
Lucian Dew 38
Empat hari berlalu dan apa yang terjadi pada Lucian? Kepulangannya di tunda beserta bulan madunya juga karena ada hal penting yang mengharuskannya berangkat ke Moscow setelah dari Jerman kemarin.
Dan hal itu tentu saja membuat Lucian sangat marah dan kesal. Tapi ia tak bisa mengelak tugasnya itu karena tugasnya ini memang harus segera diselesaikan dalam tiga hari ini.
Lucian tak bersama Max lagi karena Max berbeda jalur dan harus ke Korea. Paris pun kemarin terbang ke Jerman untuk menemani sang suami setelah urusannya di Amerika selesai. Sedangkan Lucian harus sendirian di Moscow.
"Kau tak masalah dengan kepergian Mommy?" tanya Dew yang sudah sepuluh kali dalam hari ini ditanyakan pada Luca.
"Mommy ... Aku baik baik saja. Sepupuku sangat banyak dan ada Nenek serta Kakek yang menjagaku. Jadi jangan khawatir," jawab Luca.
"Sejak kau lahir, kita belum pernah berpisah jauh, Luca. Itu membuat Mommy khawatir," ucap Dew memegang tangan Luca.
"Mom ...," sahut Luca.
"Ya ya ya ... Mommy tahu," jawab Dew.
"Daddy akan senang jika melihat Mommy di sana dan aku ingin Mommy menjaga Daddy di sana karena bisa saja Daddy digoda banyak wanita. Aku tak mau memiliki ibu tiri," sahut Luca.
"What?? Itu tak akan Mommy biarkan, Luca," jawab Dew sembari menutup mulut Luca.
Luca tertawa dan kemudian Dew memeluk putra semata wayangnya itu.
"Baiklah, Mommy pergi dulu," ucap Dew dan mencium kening serta pipi Luca sebelum akhirnya pergi.
"Bye, Aunty. Aku akan menjaga Luca," ucap Lean yang tidur sekamar dengan Luca selama Dew ke Moscow.
"Thank you, Sayang," sahut Dew dan mencium mengacak rambut Lean.
"Jangan merepotkan nenek dan jangan mencari masalah di sini, oke?" ucap Dew pada Lean dan Luca.
*
"Kau jangan khawatir. Luca bersama Mommy dan selalu dalam pengawasan kami," ucap Beau ketika Dew pamit pergi.
"Ya, Mom. Aku tak mempermasalahkan hal itu karena Luca pasti aman di sini. Hanya saja, aku belum pernah berpisah jauh darinya," sahut Dew.
"Ya, Mommy mengerti hal itu. Tapi ini keinginan Luca agar kau tak menunda liburanmu bersama Lucian. Jadi sembari Lucian bekerja, kalian juga bisa menikmati bulan madu kalian di sana," jawab Beau.
Dew mengangguk dan tersenyum.
"Mommy tak memberitahu Lucian tentang kedatanganku, kan?" tanya Dew.
"Tentu saja tidak. Ini akan menjadi kejutan bagi putra tengilku itu," jawab Beau dan Dew tertawa kecil.
Setelah itu, Dew pun akhirnya pergi dari mansion keluarga Kingsford dan menuju bandara untuk pergi ke Moscow menyusul Lucian.
*
*
Pukul 11 malam, Dew akhirnya sampai di Moscow dan anak buah River yang ada di Moscow menjemput Dew.
Dew diantar ke sebuah apartemen mewah yang ada di pusat kota Moscow yang di mana Lucian tinggal di sana selama berada di Rusia.
Dew sampai di apartemen ketikan jam hampir menunjukkan pukul 12 malam. Dan Dew berpikir mungkin Lucian sedang tidur.
Wanita cantik itu hanya membawa koper kecil dan tak membawa terlalu banyak baju karena mendapat saran dari Beau agar Dew membeli pakaian selama perjalanan di sana saja.
Dew memencet pin sandi pintu dan membuka pintunya dengan sangat perlahan karena ia tak ingin membangunkan Lucian.