
"Huaa mama" pekik Zeva
"hay sayang, apa kabar" ucap Rima seraya memeluk putri kesayangan nya
"Huaaa aku rindu tauuu" ucap Zeva manja
"Jadi rindunya sama mama aja, papa enggak ni!? " sindir Raimond
"Ihhh papa aku rindu juga tau" ucap Zeva melepaskan pelukan dari mama nya dan langsung memeluk papa nya
"Kamu apaan si mas,gitu aja cemburu" ejek Rima pada suaminya
"Mama aja yang ga pengertian" elak Raimond tidak mau disalahkan
"Ihhh udah deh baru juga balik kok udah berantem aja" ucap Zeva seraya memanyunkan bibirnya
"Hehe kami bercanda sayang" kekeh rima
"Yasudah tuan, nyonya, non, makan dulu mbok udah siapin banyak makanan yang lezat" ajak Mbok Jumi
"Memang Mbok Jumi yang paling pengertian" ucap rima
*Mereka pun bergegas menuju meja makan
Melihat begitu banyak menu masakan membuat mereka tidak bisa menahan rasa lapar nya dan langsung bergegas melahap makanan itu.
Selesai menghabiskan makanan nya mereka pun berbicara santai di sofa*
"Pa kita ke pasar malam yok? " ajak zeva
"Pasar malam memang mau ngapain sayang" Tanya Raimond
"Yah main dong pa, yakali ngepet" ucap Zeva kesal
"Kenapa pasar malam sayang, mall aja gimana? ajak Raimond
" Bosen tau pa, masak mall mulu"cebik zeva
"Iyah mas, sekali kali kita bertukar suasana udah bosen tau ngurusin berkas berkas yang tidak habis habis itu" bujuk rima pada suaminya
"Yaudah deh demi putri dan ratu papa" ucap Reimond
"Yey papa terbaik" ucap Zeva
"Bergegas deh siap siap dulu sana papa sama mama biar bersiap juga" ucap Reimond
"Asiyap raja ku" ucap Zeva seraya berlari menuju tangga
Sesampainya dikamar Zeva langsung mengambil handuk dan langsung menuju kamar mandi
Setelah siap mandi Zeva pun langsung bergegas merapikan diri
Merias wajahnya tipis yang menambah kesan cantik diwajahnya
setelah selesai diapun
memakai sepatu dan mengambil tas nya lalu segera turun kebawah
Sesampainya dibawah dia melihat papa dan mama nya yang sudah menunggunya di sofa dia pun menghampiri orang tua nya dan mereka pun menuju pasar malam
"Wow liat pa, aku mau kita naik bianglala raksasa ituu" ucap Zeva kegirangan
"Kamu aja deh sayang" ucap Rima
"Pokoknya mau bertiga" paksa Zeva
"Sudah lah ma turuti saja putri manja ini'l" ejek Raimond
Hampir semua wahana dicoba oleh mereka, setelah puas bermain Zeva pun mengajak orang tua nya masuk ke tempat berfoto dan setelah selesai berfoto ria mereka pun memutuskan untuk kembali kerumah
"Sudah kan sayang, ayo kita pulang
" ajak Reimond
"Iya, tapi kita jalan jalan keliling kota yah sebentar aja pliss" ucap Zeva
"Banyak banget permintaannya tuan putri seperti besok kami mau pergi saja" ejek Rima
"Ihhhh mama kan memang sering pergi-pergi" rajuk Zeva
"Kemanapun mama sama papa pergi kan kami selalu kembali sayang," ucap Rima
"Iya udh jangan berdebat, let's goo kita keliling kota" ajak Reimond
*Setelah berdebat mereka pun akhirnya menuju mobil dan bergegas memasukinya
setelah itu supir melajukan mobil menuju kota
Mereka menghabiskan waktu dengan bercanda ria di dalam mobil
Mulai dari perdebatan kecil antar ayah dan putri itu terkadang membuat Rima hanya bergeleng kecil
Setelah dirasa cukup larut mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah*
"Sudah malam tidur ya sayang" Ucap Rima pada putri nya itu
"Aku mau papa sama mama temanin aku yah sampai aku ketiduran" ucap Zeva
"Kamu itu udah besar sayang" ucap Reimond pada putri nya yang meminta hal aneh
"Sesekali pa, plisss" bujuk Zeva
"Sudah lah mas, kalau kamu ga mau biar aku aja yang menemaninya" ucap Rima seraya menarik tangan Zeva menuju kamar putri nyaa
Melihat hal itu Raimond pun terpaksa mengikuti istri dan putri nya menuju kamar
Mereka pun bercerita berbagai hal hingga tidak terasa perlahan Zeva memejam kan matanya
setelah melihat putri nya sudah tidur mereka pun perlahan meninggal kan putrinya dan berjalan beriringan menuju kamar mereka*
"Mas, sekarang Zeva sudah dewasa apa harus kita memberi tau dia yang sebenarnya? " tanya Rima
"Mama bener mungkin ini sudah waktu nya, bagaimana pun Zeva berhak tau" ucap Reimond
"Tapi mama takut Zeva tidak menerima hal ini dan malah membenci kita mas," ucap Rima lesu
"Percaya lah sayang perlahan dia akan mengerti mengapa kita sembunyikan hal ini" ucap Reimond
"Sudah saat nya kita mencari orang itu, sebelum musuh kita menghancurkan kita setidaknya akan ada yang melindungi putri kita" ucap Reimond
"Papa bener, dengan semalam kita memenang kan tander besar itu kurasa akan banyak yang tidak suka kepada kita" ucap Rima
"Sudah lah jangan dipikirkan papa akan berusaha menjaga kalian selalu" ucap Reimond menenangkan istrinya yang gelisa itu
"Aku hanya takut tidak bisa lagi menjaga Zeva pa, aku sudah terlalu menyayanginya" ucap Rima
"Percaya lah pada takdir ma" ucap Reimond
"Iyah sudah ayo kita istirahat" ajak Rima
*Mereka pun perlahan berbaring diatas ranjang
"Aku tidak tau akan hal esok, tetapi melihat situasi yang memanas ini aku yakin pasti saingan bisnis ku pada berusaha menghancurkan keluarga ku sebelum hal itu terjadi aku harus mencari orang itu agar mereka bisa menjaga putri ku"batin Raimond*