan punya lo aja deh laper gue " ucap Zeva langsung melangkah menuju meja Devan dan langsung duduk dan memotong steak milik Devan dan langsung memasukannya kedalam mulut mungilnya.
"Habisin deh gue udah kenyang" ucap Devan lembut
*Melihat prilaku Zeva dan Devan semua orang menatapnya horor bahkan mata Ara dan Cia sama sekali tak berkedip
Ketiga pria yang duduk bersama Devan tadi pun menatap heran kepadanya
Seorang Devan yang paling dingin dan cuek diantara yang lainnya,tiba-tiba bersikap lembut kepada seorang cewek yang bahkan tidak pernah mereka ketahui nama dan asal usulnya
"Gila itu cewek cari mati"
"Ga sayang nyawa dia"
"Lancang banget dia makan bekas calon gue"
"Minta dibasmi ini cewek"
Begitulah beberapa percakapan yang terdengar ditelinga Zeva tetapi dia tidak memperdulikan itu karena dia memang kelaparan
"Sini Cia, Ara ngapain bengong disitu" ucap Callysta
*Melihat itu mata Cia dan Ara bahkan hampir keluar dari tempatnya
Devan tersenyum melihat Zeva sudah mempunyai teman baru
"Lo kok bisa sampek kelaperan gini si memang nya lo ga bawak snack" ucap Devan lembut seraya menyelipkan sebagian rambut Zeva yang mengganggu nya makan
"Gue lupa tadi ketinggalan di meja makan" ucap Zeva seraya memasukan sepotong daging lagi kedalam mulutnya
"Yaudah habisin gih, itu siapa teman baru lo" ucap Devan
"Iya suruh sini deh mereka ga mau kalau gue yang suruh" ucap Zeva
"Gabung sini aja " ucap Devan cuek
*Melihat hal itu Ara dan Cia langsung melangkah perlahan menuju Zeva
Tidak membuang waktu jarang kan mereka duduk bersama idola kampus apalagi yang nawari si Devan sendiri
Itu merupakan penghargaan yang sangat istimewa*
"Lo ga mau jelasin dia siapa Dev" tanya seorang pria yang memiliki lesung pipi
"Dia adek gue" ucap Devan
"Gue masik kakakan Devan" ucap Zeva cemberut
"Itu kan tutur diIndonesia zev lagian kan umur lo masih dibawah gue" ucap Devan
"Ngeselin ya lo itu lagi yang dibahas" ucap Zeva
"Lagian lo si masih kecil udah mau di panggil kakak aja" ucap Devan
"Hei kenalin gue Sean" ucap pria berlesung pipi itu
"Haii gue Zeva" ucap Zeva
" Kalau gue Austin dan yang didepan lo Ellard" ucap pria yang sedikit urakan tapi malah membuatnya semangkin keren
Mendengar namanya disebut El langsung mengangkat wajahnya dan langsung bersetatap dengan mata abu bening milik Zeva
"oh oke" ucap Zeva karena merasa kikuk ditatap oleh pria yang sedari tadi tidak bereaksi
Yah sifat Zeva dan Devan tak jauh berbeda mereka akan hangat jika bersama orang terdekatnya tetapi akan dingin dan cuek didepan orang lain
"Dan nama lo" Tanya Sean pada Cia dan Ara
"Gue Ara kak" ucap Ara singkat karena sangat gugup duduk bersebrangan dengan Devan sang pujaan hatinya
"Gue Cia" ucap Cia singkat
Setelah perkenalan singkat itu akhirnya mereka memesan makanan diselingi perlrbincang sedikit dan setelahnya mereka bergegas menuju parkiran dan segera kembali kerumah mereka masing-masing