
Lucian Dew 36
"Kau ingin makan apa, Sayang?" tanya Dew pada putra semata wayangnya.
"Aku merindukan chicken Mr. M," sahut Luca yang sudah tak pernah memakan makanan itu lagi sejak tinggal di mansion sang ayah.
"Mommy juga," sahut Dew tersenyum dan akhirnya Dew melajukan mobilnya ke arah restoran cepat saji itu.
Setibanya di restoran cepat saji itu, Luca dan Dew langsung masuk ke dalam sana.
Tak lama kemudian ponsel Dew bergetar dan itu dari Lucian.
"Ini Daddy," ucap Dew pada sang putra.
"Aku ingin bicara," ucap Luca dan Dew memberikan ponselnya pada Luca.
"Duduklah di sana, Mommy akan memesan makanan kita," ucap Dew.
Luca mengangguk dan mengangkat sambungan telepon dari ayahnya itu sedangkan Dew memesan makanan ke meja kasir.
Ketika sedang berada di depan meja kasir, ia melihat sang kasir yang merupakan seseorang yang sangat tak asing baginya.
Dew hanya terdiam terpaku di tempatnya dan mereka tampak saling berpandangan.
"Maaf, aku ingin memesan juga. Cepatlah," ucap orang di belakang Dew.
Dew tersadar dan langsung memesan apa yang ingin dipesannya. Setelah memesan makanan dan minuman, Dew langsung menuju ke arah mejanya yang di sana sudah ada Luca yang menunggu.
"Mom, Daddy ingin bicara," ucap Luca ketika Dew sudah datang membawa makanan mereka.
Lalu Dew mengambil ponselnya dari tangan Luca dan berbicara dengan Lucian.
"Halo, Baby," ucap Dew yang membuat Luca tersenyum mendengar panggilan itu karena itu artinya Dew dan Lucian sudah mulai dekat.
"I miss you, Honey," sahut Lucian.
Dew tersenyum mendengar hal itu.
'Menaklukkan pria cukup mudah ternyata. Cukup membawanya ke ranjang,' batin Dew.
"Me too. Kami sedang makan di restoran cepat saji," kata Dew.
"Baiklah, kami makan dulu. Nanti kutelepon lagi," ucap Dew.
"Hmm, pakai lingerie mu jika meneleponku dan lakukan panggilan video denganku nanti malam," sahut Lucian yang membuat Dew tersenyum.
"Oke, bye," jawab Dew dan menutup sambungan teleponnya.
Lalu Dew menaruh kembali ponselnya di dalam tasnya kembali.
Dew dan Luca kemudian memakan makanannya sembari berbincang santai. Dew menanyakan apa pun pada Luca yang berkaitan dengan kegiatannya di sekolah.
Tampak dari meja kasir, wanita yang mengenal Dew itu melihat ke arah mereka berdua. Entah apa yang dipikirkannya saat ini. Dew seperti tak terpengaruh dengan pertemuannya dengan wanita tadi yang tak lain adalah kakak tirinya -- Leticia -- yang tampaknya kini menjadi kasir restoran saji itu.
*
Setelah menyelesaikan makannya, Dew dan Luca pun pergi dari restoran itu. Mereka keluar dari restoran itu dan menuju mobil mewahnya.
"DEW!!" panggil Leticia yang sejak tadi sudah menunggu Dew di depan.
Dew menoleh ke arah Leticia dan menyuruh Luca untuk masuk terlebih dulu ke dalam mobil.
"Ada apa?" tanya Dew dengan santai.
"Hei, kita tak bertemu hampir 8 tahun dan kau terlihat tak excited sama sekali," sahut Leticia.
"Menurutmu aku harus senang ketika bertemu dengan orang yang membuatku terusir dari rumah?" ucap Dew menyindir.
"Kau mendapat pria kaya raya? Dia menerima putra harammu?" tanya Leticia sinis dan seolah tak senang dengan kehidupan mewah yang dimiliki Dew sekarang.
"Aku menikah dengan ayah putraku. Terima kasih telah menjebakku dengan seorang konglomerat, Ticia. Setidaknya aku tak menjadi pelayan restoran karena hal itu," sahut Dew telak.
Leticia tampak geram dan mengepalkan tangannya.
"Semoga kita tak bertemu lagi," ucap Dew dan berbalik.
"Daddy meninggal," sahut Leticia.
Dew berhenti melangkah dan tak lama kemudian berjalan kembali ke arah mobilnya tanpa mempedulikan apa yang dikatakan oleh Leticia.