ZEVANIA

ZEVANIA
Penyesalan



"Pagi Dev" sapa Zeva


"Pagi Va , sarapan ni biar kita kekampus gue masuk pagi soalnya"jawab Devan


"Iya iya sabar" ucap Zeva seraya memakan sarapannya dengan lahap


*Setelah itu mereka pun berangkat kekampus bersama


keduanya berpisah saat sudah sampai di parkiran kampus


Zeva menelusuri koridor kampus menuju keruangan nya


Setelah selesai dengan kuliah nya Zeva memutuskan menelpon Devan meminta ijin untuk kerumah kakek nya


Dia akan mulai mencari tau siapa yang terlibat dalam kecelakaan papa dan mama nya


"Hallo van, gue mau kerumah kakek ya" ucap Zeva


"Tunggu di parkiran gue anter" Ucap Devan


"Ga usah gue udah pesen taksi online ini udah sampai udah dulu ya" ucap Zeva


"Astaga, yaudah lo hati-hati nanti sampai sana langsung kabari gue" jawab Devan


"Ok" ucap Zeva


Sesampainya dirumah kakek Zeva disambut dengan keramahan nenek nya


"Haii sayang lama sekali kau tidak kesini" ucap Rihanna


"Nenek aku baru saja kesini tiga hari lalu" ucap Zeva


"Tapi kan kita baru saja jumpa nenek kangen tau" ucap Rihanna


"Iya Sorry nek Zeva semalam ada urusan" ucap Zeva


"Yasudah ayok masuk kedalam " ajak Rihanna


"Ayo, oh iya kakek dirumah nek? " tanya Zeva


"Enggak sayang kakek lagi ke perusahaannya tapi sebentar lagi balik kok dia cuma meninjau saja" ucap Rihanna


"Bagus deh nek, soalnya ada yang ingin Zeva bicara kan dengan kakek" ucap Zeva


Setelah itu mereka pun berbicara berdua seraya memakan cemilan ditaman belakang


Hingga datanglah Sebastian dengan dua orang paru baya dibelakangnya


"Oho cucu kakek datang" ucap Sebastian seraya mengecup kening cucu nya


" Siapa dia bas"ucap pria paru baya itu


"Jika aku mengatakan nya kau juga tidak akan percaya" ucap Sebastian cuek


"Ayo lah bas kau tidak bisa membohongi ku begitu" ucap wanita paru baya menyahut


"Jika aku bilang dia putri dari putri mu apa kau percaya" ucap Sebastian


"Maksudmu apa dia putri nya Anggi begitu? " tanya pria itu heran


"Ayo lah bas untuk apa kau selalu membahas Carlote, dia sudah pergi bersama pria pria nya itu" ucap pria itu mengejek


"Cukup Jhon kau tidak tau apa yang sudah dialami putri ku jangan berbicara yang tidak tidak tentangnya" bentak Sebastian


"Ahh kau ini selalu saja membela anak kurang ajar itu" ucap Jhon


"Stop, jangan pernah hina mommy didepan ku bajingan" pekik Zeva seraya mengacung kan jari telunjuknya didepan wajah Jhon


Wajah Zeva merah padam sedari tadi menahan amarahnya


Dia tidak mungkin diam saja mendengar ibu yang berjuang melahirkannya yang dulu dihina dan diusir kedua orang tuanya sekarang diinjak harga diri nya


"Jika saja kau tidak se egois ini aku tidak akan berpisah dengan ibu ku, aku bisa melihat wajahnya dan bisa bersandar di pelukannya tapi kau, karena kau aku tidak bisa melewati hari dengan nya kau monster kau yang memisahkan aku dengan ibu ku aku membenci mu " teriak Zeva seraya meninggalkan taman dan berlari meninggal kan mansion itu


Sungguh dia tidak bisa menahan amarah nya saat ini bagaimana bisa dipertemuan pertama dengan kedua orang tua ibunya dia mendengar hal yang paling menyakitinya


Jadi lebih baik dia tidak melihat wajah kedua orang tua ibunya sebelum dia semangkin membenci mereka


Dilain sisi


"A-apa maksud anak itu bas, pasti dia melantur" tanya Jhon bingung


"Ya dia memang benar kau pria paling bajingan yang pernah ku kenal, kau mengusir putri mu sendiri disaat dia paling membutuhkan diri mu ayah macam apa kau ini aku sungguh menyesal mempunyai saudara sepertimu" ucap Sebastian menahan amarahnya melihat beta terlukanya cucu perempuan satu satunya itu


"Di-dia anak Carlote" ucap wanita itu


"Iya Kety, dia anak putriku Carlote, dan dia adalah cucu ku kau mengerti" ucap Rihanna ketus


"Jadi mengapa dia bilang aku yang memisahkan dia dengan ibu nya,apa maksdnya bahkan aku sama sekali tidak pernah bertemu dengan Carlote setelah insiden memalukan itu " ucap Jhon penasaran


Akhirnya terpaksa Sebastian menceritakan semua kebenaran nya kepada Jhon dan kety


Dia sudah lelah menutupi kebenaran itu sampai dia kehilangan putrinya itu dan dia tidak mau menyesal jika nanti dia harus kehilangan cucunya lagi


"Itu tidak mungkin dia tidak mungkin meninggal" ucap Jhon terduduk di rumput hijau


"Kalian jangan membohongi ku, tidak mungkin putriku dijebak" ucap Kety lirih


"Itu lah kenyataannya, aku sudah lelah berkata padamu untuk mendengarkan ucapan putri ku tapi apa kau dengan kejam nya selalu menyela ucapannya dan bahkan kau mengusir nya" ucap Rihanna ketus


"Aku penyebab putri ku meninggal kan dunia ini, tidak tidak ini pasti salah" lirih Jhon


"Tidak ini tidak mungkin hiks hikss" tangis Kety menyesal


"Sekarang pergi lah sebelum aku kehilangan kendali saat ini aku benar benar menahan amarah melihat cucu ku pergi dengan tangis seperti itu dirumah ku karena mu"ucap Sebastian seraya menarik tangan Rihanna masuk kedalam rumahnya meninggal kan mereka


" Bas, tolong jelas kan pada ku kau berbohong kan "ucap Jhon berteriak


"Hanna kau pasti bercanda kan " sambung Kety


*Melihat keributan security pun datang dan mengusir Jhon dan Kety dari kediaman Sebastian


*Karena tidak mampu melawan dan mendapatkan jawaban lagi akhirnya merek menyerah


Jhon dan Kety pun hanya bisa menangis dengan penyesalan dan pergi dengan tertatih