
Kring....
kring....
kring... .
"Astaga kenapa berisik sekali si ah" dumel Ziva seraya mematikan alaramnya
*ia pun lantas bergegas kekamar mandi dan bersiap..
setelah selesai bersiap, ia pun segera turun ke bawah menuju meja makan
Disitu ia melihat kedua orang tua nya sudah menunggu nya*
"Morning ma, pa" ucap Ziva
"Morning sayang, sudah cantik saja anak papa ini" balas Reimond
"Jelas dong Ziva gitu lo" ucap Ziva menyombongkan diri
"Ayo sayang sarapan dulu, mama sudah siapkan nasi goreng kesukaan mu" ucap Rima
"Wow mama emang terbaik" puji Ziva
"Sini non biar mbok ambilkan" ucap Mbok Jumi
"Emm ini nasi goreng terenak yang pernah aku makann" ucap Ziva kegirangan
"Pelan pelan sayang, seperti ada yang minta saja" ucap Rima
"Sorry, lagian ini sangat enak membuat ku kebablasan" ucap Ziva
"Ya sudah cepat habiskan makannya" ucap Rima
"Mama juga harus makan" ucap Ziva
"Baik lah" Jawab Rima
*Selesai menghabiskan makanannya Ziva pun pamit kepada orang tua nya kemudian pergi kesekolah diantar oleh supir
"Aku kan ke kampus sekarang" ucap Ziva
"Baik lah hati hati sayang" ucap Raimond
"Aman itu" ucap Ziva seraya mengecup kedua pipi orang tuanya
Sesampai di kampus Ziva pun melangkah menelusuri kolidor kampus banyak siswa siswi yang memperhatikan nya
Tak heran karena dia merupakan salah satu mahasiswi pandai dan primadona dikampus nya
Tapi tak hayal banyak juga mahasiswi yang membencinya karena merasa tersaingi
Setelah beberapa waktu akhirnya dia sampai di depan kelas nya
**Ia pun melangkah masuk dan duduk di salah satu kursi dikelas itu
Lalu ia memasang aerafon di telinganya mendengarkan musik sekaligus menunggu sahabat nya datang**
"Hai Zeva, Udah lama lo sampai?" tanya Chilla
"Ehh, belom kok baru aja beberapa menit yang lalu" jawab Zeva
"Nessa mana, belom datang? " tanya Chilla kembali
"Belum tuh, mungkin sebentar lagi" jawab Zeva cuek
"Hello guys" sapa Nessa yang tiba tiba nongol dibalik pintu kelas
"Beh baru juga digibahin udah dateng aja ni kutu kupret" ejek Chilla
"Kutu kupret pala lo peang, minta di gaplok lo" ucap Nessa ketus
"Masih pagi ga usah ribut bisa ga si kalian ini" ucap Zeva kesal
"Tau ni anak, julid banget jadi orang " sindir Nessa
"Dih canda gue, sensi amat lo kek datang bulan aja" ucap Chilla
"Emang datang bulan dodol" ketus Nessa lagi
"Oh yaampun, pantes di belakang lo ada macan tutul nya jadi takut gue " ucap Chilla begidik
"Pada ribut mulu, tugas siap kagak" ucap Zeva santai
"Halah ga penting itu mah " ucap Chilla cuek
"wait wait tugas, apa lo bilang barusan kita ada tugas" pekik Chilla
"Mati gue belum bambang" ucap Chilla lantas membuka buku dengan terburu buru
"Makanya ga usah gibahin orang aja tau nya, rasain lo sekarang? ucap Nessa puas
"Nyerocos aja lo dari tadi, stres stres deh lu sekarang" ejek Zeva
"Yaampuun kalian bestie aku apa ga si, bagi contekan dong 3 menit lagi masuk ni dosen killer kalau ga siap bida bisa di jemur gue kayak lain di depan lapangan" ucap Chilla panik
"Ini pakek punya gue aja, makanya lain kali diinget ya sayang" Ucap Zeva
"Makasihhh bestiee, lo memang besti terbaik buat gue ga kayak yang ono tu" ucap Chilla manja seraya menyindir Nessa
"Udah buruan bego, sempet sempetnya lo nyindir nyindir gue" ketus Nessa
"Hehe sorry" ucap Chilla
*Setelah itu dosen pun memasuki kelas mereka
Mereka pun belajar dengan lancar tanpa masalah dan gangguan*
"kantin kuy, laper parah cacing gue" ajak Chilla setelah membereskan buku nya yang berserakan
"Skuy lah" jawab Zeva dan Nessa bersamaan
Mereka pun bersiap menuju kantin
tetapi tiba-tiba handphone Zeva berdering nyaring
"Siapa zev?" tanya Chilla
"Ga tau gue nomor tak dikenal angkat ga ya" ucap Zeva
"Angkat aja tau penting" Ucap Nessa
"Yaudah deh" ucap Zeva
"Hallo" ucap Zeva
"Hallo, apa benar ini dengan putri dari bapak Reimond? " tanya si penelpon
"Yah ada apa yah, ini siapa? " tanya Zeva
"Kami dari pihak rumah sakit memberitahukan bahwa kedua orang tua anda sedang ada dirumah sakit, bisa kah anda datang segera? " ucap si penelpon
"Oke gue datang sekarang , rumah sakit nya di mana yah Sus? " tanya Zeva panik
"Rumah sakit Citra merdeka ya mbak" ucap penelpon
Setelah itu mereka bertiga langsung menuju kerumah sakit dengan tergesa-gesa
"Sus ruang papa dimana yah? " tanya Zeva
"Boleh tau siapa nama pasien nya nona? " tanya suster
"Tuan Raimod dan Nyonya Rima Sus" jawab Nessa
"Oh lurus aja lalu setelah mentok belok kanan di UGD yah non" ucap suster
"Terima kasih Sus" jawab Chilla
Kemudian mereka langsung jalan dengan cepat menuju Ruang UGD
*Sesampainya di UGD ternyata orang tua nya masih di periksa oleh para dokter
mereka pun menunggu dengan cemas di bangku tunggu, berbeda dengan Ziva yang sedari tadi terus mondar mandir didepan ruang itu
Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya pintu UGD pun terbuka dan keluar lah dokter*
"Dok, bagaimana keadaan orang tua saya,mereka ga papa kan dok? " tanya Zeva
"Untuk Nyonya dia masih dalam masa kritis saat ini dan untuk tuan Raimod saya meminta maaf karena kami gagal menyelamatkan nyawanya" jelas dokter
*deh deg deg
"Ma ma maksud ada apa dok? " tanya Zeva bergetar
"Akibat dari benturan keras di leher nya membuat beberapa saraf nya putus dan nyonya pun benar-benar terluka parah hanya keajaiban yang dapat menyelamatkannya" ujar dokter itu
"Ga ga mungkin dokter pasti bercanda kan? " ucap Zeva
"Sekali lagi kami minta maaf " ucap dokter itu seraya meninggal kan ruangan itu
"Ga ga mungkin" ucap Zeva lirih
Ziva pun langsung lemas dan pingsan seketika*