
LD 47
Tujuh bulan berlalu dan kehamilan Dew sudah memasuki minggu ke 36 atau bulan ke sembilan dan tinggal menghitung waktu saja ia akan melahirkan. Lucian dan Dew sudah menyiapkan kamar bayi untuk anak laki lakinya yang kedua yang masih didekorasi oleh mereka bertiga.
Ya, Dew akan melahirkan bayi laki laki dan sepertinya gen ini menurun dari sang mertua di mana semua anaknya tak ada yang perempuan sama sekali.
Tapi Dew dan Lucian sangat bahagia karena akan menyambut datangnya anggota baru keluarga Kingsford. Terutama Luca yang ikut menentukan tema kamar sang adik di mana semua gambar dan perabotnya bertema robot.
"Thank you, Boy. Kau cukup membantu. Sekarang pergilah karena kau akan karate bersama Lean dan Kal-El bukan?" ucap Lucian.
"Hmm, oke. Aku tak sabar melihat hasilnya. Apakah Mommy akan menyelesaikan gambarnya hari ini?" tanya Luca.
"Ya, jika Daddy mengizinkan," jawab Dew sembari menggambar sebuah robot di dinding sang putra.
"Mommy butuh istirahat, Luca. Kita bisa melanjutkannya besok jika Mommy lelah," sahut Lucian.
"Oke," jawab Luca dan pamit pergi dari kamar itu.
Lucian mendekati Dew dan mencium bahunya.
"Hei, istirahatlah. Sudah satu jam kau dalam posisi seperti ini," ucap Lucian.
"Sepuluh menit lagi. Aku hampir menyelesaikan badan robot ini," ucap Dew.
Lucian sudah menawarkan wallpaper bergambar robot untuk menghiasi dinding kamar sang putra, tapi Dew menolak karena ia ingin memberikan hadiahnya berupa lukisan pada sang putra karena itu akan menjadi kenangan bagi putranya nanti.
"Aku akan mengambilkan makanan lagi?" tanya Lucian sembari menciumi leher Dew.
"Honey, jangan menggangguku karena aku bisa mencoret gambar ini karena tak fokus," ucap Dew.
"Memang itu yang kuinginkan karena aku ingin kau selesai. Kita bisa melanjutkannya besok. Kita sudah ada di kamar ini hampir tiga jam dan kau melukis satu jam," jawab Lucian.
"Please. Hanya sebentar saja," ucap Dew.
Lucian tersenyum dan mencium pipi Dew yang mulai tembam.
"Oke, aku akan mengambilkan minum untukmu dan bayi kita," jawab Lucian dan Dew mengangguk.
"I love you," ucap Lucian.
"Hmm," jawab Dew singkat.
"I love you, Baby," ucap Lucian.
"Hmm," jawab Dew lagi dengan singkat.
"Hei," kata Lucian dan menghampiri Dew lalu Dew tertawa melihat Lucian berwajah heran di depan wajahnya.
"I love you," ucap Lucian lagi.
"I love you too, Honey," sahut Dew akhirnya yang memang sengaja mengerjai Lucian.
Lalu Lucian menyesap bibir Dew hingga terdengar karenan gemas pada Dew.
"Cepat ambilkan makananku, putramu sudah protes di dalam perutku," ucap Dew.
Lucian tersenyum dan mencium perut buncit Dew yang sudah sangat besar itu.
Lalu Lucian keluar dari kamar dan mengambilkan beberapa makanan untuk istri tercintanya itu.
*
*
Keesokan harinya, Dew dan kedua prianya tampak berada di kolam renang. Lucian dan Luca menemani Dew berenang karena itu sangat baik untuk kesehatan Dew persiapan melahirkan.
Lucian tampak selalu berada di samping Dew. Dan Luca berenang mengelilingi kolam renang.
Dew berhenti di tengah kolam dan Lucian menggendongnya karena bagian tengah kolam cukup dalam. Dew mengatur nafasnya karena ia sudah cukup lama berenang.
"Sudah selesai?" tanya Lucian.
"Hmm, tapi aku masih ingin bermain air," jawab Dew.
"Kita ke jacuzzi saja," ucap Lucian sembari mengusap lembut perut Dew yang tak tertutup.
"Hmm," jawab Dew dan Lucian membawa Dew ke pinggir kolam dan membantunya naik.
"Boy, kemarilah," panggil Lucian pada Luca dan anak tampan itu mengikuti panggilan sang ayah yang menyuruhnya ke jacuzzi juga.
Mereka menikmati family time dengan berkualitas setiap weekend tiba dan itu membuat mereka menjadi sangat dekat dan terbuka satu sama lain.