YOU MUST MARRY ME

YOU MUST MARRY ME
Bab 44



Lucian Dew 44


Setelah itu, Luca melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke mansionnya sendiri. Setibanya di sana, Lucian tak mendapati Dew di kamar. Lucian berpikir mungkin Dew sedang berada di studio nya untuk melukis.


Pria itu langsung naik ke lantai dua dan menuju studio Dew.


CEKLEK


Pintu itu terbuka dan ia melihat Dew masih sibuk dengan lukisannya. Dew melihat ke arah pintu yang terbuka dan kaget ketika melihat suaminya sudah pulang.


"Honey? Kau sudah pulang?" tanya Dew dan beranjak berdiri dari kursinya.


Lucian pun mendekati istrinya dan langsung memeluknya dengan sangat erat.


"I love you," ucap Lucian dan Dew pun memeluk suami tampannya itu.


"I love you too," jawab Dew.


"Apakah ada urusan mendadak hingga kau pulang lebih cepat?" tanya Dew.


Lucian melepaskan pelukannya dan kemudian menatap mata biru sang istri.


"Aku merindukan kalian," ucap Lucian dan membuat Dew tersenyum.


"Luca menginap di mansion Kak Max," jawab Dew.


"Kalau begitu aku akan menghabiskan waktuku dengan ibunya saja," ucap Lucian.


Dew tersenyum kembali dan memeluk Lucian.


"Kita baru selesai berbulan madu," ucap Dew.


Lucian mengangkat tubuh Dew dan membawanya ke atas ranjang yang ada di studio.


"Tubuhku bau cat," ucap Dew.


"Tidak bagiku," jawab Lucian dan merebahkan tubuh seksi itu di atas ranjang.


Lucian memagut bibir seksi yang tampak sudah terbuka itu. Dan Dew membalasnya dengan penuh kerinduan.


Tak butuh waktu lama bagi Lucian untuk membuat Dew tak memakai apa pun lagi di tubuhnya.


"Aaaahh ..." Lenguhan itu terdengar dari mulut Lucian ketika menyatukan tubuhnya dengan tubuh Dew.


Dew memegang pinggang Lucian dan tangannya menyusuri punggung kokoh sang suami.


Lucian mulai bergerak liar di atas tubuh Dew dan merasakan cintanya yang sudah sangat mendalam pada ibu dari anaknya itu.


Dew melihat cinta yang besar itu dari tatapan mata Lucian. Wanita itu memegang wajah Lucian dan mengusap bibirnya. Lalu Lucian kembali memagut bibir Dew sembari bergerak maju mundur di atas tubuh Dew.


Lucian juga menyusuri leher dan area dada Dew yang membuat Dew mengeluarkan suara indahnya hingga membuat Lucian semakin bergairah.


Lalu Dew mulai mengambil alih permainan ini dengan membalikkan posisi mereka. Dew kini ada di atas tubuh Lucian dan bergerak perlahan tapi pasti di atas tubuh atletis itu.


Tangannya bertumpu pada dada bidang yang menggoda itu dan tangan Lucian membelai pinggang serta pinggul seksinya.


Dew tersenyum dan memberikan kenikmatan pada sang suami hingga membuat Lucian menerima kepuasan yang tak terkira dari sang istri.


Mereka masih terhitung pengantin baru, jadi hal itu membuat keduanya masih begitu candu melakukan percintaan panas seperti ini. Dan itu dilakukan bisa di mana saja dan kapan saja yang mereka inginkan.


Bahkan Dew dan Lucian pernah melakukannya bangku belakang mobil ketika dalam perjalanan bulan madu mereka kemarin.


Setelah bergulat dan membuat ranjang menjadi panas, akhirnya mereka pun menyelesaikannya keduanya sama - sama mencapai kepuasan secara bersamaan.


Dew melihat ponselnya dan jam menunjukkan pukul tiga pagi.


"Kupikir masih jam 12 malam," ucap Dew dengan tangan Lucian yang masih melingkar di perutnya.


Lucian menciumi bahu Dew dan menarik selimut hingga menutupi tubuh mereka berdua.


"Kau sudah tak merokok?" tanya Lucian yang sudah tak mencium bau rokok di tubuh Dew serta di ruangan studio ini.


Dew membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Lucian.


"Hmm, Luca ingin memiliki adik jadi aku ingin tubuhku dan calon bayiku tak tercemar rokok," jawab Dew tersenyum lalu mengecup bibir Lucian.


"Kali ini aku akan menjagamu," ucap Lucian lirih.


"Aku benar - benar mencintaimu, Tuan Lucian Kingsford," kata Dew tersenyum karena tak pernah mengira cinta akan datang secepat ini dalam hubungan mereka.


"I love you so much too, Baby," sahut Lucian.