
Lucian Dew 43
Max langsung membawa Luca ke rumah sakit, karena ia takut dosis obat bius yang diberikan oleh penculik itu terlalu tinggi.
River segera menyusul sang cucu ke rumah sakit. Dia berharap keadaan Luca tak bermasalah dan segera sehat kembali seperti sebelumnya.
"Bagaimana keadaannya, Max?" tanya River yang baru saja tiba di ruangan emergency.
"Syukurlah dia baik baik saja. Sebentar lagi dia akan bangun dan kurasa lebih baik dia dibawa langsung ke rumahku saja. Aku akan menjemput Lean pulang dari sekolahnya. Luca tak boleh tahu bahwa dirinya diculik tadi karena itu bisa membuatnya trauma," jawab Max.
"Itu ide yang bagus. Daddy akan bicara pada dokternya terlebih dulu," ucap River dan menemui dokter yang menangani Luca.
*
*
Lucian tampak bersiap pulang ke New York. Dia meminta Adrian menggantikan urusan pekerjaannya karena ia begitu khawatir dengan keadaan keluarganya. Meskipun tadi Max mengatakan bahwa Luca baik - baik saja, tapi itu tetap saja membuat Lucian khawatir.
Dia akan mengecek kembali silsilah keluarga Dew dan mencari tahu apakah mereka memiliki hubungan yang buruk dengan Dew. Dia tak ingin hal itu membahayakan Dew dan putranya.
Lucian akan menggunakan pesawat pribadinya dan semua disiapkan dengan serba mendadak setelah kabar hilangnya Luca.
*
*
Luca tampak mengerjapkan matanya dan melihat ke arah Lean dan juga sang kakek yang duduk di tepi ranjang.
"Ada apa denganku?" tanya Luca pelan dan lirih sambil memegang kepalanya yang pusing.
"Ada yang mengerjaimu di jalan tadi," jawab Lean dan memegang tangan Luca.
"Aku tak ingat sama sekali. Apakah orang itu memukul kepalaku? Karena kepalaku terasa pusing," sahut Luca.
"Hmm, sepertinya begitu. Kakek rasa kau harus mulai ikut kelas beladiri bersama Lean, Boy," ucap River tersenyum karena lega melihat cucunya baik baik saja.
"Istirahatlah," kata River mengacak rambut Luca.
"Tidak, Kakek. Itu berarti aku tak masuk sekolah hari ini," ucap Luca.
"Ya, Kakek sudah memberi tahu gurumu," jawab River.
"Jangan katakan hal ini pada Mommy. Nanti Mommy akan panik," ucap Luca.
"Ya, kakek tahu hal itu. Untuk malam ini, kau menginap saja di sini dan kebetulan besok libur sekolah, bukan?" sahut River.
Luca mengangguk dan Lean masih menjaga Luca di sebelahnya.
*
*
River memberi tahu Dew melalui Beau bahwa malam ini Luca akan menginap di mansion Max dengan alasan akan mengerjakan tugas robotiknya. Dan Dew tak bermasalah dengan hal itu. Dew baru pulang dari rumah Beau ketika setelah makan malam bersama ibu dan ayah mertuanya itu.
Setelah itu, Dew pulang ke mansionnya dan setibanya di mansion ia akan menelepon Paris untuk berbicara dengan Luca karena Dew hanya ingin memastikan keadaan Luca seperti biasanya.
Dew baru sadar kalau ponselnya mati dan ia tak bisa menggunakannya.
"Apakah ponselku rusak? Aku sama sekali tak menggunakannya sama sekali hari ini dan baterainya masih banyak tadi pagi," gumam Dew pelan dan kemudian menaruh ponselnya di tas nya kembali.
Dew berjalan ke arah studionya karena ia sedang mood untuk menyelesaikan lukisannya yang belum selesai.
*
*
Lucian tiba di New York ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Dia langsung menuju mansion Max sebentar untuk melihat keadaan putra semata wayangnya. Lucian tak lama di sana karena Luca sudah tidur.
Setelah itu, Lucian melanjutkan perjalanannya untuk pulang ke mansionnya sendiri.