
Setelah pergi dari kediaman kakeknya Zeva memutuskan ke taman sendirian
Dia butuh waktu menyendiri untuk menenangkan hati nya yang sedang berkecambuk
Mana mungkin dia pulang dengan keadaan berantakan begini, yang ada hanya akan membuat Devan khawatir
Setelah beberapa saat sendiri tanpa sadar,Perhatian Zeva tertuju pada sekumpulan orang dibawah pohon
Seorang ayah yang memangku anak perempuan yang masih berusia dini seraya memantau anak prianya yang bermain bola,dan di samping itu ada seorang ibu yang sibuk menyiapkan makanan untuk keluarga kecilnya
Mereka di penuhi dengan canda dan tawa
Membuat Zeva langsung teringat kepada papa dan mama nya
Saat kecil dia pernah ada di posisi itu, Raimond memangku nya sedangkan Rima sibuk menawarkan berbagai makanan pada nya, bahkan dari kecil dia tidak pernah dibiarkan kekurangan sedikit pun
Tanpa terasa air mata nya mengalir di sudut mata dan Zeva semangkin terisak
Andai mereka masih hidup saat ini mungkin tidak akan terjadi hal seburuk tadi
Andai mereka tidak meninggal kan nya dengan duka dan tanggung jawab sebesar ini
Andai dia mengetahui tentang ibunya lebih cepat mungkin dia tak akan sekaget ini
Zeva terlalu sakit mendengar orang tua ibunya bahkan dengan tega menghinanya sedemikian rupa
Dan Zeva menyadari semua yang dialami ibunya, sakit dan penderitaan itu hanya karena kehadiran nya
Yah hanya karena kehadiran nya ibunya menderita, diusir bahkan dihina dan tidak dipercaya sampai saat ini
Sungguh miris,andai dia tidak terlahir didunia ini mungkin semua tidak akan serumit ini
Belum lagi deddy nya
Apa mungkin deddy nya mau menerimanya, apa mungkin mau mengakuinya lalu bagaimana dengan seluruh kerabat deddy nya itu apa mereka mau menerima nya yang tiba tiba datang merusak suasana,lalu bagaimana jika deddy nya juga sudah memiliki keluarga lain dan lebih parahnya bagaimana jika deddy nya juga sudah tiada
Ah entah lah dia bisa bisa depresi jika terus memikir nya sudah terlalu banyak Zeva kehilangan dan dia tidak mau hal itu terjadi lagi
Setelah puas menangis dan sedikit menenangkan hati nya, Zeva memutus kan untuk kembali
Dengan perlahan berdiri dan melangkah menuju arah halte
Hingga
Bruk
"Ah maaf maaf saya sedang tidak pokus" ucap Zeva seraya membantu seorang pria yang ditabrak nya
"Tidak apa apa nona, saya baik baik saja" ucap pria itu seraya melihat wajah Zeva
"Hai kau" ucap pria itu lagi tersenyum
"Tuan, yaampun maaf atas keteledoran saya" ucap Zeva segan
"Tidak apa , paman tidak akan luka jika cuma ditabrak begitu" ucap Kendrick tersenyum manis
"Kenapa paman bisa ada disini" tanya Zeva
"Cuma membuang penat dari kesibukan sehari-hari, lalu kau mengapa ada disini" ucap Kendrick
"Hanya mampir sebentar" ucap Zeva tersenyum
Entah lah melihat senyum seorang Kendrick bisa membuatnya ikut tersenyum dan menghilangkan kesedihan nya sekaligus
"Apa kau ada waktu luang? " tanya Kendrick
"Ya ada, memang nya ada apa paman? " tanya Zeva
"Bisa berbincang sebentar soalnya aku hanya sendirian dan tidak punya teman mengobrol "ucap Kendrick
"Baik lah ayo kita duduk" ajak Zeva melangkah mendekati bangku tamb
"Terima kasih " ucap Kendrick
"Oh iya, kenapa paman bisa sendirian kesini dimana tante Ruby atau istri paman" tanya Zeva
"Ruby sedang di butik nya sedangkan istri ah entah lah dia pantas disebut istri atau tidak" ucap Kendrick seraya tersenyum lirih
"Maksudnya" tanya Zeva penasaran
"Paman tidak pernah menikah tapi pamanmemiliki seseorang yang istimewa tapi paman tidak tau bagaimana keadaannya sekarang" ucap Kendric
"Bagaimana bisa paman tidak tau keadaan nya? " tanya Zeva
"Paman tidak tau keberadaan nya sekarang dimana, paman menyesal tidak mencari nya dari dulu paman sungguh merasa menyesal" ucap Kendrick
"Tenang lah paman jika dia jodoh paman maka dia akan kembali bersama paman" ucap Zeva tersenyum
"Setahun setelah paman kehilangan nya paman baru sadar bahwa paman sangat mmencintainya,setelah itu paman menyuruh semua anak buah paman untuk mencari keberadaannya tapi ternyata semua anak buah paman tidak bisa menemukannya " ucap Kendrick lirih
"Setidak nya paman sudah menyesal, aku yakin jika bertemu paman pasti dia menjadi wanita yang paling beruntung didunia ini karena bisa dicintai oleh seorang pria yang tulus dan setia kepada nya" ucap Zeva tersenyum
"Kau salah , mungkin dia akan membenci paman karena paman sudah membuat kesalahan yang fatal dan sangat bodoh di masa lalu " ucap Kendrick
"Paman harus positif thinking bisa saja wanita itu juga menunggu paman untuk menjemputnya" ucap Zeva menyemangati
"Yah semoga paman diberi waktu untuk bertemu dengannya agar paman bisa meminta maaf kepadanya, karena paman merasa sangat menyesal" ucap Kendrick
"Em baik lah karena kamu sudah mendengarkan keluh kesah paman, maka paman yang akan teraktir" ucap Kendrick
"Less goo" ucap Zeva
Dan mereka pun membeli eskrim kemudian memakannya selesai itu Kendrick mengantarkan Zeva pulang ke apartemen milik Devan
"Terima kasih paman es krim dan tumpangannya" ucap Zeva tersenyum bahagia
"Paman yang terimakasih karena sudah ditemani" ucap Kendrick tersenyum halus
"Baik lah jika butuh teman curhat datang saja ke Zeva,Zeva akan selalu menjadi pendengar yang baik" ucap Zeva
"Baik lah ibu curhat kalau begitu saya pulang dulu " ucap Kendrick tersenyum seraya Berlalu pergi
"Hehe by paman hati hati dijalan" teriak Zeva kegirangan
Yaampun aku bahagia sekali saat ini
Aku sudah gila, aku merasa nyaman didekat nya
Seakan akan aku habis bermain dengan papa seperti dulu andai saja dia deddy pasti hidup ku akan sangat bahagia
tetapi mana mungkin paman Kendrick adalah deddy, deddy dan mommy bahkan hanya sekali bertemu dan tidak mungkin deddy jatuh cinta bahkan sampai tidak menikah karena mencari mommy
Sudah lah aku lanjutkan besok saja mencari tau kebenaran kebenaran lainnya
Aku sungguh lelah hari ini aku akan berendam lalu tidur,
membayangkan nya saja membuat ku sangat senang"batin Zeva
"Devan gue pulang" ucap Zeva
"Kok lo pulang sendiri,kenapa gak telepon gue biar gue jemput? " tanya Devan
" Gapapa kali van, eh lo tau ga gue bertemu siapa tadi? " tanya Zeva
"Mana gue tau lo pikir gue dukun apa bisa ngeliat lo jumpa sama siapa dari baskom air" ucap Devan kesal
"Dev gue tadi bertemu kedua orang tua mommy" ucapZeva lirih
"Astaga, apa dia menyakiti lo ha?* tanya Devan
" No dev, hanya saja gue ga nyangka ternyata mereka sangat membenci mommy"ucap Zeva
"Lo harus kuat oke, tenang aja masih banyak yang sayang sama lo kok" ucap Devan
"Iya tapi bagaimana dengan mommy, bahkan disaat mommy sudah tiada dia tetap di benci oleh orang tuanya " ucap Zeva lirih
"Suatu saat pasti Opa Oma lo tau bahwa mommy lo itu ga bersalah jadi lo harus sabar nunggu waktu itu tiba" ucap Devan
"Tapi semuanya karena gue Dev hiks, andai aja gue gak hadir dikehidupan mommy hiks pasti sampai saat ini mommy masih hidup dan tidak di benci orang tuanya hiks" tangis Zeva
"udah udah okey" ucap Devan
*Melihat hal itu Devan hanya bisa memeluk sepupunya itu
Dia mengerti bahwa hal itu sangat menyakitkan untuk sepupunya
Sepupunya dibesarkan oleh kasih sayang dan kelembutan mana mungkin bisa mendengar seorang yang paling berarti baginya dihina dan direndahkan begitu
"Sudah lah Va, Lo itu gak bersalah sama sekali jadi jangan bersedih" ucap Devan menenangkan Zeva
"Gue pengen jumpa mommy Dev" ucap Zeva
"Nanti saat gue ada waktu kita pulang ke indo buat dateng ke pemakaman mommy, mama, dan papa lo okey" ucap Devan
"Lo janji kan" ucap Zeva
"Gue janji, jadi sekarang lo jangan nangis karena lo jelek tau gak" ucap Devan meledek
"Devan gue lagi ga mood buat ribut sama lo ya" ucap Zeva memperingati Devan
"Jadi lo maunya apa princess" ucap Devan
"Gue mau lo temani gue tidur " ucap Zeva menatap Devan dengan mata berharap
"Dihh lo kan udah gede Zeva" ucap Devan heran
"Devan plis biasanya kalau gue sedih mama yang temenin gue tidur jadi sekarang lo harus gantiin mama " bujuk Zeva
"Aneh aneh aja yang diminta" ucap Devan
"Devann plisssss" ucap Zeva seraya menampilkan puppy eyes nya
"Yaudah deh sekali ini aja ya" ucap Devan
"Iyaaaaa " jawab Zeva kegirangan
*Dan setelah itu Devan pun menemani Zeva sampai Zeva memejamkan mata indahnya
Devan hanya tersenyum melihat Zeva yang tertidur dengan manis di sofa
Devan pun menggendong Zeva dan membaringkan Zeva di kasurnya, setelah itu Devan pun kembali kedalam kamarnya sendiri