
tok
tok
tok
" kakak cantik bangun kak" teriak Daren
"kak ayo bangun" sambungnya lagi
"kakakk ayo bangun "
Mendengar suara yang ribut akhirnya zevavterpaksa membuka kedua matanya dengan malas
"Iya ada apa" ucap Zeva dengan suara serak khas bangun tidur
dor
dor
dor
"Kak ayo ikut aku joging,cepat lah " ucap Daren berteriak dari depan pintu seraya menggedor pintu kamar Zeva
"Astaga ini masih pagi Daren, ayolah mataku masih terasa berat" ucap Zeva prustasi pasalnya sekarang masih jam setengah enam dan dia baru tertidur jam dua dini hari
"No kak, ini sudah terbiasa bangun cepat ayo buka lah pintu jelek ini" ucap Daren berdecak
Kaki ku pun melangkah mendekati pintu kamar ku dan aku langsung membuka pintu itu
"Ayo cepat kakak harus segera mandi" ucap Daren
"Daren mengertilah kakak sangat mengantuk" ucap Zeva
"Oho apa yang kakak lakukan semua orang sudah menunggu ditaman belakang rumah kita harus berolahraga" gerutu Daren
"Astaga ada apa dengan keluarga ini " gumam Zeva lirih
"Ha apa yang kakak bilang? " tanya Daren yang tidak mendengar dengan jelas perkataan Zeva
"Tidak sudah lah kau tunggu sebentar aku akan mencuci wajah ku" ucap Zeva
"Kakak harus mandi bukan mencuci wajah,astaga ada apa dengan kakak ini" ucap Daren menepuk jidatnya
"Sudah lah Daren bukannya mau olahraga ngapain mandi coba aku sangat malas " ucap Zeva malas
"tapi kan
" Sutttt diam lah atau aku akan kembali tidur"pekik Zevakarena prustasi melihat kebawelan sepupunya itu
"O-oke" ucap Daren terdiam
*Selesai mencuci wajahnya dan berganti pakaian dengan yang sudah disiapkan oleh pelayan akhirnya Zeva dan Daren melangkah menuju taman belakang rumah
Disitu Zeva bisa melihat semua keluarganya berkumpul sambil melakukan berbagai macam hal
Sebastian, Rihanna, dan Helen sedang yoga dipandu oleh seorang wanita
Lalu Daven dan Garva sedang lari kecil mengelilingi taman
Harry sedang Push up
Dan Albert sedang meninju*
*Zeva tercengang melihat hal itu pantas aja mereka kekar dan sehat ternyata mereka rajin berolahraga
Dan apa itu bahkan Devan sudah bergabung dan basah oleh keringat nya sedangkan dia masih baru terbangun dari tidurnya
Ohh dia menyesal bergadang tadi malam
Dia berjanji dalam hati jika berada di mansion ini dia harus cepat tidur*
"Sayang ayo kita berolahraga" ajak Rihanna
"Iya nek maafkan aku yang baru terbangun" ucap Zeva kikuk
"Tidak papa sayang itu hal biasa kami juga seperti itu waktu pertama kali menjadi menantu" ucap Sabrina
"Benar itu bahkan aku setelah sebulan baru bisa ikut olahraga" ucap Helen
"Yasudah kamu juga ikut bergabung" ucap Sebastian
Setelah itu mereka melanjutkan olahraga mereka dengan baik
Sesudah jam tujuh mereka semua beristirahat dan memakan cemilan dan sarapan yang disediakan oleh pelayan
Setelah selesai baru lah mereka pergi menuju tempat mereka masing masing
Ada yang ke kampus, ada yang kekantor, ada yang ke sekolah dan Helen bersama Sabrina kembali kerumah mereka masing masing
"Baik lah kalian boleh tinggal di apartemen kalian tapi kalian harus berjanji bahwa kalian akan sering berkunjung kerumah ku ini" ucap Rihanna
"Iya nek kami akan kesini jika ada waktu luang " ucap Zeva
Dan setelah itu mereka pun berangkat meninggal kan tempat itu
"Hai Va lo lama banget dateng nya" ucap Ara saat melihat Zeva beru masuk dan mendudukan bokongnya di tempat duduknya
"Iya gue dari rumah nenek gue, dan rumahnya sedikit lebih jauh" ucap Zeva
"Oh yaa, berarti lo tinggal sama nenek lo" tanya Ara kembali
"Enggak si, cuma main aja" jawab Zeva
"ohh
" Uh akhirnya selesai juga kita belajar,gue capek banget mana ga ngerti lagi apa yang dijelaskan sama itu dosen"ucap Ara
"Lo si waktu pembagian otak lama dateng begini jadi nya lemot" ejek Cia
"Ihh Cia apaan sihh gue bukan lemot,memang dosennya aja yang ga jelas" ucap Ara geram
"Udah lah kita ke kantin aja dari pada ribut" ajak Zeva
"Yaudah deh ayok" ucap Cia
Dan mereka pun segera kekanti dan duduk di salah satu meja kosong
"Mau pesen apa"tanya Ara
" Gue Beef aja deh" ucap Zeva
"Iya gue sama in aja" ucap Cia
Setelah memesan mereka pun mulai makan tetapi tiba tiba ada yang mencomot makanan milik Zeva
"Enak ni Va" ucap Devan seraya mengunya Beef milik Zeva yang sudah dipotong-potong nya
"Devan ihhh kan jadi kotor" pekik Zeva yang membuat semua mata tertuju padanya
"Astaga semalam ini lo makan punya gue juga ga papa" ucap Devan
Tapi kan pakek sendok Devan liat ni jadi kotorrr,tuk"ucap Zeva seraya mengetuk kepala Devan dengan sendok
"Aduh Va jangan gitu dong gue kan jadi malu liat tu semua orang pada liatin kita" ucap Devan
"Bodoamat ih abisin" ucap Zeva menyuruh Devan menghabiskan Beef nya
"Iya deh lumayan makan geratis" ucap Devan
*Melihat hal itu semua orang hanya bisa memandang heran kearah mereka
Bahkan teman Devan hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum kecil
Kecuali El yang menatap zeva dengan tajam
"Oh iya kita gabung ya" ucap Sean kepada Ara dan Cia
"Gabung aja ga ada yang larang kok" ucap Cia
*Sedangkan Ara hanya bisa terdiam karena adanya Devan didepannya
Bahkan dia nervous untuk makan dan hanya memotong beef nya tanpa memasukkannya kedalam mulut nya*
"Gue ke toilet dulu" ucap Zeva
"Perlu gue temenin ga Va?" ucap Cia
"Gue bisa sendiri kok, kalian lanjut makanya aja" ucap Zeva
*Setelah Zeva pamit tidak berapa lama El pun ikut pergi dari kantin
"Gue cabut dulu " ucap El meninggalkan meja kantin
Dan dia mengikuti Zeva kearah toilet dan menunggu nya didepan pintu toilet*
"udah selesai" ucap El singkat
"Astaga,lo ngapain disini bikin gue kaget aja" ucap zeva heran
"Ada yang mau gue omongi sama lo" ucap El datar
"Kan bisa di kantin" ucap Zeva
"Ini penting" ucap Zeva
"Oh,yaudah bilang aja " ucap Zeva
"Jangan disini ikut gue" ucap El seraya menarik tangan Zeva menuju rooftop sekolah
"Ada apa si, ngapain pakek narik tangan segala " tanya Zeva
"Lo siapa? " tanya El
"Ha maksud lo apa si, ya gue Zeva lah" ucap Zeva ketus
"Maksud gue lo memang dari Indonesia? " tanya El
"Iya kenapa, kepo banget si lo " ucap Zeva sewot
"Lo kok bisa di Indonesia? " tanya El lagi
"Ya bisa lah bokap nyokap gue tinggal nya disitu, lo apa si aneh banget" ucap Zeva
"Lo punya bokap? " tanya El heran
"Yah ada lah gila ya lo mangkin ngaco tau ga" ucap Zeva heran
"Gue bisa jumpa sama bokap lo" tanya El
"Udah dikubur mau gue jumpain" ucap Zeva ketus
"Maksud lo" tanya El heran
"Iya bokap sama nyokap gue udah meninggal udh deh loh aneh tau ga si" ucap Zeva ketus seraya meninggalkan El
"Gila tu cowok nanya ga jelas mana muka datar kayak tembok bikin orang emosi aja" gerutu Zeva
"Tapi kok wajahnya mirip sama Uncle ya, apa mungkin perasaan gue aja" gumam El melihat kepergian Zeva lantas ikut pergi dan kembali kekantin