ZEVANIA

ZEVANIA
Menceritakan



"Haha itu tidak benar gadis kecil kau berbohong ayo katakan yang sebenarnya" pekik Sebastian langsung jatuh terduduk


"Tidak tuan aku tidak berbohong itu lah kenyataannya" ucap Zeva seraya menunduk untuk membantu Sebastian


Setelah itu sebastian kembali berdiri perlahan dan Rihanna membantu suaminya berjalan kedalam rumah


"Lebih baik kita masuk kedalam terlebih dahulu" ucap Rihanna


Sesampainya didalam mereka dipersilahkan duduk


"Lalu kau siapa ha kenapa kau memakai nama putriku untuk bisa bertemu denganku" ucap Sebastian


"Begini tuan sebenarnya gadis ini adalah putri Nyonya Carlote" Jelas Devan


"Putri nya Carlote?, dari mana aku bisa yakin bahwa dia putrinya kau jangan membohongi ku" ucap Sebastian


"Entah lah aku juga tidak mempunyai bukti apa pun bahkan aku juga baru tau bahwa selama ini yang membesarkan ku bukan lah orang kandung ku" ucap Zeva


"Apa maksudmu" ucap Sebastian heran


"Begini sebenarnya selama ini Zeva dirawat dan dibesarkan oleh tante saya dan kami juga baru mengetahui kenyataan ini setelah tante dan paman saya meninggal dunia karena kecelakaan" jelas Devan


"Astaga jadi bagaimana bisa kalian tau kalau dia adalah putri dari putri ku bisa saja kalian salah orang? " tanya Sebastian


*Setelah itu Devan menceritakan semua yang dia dengar dari Zeva tanpa menambahi atau mengurangi sedikit pun


"Dan ini adalah kartu nama anda yang ditinggalkan oleh mommy untuku jadi tidak mungkin aku sampai salah orang"ucap Zeva seraya memberikan kartu nama dengan aksen berwarna gold


"Ya dia adalah cucuku hanya Carlote yang mempunyai kartu ini" ucap Sebastian


"Cucu ku hiks" tangis Rihanna


"Maaf kan kakek yang tidak dapat menemukan mommy mu dengan cepat anda saja aku tidak terlambat menyelamatkannya mungkin saat ini dia masih ada disini bersama kita aku sungguh menyesal tidak bisa mencegahnya untuk pergi saat itu" ucap Sebastian


"Sudah lah kek ini bukan salah mu mungkin ini sudah takdir dari yang maha kuasa" ucap Zeva


"Kakek akan berusaha menemukan keberadaan Deddy mu bagaimana pun dia harus tau bahwa dia memiliki seorang putri" ucap Sebastian


"Terimakasih kek sudah mau membantu ku " ucap Zeva


"Jangan sungkan kau itu cucu ku tidak mungkin aku tidak membantu mu" ucap Sebastian lagi


"Ya Tuhan aku sangat bahagia setelah sekian lama aku menantikan untuk memiliki seorang cucu perempuan dan sekarang impianku menjadi kenyataan" ucap Rihanna bahagia


"Aku juga bahagia bisa bertemu dengan kakek dan nenek " ucap Zeva


"Baiklah kalian menginap lah di mansion agar aku bisa memberi kabar baik ini kepada sepupu dan paman bibimu yang lain" ucap Rihanna


"Dan untuk sementara kita akan merahasiakan keberadaanmu dari opa dan oma kandung mu" ucap Sebastian


"Setelah menyelesaikan beberapa hal dan kau mempersiapkan diri baru aku akan mengenalkan kau dengan keluarga kandung mommy mu" ucap Sebastian lagi


"Baik lah aku serahkan semuanya kepada kakek dan nenek aku akan mengikuti semuanya" ucap Zeva


*Setelah beberapa waktu bercerita Rihanna menyuruh mereka beristirahat


"Yasudah kamu dan Devan istirahat lah diatas kamar kalian bersebelahan biar pelayan itu menunjukkan kamar kalian" ucap Rihanna lembut


Setelah itu mereka pun masuk kedalam kamar mereka masing masing


Zeva langsung merebahkan dirinya diatas ranjang yang empuk itu


memandang langit langit kamar dan seketika dia teringat bahwa dia belum memberi tahu tante Dija jika dia sudah menemukan kakeknya


Zeva pun bergegas mengambil handphone nya didalam tas dan langsung mencari kontak Dija


Tut


tut


tut


"Hay sayang apa kabar" tanya Dija


"Aku baik tan, tante gimana kabarnya? " tanya Zeva


"Tante juga baik kok sayang kau tenang aja " ucap Dija


"Bagaimana kabar paman? " tanya Zeva


"Paman mu juga sehat sayang" ucap Dija lembut


"Bagus lah, apa tante ada waktu" ucap Zeva


"Tentu saja ada " ucap Dija


"Aku ingin menyampaikan sesuatu sama tante" ucap Zeva


"Apa yang ingin kamu sampaikan sayang? " tanya Dija


"tan kami sudah menemukan kakek " ucap Zeva


"Oh yaampun bagus lah jika seperti itu apa dia menerima mu dengan baik" ucap Dija senang


"Iya tan bahkan sangat baik, aku juga ga nyangka bahwa aku bisa bertemu dengan kakek ku secepat ini,ini benar benar seperti anugrah" ucap Zeva


"Itu tandanya Tuhan selalu membantu mu ,dan tante doakan semoga kamu juga cepat bertemu dengan ayah kandungnya" ucap Dija


"Aku berharap deddy juga bisa menerima ku dengan baik" ucap Zeva


"Itu pasti sayang mana mungkin gadis manis dan cantik sepertimu tidak mau diakui sebagai putri nya" ucap Dija


"Terima kasih tante sudah selalu mendukung ku" ucap Zeva


"Tentu sayang, yasudah sekarang beristirahat lah" ucap Dija


"Baik lah tan kalau gitu aku istirahat dulu ya" ucap Zeva


"Baik sayang " ucap Dija


"By tan" ucap Zeva


"By sayang" jawab Dija.


*Setelah selesai menghubungi Dija pintu kamar Zeva diketuk dari luar


tok


tok


tok


"Nona ini pakaian ganti nya" ucap pelayan


"Terima kasih" ucap Zeva


*Setelah menerima pakaian itu Zeva pun langsung membersihkan dirinya *


*Beberapa waktu kemudian Zeva keluar dari kamar mandi dan duduk di depan cermin,memandang wajah cantik nya*


"Saat bertemu nanti,Deddy mau menerima ku tidak ya" batin Zeva


*Memakai sedikit perawatan wajah dan mengeringkan rambutnya*


* setelahnya langsung mengganti baju dan merebahkan diri nya diranjang, tanpa waktu lama Zeva pun terlelap