ZEVANIA

ZEVANIA
Menuju Negara kelahiran



Setelah selesai memakamkan ibunya, Zeva pun bergegas menuju kamar mama dan papa nya


Perlahan dia mencari letak brangkas dan setelah menemukan nya dia pun segera membuka kunci brankas itu


Didalam brangkas itu terdapat kartu nama, poto seorang wanita cantik dan sepenggal surat


Zeva perlahan mengamati poto itu, wanita didalam poto itu benar-benar sangat mirip dengannya hanya rambut wanita itu sedikit pendek


Dia tau bahwa itu adalah ibu kandungnya, Carlote Collins


Setelahnya dia pun membuka surat itu dan membacanya


~


Hay Sayang


Mommy tau, suatu hari kamu pasti akan membaca surat ini


Sebelumnya mommy ingin meminta maaf, karena mommy tidak bisa membesarkan mu dengan kedua tangan ku ini


Bahkan mommy hanya sekali menggendong mu, mommy hanya sekali memelukmu


Mommy tau kau pasti akan kecewa dengan keputusan ku yang menjauhkan mu dari negara asal mu


Tapi percayalah sayang mommy menjauhkan mu agar kau tetap aman


Mommy tau Rima adalah seseorang yang pantas untuk membesarkan mu


Dia memberikan banyak kasih sayang kan?


Setelah kamu dewasa cari lah keberadaan Deddy


Karena ini semua bukan kesalahannya


Ingat sayang, jika kau nanti kembali ke negara dimana kamu dilahirkan ini jauhin lah keluarga Collins dan Martin Lewis


Mommy tau mereka adalah keluarga mommy tapi mereka semua membenci mu


Jangan pernah tunduk pada mereka


Tetapi kau bisa mencari kakekmu, dia adalah paman mommy Jhonson Collins


Hanya dia keluarga mommy yang menerima keberadaanmu


Dan pasti dia dapat membantumu untuk mencari keberadaan Deddy mu


Dan jaga dan simpan lah cincin yang kuberikan dengan baik karena itu merupakan barang peninggalan dari Daady mu


Percaya lah sayang Mommy sangat menyayangi mu


~


Tanpa terasa menetes air mata dari sela-sela mata Zeva


Membayangkan bagaimana sakit nya hal yang dialami oleh ibunya


Seorang wanita yang dijebak oleh seseorang yang dicintainya dan mengandung bayi dari seseorang yang bahkan tidak dikenalnya sedikitpun


Dan lebih parah nya dia dibuang dan dibenci oleh keluarga


"I'm sorry mom, ini semua salah ku andai aku tidak hadir didunia ini mommy pasti tidak pernah mengalami hal serumit ini" ucap Zeva lirih seraya memeluk erat poto ibunya


"Apapun yang mommy katakan aku akan menurutinya aku berjanji mom" ujar Zeva seraya menatap wajah ibunya


Zeva pun bergegas keluar menuju bawah untuk menemui Dija


"Tante ada yang ingin aku katakan" ucap Zeva


"Ada apa sayang katakanlah" ujar Dija


"Aku ingin pergi Ke London tan" ucap Zeva


"Untuk apa sayang, tante bisa menjaga mu di sini, tante tau tante ga akan pernah bisa menggantikan mama mu tapi tante akan selalu berusaha untuk menjadi tante yang baik" ucap Dija


"Tante aku tau tante sangat menyayangi ku, tetapi aku harus pergi memenuhi janjiku pada mama dan mommy ku untuk mencari kakek dan Deddy ku" ucap Zeva


"Tapi mengapa secepat ini sayang" Ucap Dija lirih


"Tante percaya lah aku akan selalu menghubungi mu dan tante bersama paman bisa pergi mengunjungi ku sepuas nya" ucap Zeva


"Tapi sayang siapa yang akan menemaniku jika kau pergi" ucap Dija


"Tante ingat masih punya putra loh" ujar Zeva tersenyum manis


"Ahh dia itu putra menyebalkan dipikirannya sekarang hanyalah belajar dan berkerja, dia bahkan hanya melayat sebentar dan langsung pulang" ucap Dija kesal kepada putra tunggalnya itu


"Dia kan lagi ngurusin skripsi sekarang tan, mangkanya sibuk " ucap Zeva memaklumi adik sepupunya itu


"Sudah lah tidak usah bahas anak bau kencur itu, tante ijinin kamu pergi tapi ingat seluruh peninggalan papa atas nama kamu jadi kamu harus tetap meneruskan perusahaan itu" ucap Dija memperingati keponakan nya itu


"Soal itu tante gak usah khwatir, tetapi aku minta untuk perusahaan disini biar lah Deven yang menangani nya, dia kan sudah selesai kuliah sebentar lagi" ucap Zeva


"Kalau itu nanti tante bicarakan lagi dengan Deven, kau tau kadang dia sulit diberi amanah" ucap Dija


"Aku tau pasti tante dapat menyakinkan adik besar ku itu" ucap Zeva terkikih


"Yasudah kau istirahat lah" ucap Dija


"Tante juga sana, paman sudah nungguin itu, jangan lupa dandan yang cantik" ucap Zeva seraya berlari kecil menaiki tangga


~


"Sayang jangan lupakan tante yah" ucap Dija lirih seraya memeluk Zeva


"Iyah lo juga jangan lupain kita" Ucap Chilla


"Tenang aja Zeva ga mungkin ngelupain tante dan juga kalian" ucap Zeva


"Jangan lupain paman juga okay" ucap Riki


"Sampai sana kabari Devan yah biar dia jemput kamu" ucap Dija


"Tante tenang aja, aku pasti hubungi Devan kok" ucap Zeva


"Ya udah pergi lah" ucap Riki


"Aku pergi" ucap Zeva kepada semua orang


"By Zev, gue sama Nessa pasti cepat nyusul lo kesana " ucap Chilla


"Hati-hati Zev" ucap Nessa


"By sayang jangan lupa hubungi tante kalau sudah sampai " ucap Dija


" Iya tan, by" ucap Zeva seraya menuju pesawatnya


~


~


~


~


*Setelah beberapa waktu akhirnya Zeva telah sampai di negara tujuannya


tut


tut*


"**Hallo Dev gue udh sampai ini" ucap Zeva


"Gue udah nunggu didepan lo sini aja" ucap Devan


"Lo ga sopan banget si jemput gue kek barang gue banyak ini" ucap Zeva cemberut


"Repot lo ya, jarak kita cuma beberapa meter bambang" ucap Devan sengaja mengerjai kakak kecilnya


"Adik durhaka lo cepet jemput!!! " pekik Zeva


Iya bawel sabar la lo ga liat gue ini jalan nyamperin lo"ucap Devan


"Bodo, tut" ucap Zeva langsung mematikan telponnya**


"Cepet Dev Ihkk" pekik Zeva yang melihat Devan sengaja memelankan langkahnya


"Loh cerewet banget si ah pusing gue dengerin lo" ucap Devan


"Devan loh nyebelinn" ucap Zeva


"Utu utu sini babang Devan peluk" ucap Devan merentangkan tangannya


Melihat itu Zeva pun langsung berhamburan kepelukan adik besarnya itu


"Kangen tau" ucap Zeva cemberut


"Baru juga jumpa " ucap Devan


"Yah kan tetep kangen juga sih"ucap Zeva


" Yaudh ayo pulang ntar gue traktir makan "ucap Devan


" Bener yah pokonya gue mau makan banyak"ucap Zeva


"Entar lu kek bandotan mau" ucap Devan


"Enak aja lu asal jeplak kalok ngomong" ucap Zeva


"Galak amat dek" ucap Devan


"Gue kakak lo jamet" ucap Devan


"Kakak kok kecil sih" ucap Devan


"Lo aja lahirnya buru-buru" ejek Zeva


"Lo yang kelamaan lahir" ucap Devan


"udah ah ayo pulang" ajak Zeva


"Skuy princess" ucap Devan


Begitulah mereka selalu saja beradu mulut jika bertemu, tetapi dibalik hal itu mereka saling menyayangi satu sama lainnya


Setelah itu pun Devan membantu Zeva membawa barangnya ke dalam mobil dan mereka bergegas menuju apartemen Devan