
tok
tok
tok
"nona" ucap pelayan
Zeva menggeliat kan badannya mendengar seseorang memanggil nya perlahan dia membuka kedua matanya
"Ada apa" ucap Zeva
"Nona anda ditunggu dimeja makan setengah jam lagi" ucap seorang pelayan
"Baik lah aku akan segera turun beberapa saat lagi" ucap Zeva seraya menutup pintu kembali
Zeva memandingi dinding dan berakhir di sebuah jam yang berdeting
"Oh astaga sudah jam tujuh malam" pekik Zeva langsung menuju kamar mandi membasuh wajahnya
Selesai membersihkan diri dan juga menghias tipis wajahnya kemudian dia langsung turun kemeja bawah
Zeva memandangi kearah meja makan disana banyak berkumpul orang orang asing bagi nya
"Zeva sini sayang" panggil Rihanna saat mata nya melihat Zeva berhenti di anak tangga terakhir
Mendengar namanya disebut Zeva lantas mendekat kearah Rihanna dan kumpulan orang orang itu
"Perkenalkan ini dia Zeva" ucap Rihanna kepada anak, mantu dan cucunya
"Wow kakak benar benar sangat cantik" puji seorang pria kecil dengan mata berbinar
"Iya Daren memang benar kau sungguh cantik" ucap Seorang wanita yang mungkin berumur kepala tiga
"Em Terima kasih" ucap Zeva
"Baik lah Va, yang ini adalah putra tertua kami Namanya Albert lalu itu adalah istrinya Sabrina dan pria di samping nya itu putra mereka Garva" ucap Rihanna
"Yang ini putra bungsu ku namanya Harry dan itu istrinya Helen dan putra mereka si kecil itu namanya Daren" sambung Rihanna kembali menjelaskan silailah keluarga nya
"Salam kenal paman, tante dan " ucap Zeva terputus karena binggung cara memanggil sepupu barunya itu
"Panggil saja aku Garva sepertinya umur kita tidak berbeda jauh" ucap Garva ramah
"Dan kakak Cantik harus memanggilku Daren yang tampan" ucap Daren tersenyum
"Baik lah Garvadan Daren yang tampan" ucap Zeva tersenyum manis
"Dan kenalkan ini sepupu ku Devan" ucap Zeva memperkenalkan Devan kepada mereka
"Hai Dev kau tampan sekali" puji Helen
"No mom aku lah yang paling tampan" ucap Daren cemberut
"Oh astaga putra ku yang satu ini sungguh narsis" ucap Harry
"Sudah lah kita lanjut nanti pembicaraan ini sebaiknya sekarang kita makan karena aku sudah tidak kuat lagi menahan godaan makanan dihadapan ku" ucap Sebastian seraya menatap makanan yang menggugah seleranya
*Mendengar perkataan Sebastian semua yang ada di meja makan tertawa
Tak hayal mungkin karena Sebastian jarang makan makanan yang berlemak seperti yang ada dihadapannya sekarang
Kerena Rihanna sangat memperhatikan kesehatan Suaminya itu
Tetapi karena hari ini mereka menyambut cucu nya tentu saja banyak makan makanan yang berlemak
Setelah itu mereka pun mulai makan dengan tenang
Selesai makan mereka berkumpul diruang keluarga
Menceritakan banyak hal*
"Jadi lo kuliah di Universitas itu baik lah kapan kapan gua jemput lo kekampus " ucap Garva
"Memang nya lo kuliah dimana? " Tanya Zeva
"Owh lo kuliah disitu" ucap Devan
"Iya Dev dan lo harus jagain Zeva gue oke" ucap Garva
"No kak dia milik ku bukan milikmu" ucap Daren yang bertiduran dipangkuan Zeva
"Kau anak kecil diam saja lah" ucap Garva geram pada adik sepupunya itu
"Kau sudah besar cari saja wanita mu sendiri" cebik Daren
"Kau itu tau apa tentang wanita dasar bocah " ucap Garva melotot kan matanya
"Tau lah buktinya aku sudah memiliki kakak Cantik dan aku ini sudah besar tau" ucap Daren tersenyum girang
"Sudah lah kenapa kalian memperebutkannya,dia sepupuku duluan" ucap Devan kesal melihat sepupu satu satunya itu diperebutkan
"No kakak lagi sudah lebih besar cari saja wanita mu juga dasar tidak laku" pekik Daren
"Hei asal kamu tau gue ini banyak di perebutkan orang tau ga" ucap Devan kesal
"dasar dua pria tidak laku" ucap Daren tidak mau kalah
"Ayo lah Daren kau ini masik bocah jadi bertingkah lah layaknya bocah" ucap Garva kembali
"Sudah lah kenapa kalian membully Daren dia itu masih kecil" ucap Zeva
"Ble bel kak cantik membela ku" ucap Daren menjulurkan lidahnya pada Garva dan Devan
"Kau awas saja" ucap Garva geram
Perdebatan mereka pun tidak berhenti sampai pada akhirnya tuan besar Sebastian mengangkat suaranya
"Sudah cukup dia ini adalah cucu ku jadi kalian semua diam lah" ucap Sebastian garang seraya menarik Zeva agar duduk disamping nya
Semua ny langsung terdiam melihat hal itu kecuali para putra Sebastian tertawa terbahak-bahak.
"Oh yaampun ded ternyata kau lah yang menurunkan sifat itu pada putra Kami" ucap Albert tersenyum geli
"Bahkan dari dulu deddy selalu cemburu jika mommy lebih memilihku" ejek Harry kemudian
"Sudah lah kenapa kalian malah memperebutkan Zeva dia itu milik kita semua" ucap Rihanna menengahi
"Ya ya aku setuju dengan oma" ucap Daren cepat karena dia takut jika Zeva malah dikuasai oleh sang opa
Setelah banyak argumen akhirnya Rihanna menyuruh semua orang masuk kekamar mereka masing-masing karena malam semangkin larut
"Sudah istirahat lah ini sudah larut dan besok kalian harus kuliah dan sekolah" ucap Rihanna lembut
"Iya mommy benar kalian kembali lah kekamar kalian" ucap Sabrina
"Mommy apa aku boleh tidur bersama kakak cantik ? " tanya Daren
"No sayang kau sudah besar harus tidur sendiri" ucap Helen
"Mommy ga seru" ucap Daren lesu
*Setelah itu mereka pun bergegas menuju kamar mereka masing masing
Zeva tersenyum dia tidak bisa membayangkan hal ini sebelum nya
Dia berfikir dia akan kehilangan seluruh kebahagiaan nya karena tidak memiliki keluarga lagi kecuali Tante Dija
Ternyata Tuhan tidak sejahat itu padanya
Bahkan Tuhan memberikannya lebih banyak keluarga yang menyayanginya.
Dia hanya tinggal mencari cara untuk menemukan ayah kandungnya dan mencari siapa dalang dari kecelakaan mama papa nya
Dia bertekat akan segera menyelesaikan semua permasalahan ini dengan cepat
Ia bertekat untuk menjadi orang yang kuat dan hebat agar dapat membanggakan keluarganya terutama kedua ibunya yang sudah menetap di Surga*