
"Morning Dev" ucap Zeva
"Morning" balas Devan
"Gimana, hari ini lo mau ngampus gak? " tanya Devan
"Ngampus lah " ucap Zeva
"Yaudah sarapan gih " ucap Devan
"Oh ya Van, lo udah lama kenal sama El? " tanya Zeva
"Kenapa nanyain El, suka lo" ucap Devan sinis
"Enggak lah gila, cuma penasaran aja " ucap Zeva
"Udah lumayan lama juga si, semenjak masuk kampus gue udah kenal sama dia " ucap Devan
"Oh ya, berarti udah lama yaa" ucap Zeva
"Iyaa kenapa sii? " tanya Devan heran tidak biasanya Zeva seperti ini
"Ga ada " ucap Zeva singkat
"Gaje lo" ucap Devan
*Setelah itu Zeva memakan sarapannya dan mereka pun pergi ke kampus
"Haii " sapa Zeva melihat Cia
"Haii Va udah dateng lo" jawab Cia
"Iya ni, Ara mana belum datang ya? " tanya Zeva
"Belum palingan ntar lagi" jawab Cia
"Gue ke toilet sebentar ya" ucap Zeva
"Mau gue temenin" tawar Cia
"Ga usah deh, nanti Ara dateng malah nyariin lagi, sekalian jagain tas gue " ucap Zeva
"Yaudah deh,cepetan tapi ya" ucap Cia
"Sans aja" ucap Zeva seraya meninggal kan kelas menuju toilet
*Sesampainya ditoilet Zeva segera masuk ke dalam salah satu baliknya
Ceklek..
"Haii apaan sii, disini ada orang, tok tok" ucap Zeva menggedor pintu toilet nya yang dikunci seseorang dari luar
"Rasain lo biar mampus" batin seseorang yang mengunci Zeva dari luar seraya tersenyum sinis
"Ga lucu ya buka ga" ucap Zeva masih mengedor gedor pintu itu
"Aiss kurang kerjaan banget si" ucap Zeva seraya merogo kantong celananya mencari handphonenya
"kok ga ada si, astaga pakek ketinggalan di tas lagi handphone gue" ucap Zeva kesal
*byur
"Ahh, apaan si lo gue ga ada masalah ya sama lo" teriak Zeva kesal karena di siram air berwarna biru dari atas pintu
"Mampus lo" ucap seorang wanita
"Heii lo siapa si? " tanya Zeva
"Kurang ajar ditinggal lagi gue, ah mana baju gue basah lagi" ucap Zeva kesal seraya mengkibas kibas bajunya
"Sumpah ya baru beberapa hari gue disini udah punya musuh aja" ucap Zeva kesal sendiri
skip di kelas Zeva
"Kok Zeva lama banget si Cia, udah mau masuk dosennya lo" ucap Ara heran
"Tau gue" jawab Cia
"Kita susulin aja yuk, gak enak perasaan gue" ucap Ara
"Tadi dia suruh kita disini aja, tunggu bntar lagi aja deh" ucap Cia
"Udah lama banget tau ga si Ci" ucap Ara
"Dia udah besar kali Ra, ga usah terlalu khawatir deh" ucap Cia jengah melihat Ara yang terlalu berlebihan menurutnya
"Tapi kan
" Denger ya Ra, bisa aja Zeva lagi sama Devan dan teman-temannya itu "ucap Cia
" Tapi kalau nyasar gimana?, dia kan anak baru lo tau kan kampus kita besar bisa aja dia tersesat"ucap Ara
"Astaga" ucap Cia kesal dengan sikap Ara
"Mau nemenin gue ga kalau ga mau gue sendiri aja deh yang nyari Zeva" ucap Ara
"Yaudah deh" ucap Cia pasrah
*Mereka berdua pun pergi menuju toilet
"Loh, kok toilet nya rusak si" ucap Ara saat melihat bacaan didepan pintu toilet cewek
"Tau gue" ucap Cia singkat
"Duh jadi Zeva kemana ya, apa gue tanya Devan ya? " tanya Ara
"Emang nya lo berani" tanya Cia
"Ihh udah deh ayok demi Zeva gue berani" ucap Ara menarik tangan Cia menuju kelas Devan
*Sesampai nya di kelas Devan, Ara segera mengetuk pintunya
"Permisi kak, ada kak Devannya ga" ucap Ara
"Cariin lo Dev" ucap seorang pria itu
*Mendengar namanya disebut Devan pun melirik kearah luar dan melangkah perlahan melihat didepan ada teman temannya Zeva
"Itu kak anu " ucap Ara tergagap
"Itu anu apaan si" tanya Devan heran
"Tadi Zeva pamit ke toilet,tapi sampai sekarang belum balik dan waktu kami cek ke toilet ternyata toilet nya rusak" ucap Ara berbicara seraya menatap lantai di depannya
"Maksud lo Zeva ga ada gitu? " tanya Devan
"I-iya kak" ucap Ara
*Mendengar nama Zeva disebut membuat El segera keluar
"Lo mau kemana El?" tanya Sean
"Cari Zeva lah gila lo" ucap El seraya meninggalkan kerumunan itu
"Gue sepupu nya seharusnya gue yang ngomong gitu bege" ucap Devan heran melihat sikap sahabatnya itu
"Yaudah ayok kita carik Zeva " ucap Austin
*Dan mereka pun segera mencari Zeva
*Setelah setengah jam lebih mencari mengelilingi kampus akhirnya mereka kembali berkumpul di Koridor kampus
"Gue ga nemu " ucap Sean
"Kemana si Zeva bikin gue khawatir aja" ucap Devan
"Apa Zeva terkunci di toilet itu ya kak" ucap Ara
"Maksud lo? " tanya El
"Iya mana tau ada yang ga suka sama Zeva makanya di kunciin di toilet" ucap Ara
"Anjir" ucap Devan langsung berlari menuju toilet itu diikuti semuanya
*Tok tok
"Va lo di dalem" teriak Devan
"Devan tolong" ucap Zeva mendengar suara sepupunya
"Astaga,bentar Va gue cari kunci" ucap Devan
"Dobrak bego, kelamaan nunggu lo cari kunci " ucap El
*Mereka pun segera mendobrak pintu itu
*brak
*brak
*brak
"Va lo dimana" tanya El setelah pintu itu terbuka
"Gue disini paling pojok" teriak Zeva
"menjauh dari pintu biar gue dobrak" ucap El
*dan setelah itu mereka pun kembali mendobrak pintu kembali
*brak
*brak
*brak
"Astaga Va, lo kok malah santai duduk di situ si" ucap Ara kaget melihat Zeva yang dengan santainya duduk di atas closed
"Lah gue mau ngapain lagi teriak teriak, nangis nangis gitu maksud lo" ucap Zeva
"Lo bikin khawatir aja si" ucap Devan melihat keadaan Zeva sekarang
"Ya sorry gue kan ga tau kalau mau di kunciin" ucap Zeva
*Melihat keadaan Zeva yang basah kuyup membuat El mengeraskan rahangnya dengan diam
"Yaudah lo pulang aja ganti baju, ntar malah sakit lagi" ucap Ara
"Bener tu" ucap Cia setelah diam dari tadi
"Yaudah gue anter pulang" ucap Devan
"Lo lupa ada janji sama dosen bimbingan lo Van" ucap Sean
"Oh yaampun kenapa mesti sekarang si" decak Devan
"Biar gue aja yang antar pulang" ucap El
"Serius lo mau nganterin Zeva" tanya Devan
"Ya " jawab El singkat
"Makasih ya bro gue titip adek gue" ucap Devan
*Setelah itu mereka pun berpisah dan El segera membawa Zeva menuju parkir dan masuk kedalam mobilnya
"Lo ga papa? " tanya El menggenggam tangan Zeva erat
"Lo liat" ucap Zeva singkat
"Bisa ga gausah bikin gue khawatir" ucap El
"Dih yang mau buat lo khawatir siapa, aneh lo" ucap Zeva
"Aiss" desis El melihat sikap dingin Zeva
*Setelah itu El melepaskan genggamannya dan membuka jaket nya dan di pasangkan ke punggung Zeva
"Buat lo biar ga masuk angin" ucap El
"Thanks" ucap Zeva langsung membuang pandangannya ke luar jendela karena terlalu gugup ditatap sedekat itu oleh El
"kita pulang sekarang" ucap El seraya melakukan mobilnya meninggal kan parkiran kampus