
"mama" pekik Zeva seraya berlari mendekati sang ibu
"Zev-a" ucap Rima terputus-putus
"Mama jangan banyak bicara dulu aku akan panggilkan dokter" ucap Zeva seraya ingin memencet tombol disamping kasur Rima
"Janga-n sayang, denga-r kan mama, kamu s-sudah harus t-tau kebenarannya" ucap Rima tersengal-sengal
"Kebenaran, maksud mama apa ma? " tanya Zeva penasaran seraya menggenggam tangan Rima
"Sebelumnya mama minta maaf kalau baru memberi tau kamu" ucap Rima sendu
"Kenapa minta maaf ma, mama ga salah" ucap Zeva
"Sayang sebenernya kamu bukan putri kandung kami " ucap Rima.
"Apa maksud mama, mama bercanda kan? " tanya Zeva
"Dengar mama! " ucap Rima seraya menatap Zeva
Flashback on
"Mas, maafkan aku karena aku belum bisa memberikan mu seorang anak" ucap Rima pada Reimond
"Sayang sudah lah bagi ku kau sudah cukup" ucap Reimond dengan tulus menggenggam tangan Rima
"Tapi sayang aku tau kau sangat ingin seorang anak kan? " ucap Rima
"Sayang apapun takdir nya aku menerima, sudah lah jangan pikirkan itu sekarang aku akan ke kantor" ucap Reimond
"Yasudah hati-hati ya sayang, jangan lupa makan siang" ujar Rima
Setelah itu Reimond mencium kening Rima dan langsung berangkat pergi
Rima pun bergegas bersiap, hari ini dia akan berangkat kesalah satu panti asuhan
Dia sangat suka berada di panti, bahkan hampir setiap hari dia menghabiskan waktunya dengan anak-anak disana
~
Dipertengahan jalan Rima dikejutkan dengan keberadaan seorang wanita hamil yang terduduk dipinggir trotoar
Dia melihat wanita itu seperti menahan kesakitan
Ia pun lantas turun dari mobil dan berlari ke arah wanita itu
"Nyonya ada apa? " tanya Rima
"Tolong selamatkan anak ku" ucap wanita asing itu
"Apa kau ingin melahirkan? " tanya Rima lagi
"Ahh iya cepat tolong anak ku" jerit wanita itu
Melihat hal itu, Rima langsung menyuruh supir nya untuk menggendong wanita asing itu kedalam mobil
Setelahnya mereka pun melaju menuju rumah sakit
Sesampainya dirumah sakit wanita itu langsung ditangani oleh dokter
Setelah beberapa waktu akhirnya wanita itu pun melahirkan anak perempuan yang sangat cantik
"Anak nya perempuan tetapi dia sangan lemah, Jadi kami harus memasukannya kedalam inkubator" jelas dokter
"Lakukan apapun yang terbaik dok" ucap Rima terharu melihat bayi mungil itu
"Lantas bagaimana keadaan ibunya dok? " tanya Rima lagi
"Ibu nya sangat lemah dan dia bilang ingin berbicara kepada mu ayo silahkan masuk" ucap dokter itu
Setelah itu Rima pun masuk kedalam ruang bersalin
Dia melihat wanita itu terbaring lemah diatas bangka
"Terima kasih nyonya sudah menolong ku" ucap wanita itu
"Itu sudah tugas ku untuk membantu yang membutuhkan" ucap Rima tersenyum
"Nyonya apa aku bisa meminta sesuatu lagi" tanya wanita itu
"Apapun selagi aku bisa memberikannya aku akan melakukannya" ucap Rima seraya menggenggam tangan wanita itu
"Tolong jaga putri ku" ucap wanita itu
"Aku akan menjaganya selagi kau masih sakit, tetapi apa aku bisa menghubungi suami atau keluarga mu mereka pasti cemas kepadamu" ucap Rima
"Tidak nyonya, bukan menjaga seperti itu" ucap wanita itu
"lalu" tanya Rima heran
"Sebelumnya aku akan memperkenalkan diri ku, Aku adalah putri dari keluarga Collins Nama ku Carlote Collins" ucap Carlote
"lalu apa yang terjadi pada mu" ucap Rima
"Malam itu dia mabuk dan seseorang menelpon ku dia menyuruhku menjemput nya aku yang bodoh pun menurut dan pergi ke Club tetapi sampai sana aku melihat bahwa dia baik-baik saja" ucap Carlote
"Aku pun dibuat bingung oleh nya, hingga dia mengajak ku duduk disofa tempat dia duduk" sambung Carlote
Flashback on
"Cara kau bilang kau cinta pada ku kan? " tanya Martin
Carlote hanya mengangguk
"Kalau begitu minum lah bir ini, ini sangat nikmat" ucap Martin
"Tapi aku tidak bisa minum" ucap Carlote
"Ayo lah sedikit saja" bujuk Martin
off
"Melihat wajahnya aku pun terpaksa menurutun kemauannya,Aku meminum bir itu hingga beberapa waktu kemudian aku merasa gerah diseluruh tubuh ku"ucap Carlote
" Dan aku mendengar Martin menertawakan ku, dan berkata dia akan menjual ku pada pria kaya"ucap Carlote kemudian
"Entah bagaimana ceritanya aku tiba-tiba didalam kamar yang minum pencahayaan, aku melihat seseorang pria melangkah mendekatiku" jelas Carlote
"Melihatnya berjalan aku merasa tubuh ku akan meledak aku sungguh butuh akan belaiannya, hingga tampa tersadar aku pun melakukan hal memalukan itu hiks" tangis Carlote
"Jadi maksudmu kau hamil anak pria asing itu" tanya Rima
"Iya, dan aku bahkan tidak tau nama dan wajahnya, tetapi aku punya cincin ini, cincin ini milik pria itu yang tertinggal dan tolong berikan cincin ini pada putri ku" ucap Carlote seraya memberikan cincin kepada Rima
"Lalu bagaimana dengan keluarga mu" ucap Rima
"Mereka mengusir ku karena aku ketahuan hamil diluar nikah dan mereka sangat membenci anak yang ku kandung, maka dari itu jangan biarkan orang tua ku tau tentang anak ini" ucap Carlote
"Astaga pria itu" ucap Rima kesal
"Tidak bukan salahnya, ini semua salah Martin yang menjualku, setelah besar suruh lah putri ku mencari ayah nya dan suruh dia menemui paman ku" ucap Carlote seraya memberikan kartu nama kepada Rima
"Apa maksud mu, kau bisa menyuruhnya sendiri kenapa mesti aku" ucap Rima bingung
"Aku sudah tidak bisa bertahan aku mohon jaga dia untukku" ucap Carlote tersengal
"Tidak kau pasti bisa bertahan" ucap Rima panik
"berjanjilah pada ku kau akan menjaganya" ucap Carlote
"Aku akan melakukan yang terbaik untuk kau dan putri mu aku berjanji" ucap Rima panik
"Terima-kasih" ucap Carlote dan perlaha ia pun menghembuakan nafas terakhirnya
"no dok dokter doker" panggil Rima
dokter pun langsung masuk bersama seorang perawat saat mendengar teriakan Rima
*Dokter pun langsung memeriksa keadaan Carlote
"Maaf Bu tetapi nyonya ini tidak bisa diselamatkan" ucap dokter.
Flashback off
"Maaf sayang" ucap Rima menggenggam tangan Zeva semangkin erat
"Tidak ma tidak bagaimana bisa kalian bukan orang tua kandung ku"pekik Zeva tersentak
"Tetapi itulah kenyataan nya Zeva, carilah orang tua mu melalui petunjuk dalam berangkas dikamar mama, pin nya tanggal lahir mu" ucap Rima dan dengan perlahan memejamkan matanya dan menghenbuskan nafas terakhirnya
"ma, mama ma, mama bangun ma bangun" ucap Zeva tersentak melihat tangan Rima terkulai lemah.
"Dokter dok mama dok" teriak Zeva
Dokter pun langsung memeriksa keadaan Rima dan setelah beberapa detik dokter pun menghembuskan nafas perlahan
" huff mohon maaf, nyonya Rima sudah tidak dapat tertolong" jelas dokter
"Enggak ga mungkin maaaaa" tangis Zeva pun pecah
*Bagaimana mungkin dalam sebulan dia kehilangan dia orang yang sangat berharga bagi nya
Belum lagi kebenaran yang terkuak menggangu pikirannya
Bagaimana mungkin orang tua yang dianggap nya papa dan mama bukan lah orang tua kandungnya
Bagaimana cerita teragis kematian ibu kandungnya yang dijebak
Belum lagi dia tau bagaimana ayah biologis nya
Teka teki ini sunggu menghancurkan mental dan akal sehat nya*