
"Va lo mau pesen apa? " tanya Garva setelah sampai direstoran
" spageti aja deh"ucap Zeva
"Lo pesen apaan" tanya Garva kepada Devan dan temannya
"Udah sama in aja biar ga ribet sekalian minumnya pesan lemon tea" ucap Devan
Setelah pesanan mereka sampai mereka pun menghabiskan makanan mereka dengan diselingi percakapan ringan
"Siap ini kalian pada mau kemana? " tanya Sean
"Ga kemana mana si palingan balik" ucap Devan
"Gimana kalau kita nonton,jarang-jarang kan kita ngumpul diluar kek gini" ajak Sean lagi
"Seru tuh ayo dong udah lama tau kita ga nonton" ucap Austin
"Lo mau nonton Va? " tanya Devan
"Terserah si gue ikut aja" ucap Callysta
"Yaudah gue juga ikut deh kalau gitu biar seru" jawab Garva
"Lo ikut juga kan El" tanya Sean
"Enggak males gue" jawab El singkat
"Parah ih ayo lah El sesekali ini lo ga iri nanti lo liat kita nonton lah lo malah rebahan doang di rumah" ajak Austin
"Udah biar aja dia ga ikut ga usah dipaksa" ucap Zeva sinis
"Va gak boleh gitu ih kok sinis lagian ya kalau ngumpul ga ada El itu rasanya beda " ucap Devan
"Kalau ga ada lo ga lengkap tau kayak ada yang kurang" ucap Austin
"Gue ikut" ucap El seraya menatap Zeva tajam
"Nah gitu dong ini baru teman gue" ucap Sean seraya merangkul El
"Lepas ga" ucap El melirik Sean dingin
"Aelah baperan amat lo" decak Sean seraya melepaskan tangannya dari punggung Devan
*Setelah itu mereka segera pergi menuju Mall terdekat
Dipertengahan jalan mata Zeva tak sengaja menangkap siluet seorang yang dikenalinnya
"Ara, Cia " teriak Zeva
Merasa namanya disebut mereka membalikan badan dan terkejut melihat Zeva bersama para pria populer itu
"Astaga lo ngapain Va''tanya Ara
" Gue mau nonton lo mau ikut ga"ajak Zeva
"Emang boleh gabung entar kita ngeganggu lagi" ucap Cia merasa tak enak
"Enggak kok bolah kan mereka ikut" tanya Zeva pada Devan dan kawan kawan
"Gabung aja biar si Zeva ada kawan nya" ucap Garva
"Yes asik bisa deket sama Devan" gumam Ara pelan seraya memperbaiki penampilannya
"Lo bilang apa Ra" tanya Cia
"Enggak kok ga ada" ucap Ara
"Lo pada udah siap belanjanya kan" tanya Zeva
"Udah kok, tadi niatnya memang mau balik" jawab Ara
"Bagus deh" ucap Zeva
"Yaudah gue sama Austin belik tiket sama popcorn nya dulu yah" ucap Sean
"Mau nonton apa ni" tanya Austin
"Horor aja" ucap Devan
"Kok horor si ga ah lo tau gue ga suka horor" ucap Zeva
"Udah kan ada kami elah tenang ntar gur di samping lo" ucap Garva
"tapi kan
" Takut lo"ucap El dingin
" Apaan si bukan takut memang males aja"ucap Zeva kesal
"Rese lo ya, yaudah horor aja" ucap Zeva kesal
*Setelah membeli tiket dan menunggu beberapa waktu akhirnya film mereka akan segera dimulai
Mereka segera bergegas masuk kedalam bioskop dan duduk di kursi masing masing
diisi oleh Devan lalu Ara lalu Garva lalu Zeva, El, Sean,Cia dan Austin
Awal film masih aman tetapi setah berjalan lima belas menit suara teriakan sudah mulai terdengar saling bersautan
hingga disatu adegan muncul sosok hantu yang sangat menyeram kan*
"Aaaaaa" teriak para wanita dan sebagian pria bahkan ikut berteriak
Zeva langsung repleks memeluk El dengan erat menyembunyikan wajahnya didada El
deg
deg
jantung El langsung tak nyaman saat Zeva memeluk nya, tetapi berbeda lagi dengan tubuhnya ,tubuhnya malah sangat nyaman dengan hal ini,dengan perlahan dia pun merangkul Zeva dengan erat
Sedangkan Ara pun langsung memeluk Devan
seraya mencari kesempatan didalam ketakutan
Melihat hal itu Devan hanya bisa berdehem lirih dan langsung menegakkan duduk nya
Cia pun langsung menggenggam tangan Sean tanpa sadar
Begitu lah mereka seterus nya sampai film itu selesai
"Nyaman ya" ejek El pada Zeva setelah film selesai
"G-gue repleks ga sadar juga kalau itu lo" ucap Zeva gugup
"Alasan" ucap El singkat
"Gar lo kok ga peluk gue si gue jadi malah meluk El kan" ucap Zeva kesal
"Ya mana gue tau gue terlalu pokus nonton lagian seru banget film nya" ucap Garva
"Ah males deh gue, seru apanya serem gitu" ucap Zeva dan mereka pun menuju pintu keluar
Sementara Ara dan Devan saling berdiam diri
"Kak yang tadi gue minta maaf yah gue ga sadar" ucap Ara
"Ga papa lupain aja anggap aja ga pernah terjadi" ucap Devan menghilang kan kegugupan nya.
"Eh kok dilupain si ga mau ah" ucap Ara repleks
"Ha maksdnya" tanya Devan
"Ga ada ka by kak aku mau nyusulin Zeva" ucap Ara seraya lari menuju Zeva
"Aneh,tapi gemesin" ucap Devan tersenyum sendiri
Selesai dengan film mereka,akhirnya mereka kembali kerumah mereka masing-masing
"Gar lo ga mau nginep di sini aja" ucap Zeva
"Boleh deh lagian gue udah capek banget" ucap Garva
"Yaudah lo tidur dikamar satu lagi yang paling belakang" ucap Devan
"Lo aja paling belakang kok malah gue si " ucap Garva
"Aparat gue ya terserah gue la kok lo pulak yang ngatur " ucap Devan
"Tapi gue takut Dev lo emang nya ga takut kalau tadi hantu ngikutin kita,gimana kalau kita tidur berdua" ucap Garva
"Gila lo ogah gue tidur sama orang modelan kayak lo" ucap Devan
"Udah ah udah gede juga ribut mulu" ucap Zeva sinis langsung meninggalkan sepupunya dan masuk kedalam kamarnya
*Setelah itu Zeva langsung membersihkan badanya dia berendam didalam bathup beberapa menit kemudian membilas badannya di shower
Selesai mandi dia segera memakai baju tidur nya dan segera berbaring dikasur nya
"Malu banget si tadi, lagian kenapa mesti El si dari segitu banyak nya orang "batin Zeva
" Mana lama lagi, pasti dia pikir gue cari kesempatan dalam kesempitan"batin Zeva lagi
"Ahh udah lah ga usah dipikirkan hal yang tidak penting" lirih Zeva
Hingga tanpa tersadar,setelah lama menghayal dan membatin Zeva pun masuk kealam mimpinya*