ZEVANIA

ZEVANIA
Kerumah El



"Morning all" sapa Zeva saat melihat sepupunya dimeja makan


"Lama banget si siap siap nya" ucap Devan kesal


"Nama juga cewek butuh perawatan ekstra" ucap Zeva


"Ekstra apaan sama aja hidung lo ga hilang" ucap Garva


"Mau mandi tujuh tahun juga ga akan hilang bambang" ucap Zeva kesal


"Lagian lama banget entah ngapain aja" ucap Devan


"Udah deh gue mau sarapan jangan ngerusak mood" ucap Zeva


"Yaudah cepetan gue ada kelas pagi ini" ucap Garva


"Ya lo duluan aja kan kita beda kampus" ucap Zeva


"Ah males gue mau sama lo aja" ucap Garva


"Ga bisa hari ini dia naek mobil gue" ucap Devan


"Ya udah gue juga naek mobil lo" ucap Garva ga mau kalah


"Dih mana bisa gitu muter muter dong gue nganterin lo" ucap Devan


"Ya gapapa lah sesekali doang" ucap Garva


"Males gue ngabisin bensin aja" ucap Devan


"Udah deh ga usah ribut" ucap Zeva kesal


"Iya maaf" ucap Devan dan Garva bersamaan


*Setelah itu mereka pun segera menghabiskan sarapan mereka masing masing


Setelahnya mereka bergegas menuju kampus Garva


Sesampainya dikampus Garva, Garva pun turun dan mereka segera menuju ke kampus mereka*


"Gue pulang sore nanti Va ada beberapa urusan yang harus gue selesai kan biar skripsi gue cepet kelar" ucap Devan memecah keheningan didalam mobil itu


"Owh yaudah semangat" ucap Zeva memberi kan semangat kepada sepupu nya itu


"Tapi lo pulangnya gimana? " tanya Devan


"Santai aja gue bisa naik taksi" ucap Zeva


"Jangan dong gue ga tenang kalau lo pulang sendirian" ucap Devan


"Gue ga anak kecil Van" ucap Zeva


"Pokoknya sama aja" ucap Devan


"Jadi mau lo gimana" tanya Zeva


"Nanti gue biar minta tolong teman gue buat anatar lo aja ya" ucap Devan


"Yaudah lah gimana bagus nya menurut lo" ucap Zeva


"Nanti dia gue suruh nunggu diparkiran jadi lo ga perlu cari cari dia" ucap Devan


"Aman itu mah" ucap Zeva


*Setelah itu mereka pun sampai di kampus mereka dan segera ke ruang mereka masing masing


Setelah selesai dengan mata kuliah nya Zeva langsung pamit kepada teman nya dan menuju ke parkiran


Sesampainya diparkiran ternyata dia sudah ditunggu oleh El


El bersandar di pintu depan mobil seraya melipat kedua tangan nya didada*


"Udah lama ya nunggu nya" ucap Zeva


"Enggak kok santai aja, gimana mau langsung balik apa mau mampir dulu " ucap El


"Gue mau ke toko buku ada yang mau gue cari lo mau nemenin gue" ucap Zeva


"Oh boleh yaudah ayo masuk" ucap El seraya membuka kan pintu samping untuk Zeva dan dia pun masuk ke dalam mobil


"Gue ga ngerepotin lo kan" tanya Zeva


"Santai aja gue ga lagi sibuk kok" ucap El


"Owh iya memang nya rumah lo dimana? " tanya Zeva basa basi


"Ga jauh dari sini si kenapa mau mampir" ucap El


"Eh enggak kok cuma nanyak aja" ucap Zeva segan


"Kalau mau mampir juga ga papa kok" ucap El


"Emangnya ga ngeganggu orang rumah lo" ucap Zeva


"Enggak kok lagian dirumah cuma ada nyokap gue soalnya bokap gue lagi ada urusan diluar negri untuk beberapa minggu ini" ucap El


"Eh seriusan jadi gue boleh kerumah lo" ucap Zeva penasaran


"Boleh nanti siap belik buku kita mampir ya" ucap El seraya menatap mata Zeva dalam


"Ehehe iya oke" ucap Zeva kikuk karena ditatap begitu oleh El


*Setelah sampai ditoko buku Zeva segera mencari buku yang dibutuhkannya sedangkan El hanya mengikuti nya dari belakang


Setelah dapat buku dan membayarnya mereka pun menuju kerumah El*


"Berhenti bentar yah didepan" ucap Zeva


"Mau ngapain?" tanya El


"Mau beli buah buat nyokap lo" ucap Zeva


"Oh oke" ucap El singkat


Begitu mobil berhenti Zevalangsung turun dan membeli buah buhan


"Bu buah yang ini kasih satu kilo yah" ucap Zeva menunjuk buah pir


"Em sama mangga dan anggurnya deh bu sekilo " ucap Zeva


"ini non" ucap bibi penjual memberikan buah Zeva


"Berapa semuanya bi" ucap Callysta


"delapan puluh lima ribu non" ucap Bibi penjual


"Ini bi sisanya ambil saja" ucap Zeva vmemberikan uang seratus ribu


"Makasih banyak ya non semoga panjang umur" ucap bibi penjual dengan tulus


"Terima kasih bi atas doanya" ucap Zeva seraya menuju mobil El


*Setelah itu mereka pun melanjutkan perjalanan kerumah El


Dan mereka pun berhenti di sebuah Mansion yang besar dan megah


Terdapat banyak pohon buah buhan disekitar rumah


Bahkan rumput yang tumbuh pun memiliki tinggi yang sama dan sangat teratur


Pemandangan yang sangat sejuk dimata


Tempat ini sunggu cocok buat menghilangkan stres udaranya pun terasa bersih karena banyak nya pepohonan*


"Ini tempat tinggal lo" tanya Zeva kepada El


"Iya lah kalau lo mau lo bisa kok tinggal disini" ucap El


"Cara nya" tanya Zeva penasaran


"Nikah sama gue" bisik El tepat ditelinga Zeva


deg


deg


deg


"Lo apaan si deket deket ngapain juga ngomong kayak gitu" ucap Zevagugup


"Gue serius" ucap El


"Ngaco lo, udah lah gue mau ketemu nyokap lo" ucap Zeva


"Sebentar lagi juga jadi nyokap lo" ucap El santai seraya menuju kedalam rumah besar itu


"Jangan baper Va santai lo ga akan kemakan ucapan begituan" batin Zeva


"Mau nunggu gue gendong baru masuk" ucap El


"Enggak eh gue bisa masuk sendiri" ucap Zeva langsung masuk kedalam mansion itu mendahului El


"Eh siapa ini El? " tanya seorang wanita paruh baya yang masih cantik dan menawan


"Calon mantu mom" ucap El santai


"Apaan lo jangan asal ngomong deh " ucap Zeva kesal


"Eh jangan malu malu sayang sini ikut mommy duduk" ucap Andini


"Eh jangan percaya sama dia tan kita cuma temen kok" ucap Zeva kikuk


"Aku keatas dulu " ucap El meninggalkan Zeva dan Andini


"Beneran juga ga papa sayang,kamu itu gadis satu satunya yang dibawa El kerumah ini tau ga " ucap Andini setelah El tidak terlihat


"Eh tapi beneran kok tan lagian dia itu temennya sepupu saya" ucap Zeva


"Siapa nama sepupu mu " tanya Andini


"Devan tan" ucap Zeva


"Oh si anak kutub itu,eh" ucap Andini keceplosan


"Hehe gapapa kok tan dia emang gitu kalau sama orang yang ga dikenal" ucap Zeva


"Tapi kamu cantik banget sayang, gemes deh " ucap Andini


"Eh tante juga cantik kok, oh iya ini Zeva bawa buah untuk tante" ucap Zeva kikuk


"Wih tau aja kalau mommy suka buah" ucap Andini kegirangan


"Bagus lah kalau tante suka" ucap Zeva


"Yaudah biar tante cuci kamu panggil El sana dikamar nya biar kita makan siang" ucap Andini


"Eh tapi tan" ucap Zeva terpotong oleh Andini


"Udah ga ada tapi tapian cepetan dikamar pertama yang ada namanya El" ucap Andini mendorong Zeva menuju anak tangga


Zeva pun terpaksa naik keatas dan menuju kamar pertama untuk memanggil El


*tok


*tok


"El dipanggil nyokap lo tu" ucap Zeva


*tok


*tok


"Ell denger ga si" ucap Zeva lagi


*Namun tetap tidak ada sautan dari dalam,dengan sedikit keberanian Zeva mulai memutar knop pintu dengan perlahan,melihat pintu yang tak terkunci akhirnya dia memutuskan kan masuk ke dalam kamar El


cklek*


"El dipanggil" ucapan Zeva terpotong melihat El baru keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk dipinggang nya dan menatapnya tajam


Aahhh