YOU MUST MARRY ME

YOU MUST MARRY ME
Bab 46



LD 46


Setelah melihat wanita itu masuk ke dalam lift kembali, Dew melanjutkan langkahnya ke arah pintu ruangan Lucian.


CEKLEK


Lucian melihat ke arah pintu dan senyumnya mengembang ketika melihat sang istri muncul di sana.


Lucian beranjak berdiri dan mendatangi Dew.


CUP


Pria itu mengecup bibir sang istri dan melihat wajah masam Dew.


"Hei, ada apa? Harimu buruk?" tanya Lucian.


"Hmm, aku bertemu wanita yang akan menemuimu tadi di luar. Dan aku mengusirnya," jawab Dew jujur.


Lucian tertawa mendengar hal itu lalu menyesap bibir Dew karena Dew memang segamblang itu.


"Ini bukan sesuatu lelucon. Dan mengapa mereka bebas naik ke atas sini. Seharunya yang ingin bertemu denganmu harus tersaring dari meja resepsionis," ucap Dew.


"Oke, akan kuberi tahu mereka nanti," jawab Lucian santai dan menarik tangan Dew untuk duduk di sofa.


"Mereka itu siapa? Mereka para wanita atau mereka pegawai resepsionis?" tanya Dew memastikan.


"Oh God ... Tentu saja resepsionis," jawab Lucian.


"Sebrutal apa dirimu dulu? Pasti mantan pacarmu tak terhitung. Semoga Luca tak mengikuti jejak Daddy nya," sahut Dew dan Lucian kembali tertawa.


"Hentikan tawamu," kesal Dew karena ia sedang bicara serius saat ini dan Lucian tetap saja dalam mode tengilnya.


"Oke oke ... Kau dan Luca adalah masa depanku dan itu lah yang terpenting, Baby," ucap Lucian dan kembali mencium bibir yang mencebik itu.


"Bukan kami saja," jawab Dew.


Lucian mengerutkan keningnya.


"Kau ingin aku menikah lagi?" tanya Lucian dan membuat Dew kesal hingga memukuli lengan Lucian.


Lucian tertawa dan memegang tangan Dew lalu memeluknya.


"Kau hamil?" tanya Lucian sembari memeluk Dew.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Dew.


"Sudah kubilang aku tahu semua gerak gerikmu dan aku tahu kau ke dokter kandungan tadi. Mengapa kau tak mengajakku?" tanya Lucian yang kemudian melepaskan pelukannya lalu mencium perut Dew yang masih rata.


"Kapan bayi ini lahir?" tanya Lucian yang mendongak kembali ke arah wajah Dew.


"Masih delapan minggu usianya. Jadi hitung lah sendiri kapan kau akan bertemu dengan anak keduamu," jawab Dew.


Lucian tersenyum dan memagut bibir Dew yang seakan tak bisa dibiarkannya menganggur itu.


"Jangan melarangku melakukan apa pun selama aku hamil karena aku sudah tahu apa yang boleh dan tak boleh dilakukan," ucap Dew.


"Ya, aku tahu itu. Kau yang mengerti tubuhmu. Tapi aku akan tetap menjagamu lebih ekstra," jawab Lucian.


"Semoga kehamilan kali ini tak merepotkan," ucap Dew.


"Tak akan karena aku akan selalu membuatmu bahagia dan senang," jawab Lucian dengan senyum tampannya.


"I love you," ucap Dew.


"I love you too," sahut Lucian.


*


Kabar kehamilan Dew sudah diketahui oleh semua keluarga Kingsford dan semua menyambutnya bahagia karena bagan keluarga Kingsford bertambah panjang.


Beau mengadakan makan malam keluarga besarnya untuk menyambut calon bayi di keluaga mereka.


Dew pun merasa bahagia dengan hal itu karena ia akhirnya memiliki keluarga besar yang mencintainya tanpa syarat dan tentunya suami yang ternyata tak seburuk citra sebelumnya.


Dew terlihat sulit memasukkan gaunnya ke arah pinggulnya dan itu terlihat oleh Lucian.


"Kau punya banyak pakaian lain yang cukup, Honey," ucap Lucian.


"Tapi aku suka baju ini dan baru kupakai sekali saja," jawab Dew dan masih berusaha memasukkannya.


Lucian akhirnya membantu Dew memasukkan dan menaikkan baju itu tapi tetap saja tak muat.


"Oh God, aku baru hamil delapan minggu tapi baju ini sudah tak cukup. Sewaktu hamil Luca, aku tak seperti ini," ucap Dew melihat tubuhnya di cermin yang kini terlihat cukup berisi apalagi di bagian dadanya.


Lucian tersenyum dan mengecup bahunya.


"Aku lebih suka kau berisi seperti ini. Sangat menggairahkan," ucap Lucian dan menurunkan kembali baju Dew kemudian membawa Dew ke atas ranjang.


"Hei, kita akan makan malam di rumah Mommy," ucap Dew.


"Masih ada waktu satu jam lagi. Aku akan bermain cepat," jawab Lucian yang tak bisa menahan hasratnya pada istri seksinya itu.