YOU MUST MARRY ME

YOU MUST MARRY ME
Bab 31



TOK TOK TOK


Pintu kamar terketuk dari luar dan Lucian benar benar ingin melempar lampu tidur yang ada di sebelahnya itu karena gangguan tak selesai selesai menderanya.


“DADDYYY!!” panggil Luca dari luar.


“Luca? Ada apa dia di sini? Oh God, pasti Dew akan membatalkan malam pertama kami lagi,” gumam Lucian sembari berjalan ke arah pintu.


CEKLEK


Lucian membuka pintu kamar dan melihat Luca dan Lean di depan pintu.


“Halo, Boys. Bukankah kalian menginap di rumah nenek?” tanya Lucian tersenyum padahal hatinya sedang tak karuan.


“Tidak jadi. Aku akan menginap di rumah Uncle Thor. Jadi aku akan mengambil beberapa robot robotku karena aku akan main di sana bersama Clark dan Kal-El,” jawab Luca.


“Baiklah” jawab Lucian lega.


“Tapi Daddy yang akan mengantar kami ke sana karena supir kakek harus pergi untuk menyelesaikan urusan nenek,” kata Luca dan membuat Lucian kembali lemas.


“Baiklah,” jawab Lucian dengan nada pasrah dan tersenyum terpaksa.


“Ambillah mainanmu dan Daddy akan ambil jaket,” kata Lucian.


“Mengapa wajah Uncle sedih? Apakah karena Luca akan menginap di luar?” tanya Lean.


Lucian hanya tersenyum dan mengangguk.


“Daddy tak masalah kan?” tanya Luca.


“Tak masalah, Boy. Daddy senang jika melihatmu bahagia,” jawab Lucian kembali tersenyum.


Luca pun tersenyum dan pergi ke kamarnya bersama Lean. Lalu Lucian kembali ke dalam dan di saat yang bersamaan, Dew keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk saja.


“Ada apa?” tanya Dew sembari mengeringkan rambut basahnya dengan handuk putih.


“Luca pulang kemari dan ingin mengambil robotnya lalu memintaku untuk mengantarnya ke rumah Thor bersama Lean juga,” jawab Lucian.


“Kalau begitu aku juga ikut,” jawab Dew dan segera menuju ke arah walk in closet.


“Apa salahnya jika aku ikut, Luc? Jangan melarangku,” ucap Dew dan mengambil celanaa dalamnya lalu memakainya di depan Lucian begitu juga dengan bra nya.


Meskipun hanya melihat punggung Dew saja, tapi itu cukup membuat darah Lucian berdesir.


“Kita bisa melakukannya setelah pulang dari mengantar anak anak,” kata Dew.


“Baiklah,” jawab Lucian dan mendekati Dew lalu mengecup bahunya.


Dew tahu bahwa Lucian sangat menginginkan hal ini dan ia memahaminya.


Dew kemudian berbalik dan berjinjit lalu mengecup bibir Lucian ketika handuknya sudah ada di atas lantai.


“Aku akan siap sebentar lagi. Tunggulah di luar,” kata Dew.


Kemudian Lucian mengangguk dan menyesap bibi Dew sebelum keluar dari walk in closet.


Dew menatap punggung Lucian yang berjalan keluar lalu mengusap bibirnya yang masih basah karena sesapan dari bibir Lucian.


*


*


Mobil Lucian tiba di kediaman keluarga Thor Robert. Mereka berempat turun dari mobil dan Dew membawakan tas yang berisi pakaian Luca dan juga bukunya.


Sedangkan Lucian membawa beberapa kotak yang berisi robot. Mereka masuk ke dalam mansion besar itu.


Lesca dan Thor pun menyambut mereka hingga akhirnya Lucian dan Dew mengobrol lama bersama pasangan Robert itu hingga tak terasa jam telah menujukkan pukul 11 malam.


“Menginaplah di sini, Dew,” ucap Lesca.


“Tidak, kami langsung pulang saja,” jawab Lucian.


“Baiklah, hati - hatilah di jalan,” sahut Lesca.


Dew tersenyum dan mereka berpamitan pada Lesca serta Thor.