
mommy :
jum'at malam. luangkan waktumu kt dinner sama kel om kee
---
secepat itu kah?
apa ngga bisa ditunda sedikit lebih lama lagi?
gue belum siap.
Aaarrggghhh.....
apa gue bisa menjalani bahtera rumah tangga diumur gue yang masih belia ini?
apa gue bisa jadi imam yang baik buat bini gue?
apa gue bisa nafkahi keluarga gue kelak?
dilema aku tuh.
hiks. boleh kah gue ingkar janji?
gue takut.
sungguh gue takut.
---
me :
abang gmn, apa setuju?
mommy :
tidak masalah.
me :
baiklah. q brgkt sendri.
---
pupus sudah masa muda gue. padahal gue berharap abang menentang lo. kan siapa tahu dia ngga rela gue langkahi. kata orang jawa, lebih tepatnya di daerah kakek sana itu pamali kalau yang lebih muda nikah duluan. katanya sih takut yang lebih tua jodohnya makin jauh. gue sih ngga percaya. ngga ada ayat atau hadits yang menjelaskan kan. itu artinya hal tersebut cuma mepercayaan masyarakat saja.
"nglamun aja lo, bro. mikir apa sih."
"mikir masa depan gue." jawab gue ketus. ngagetin aja nih orang untung ponsel gue ngga jatoh. "ada apa?" gue lihat dia nyengir kaya kuda. hehe
"hehehe. kantin yok, bos." bauh bauh kagak enak kayaknya.
"pasti lo minta traktir lagi kan." sialan. malah nyengir lagi nih orang. kalian mau tau siapa ini orang? dia Pandu, bukan temen gue, dia raja gratisan. padahal bokap dia ngga kismin kismin amat. "kagak. kagak."
"ayo lah bos. sekali ini aja." ck. kaya gue ga kenal lo aja.
"kemarin juga lo bilangnya sekali ini aja. besok pasti lo bilang gitu lagi."
"huh. ngga setia kawan lo bos." tuh lihat. dikiranya gue bank berjalan apa. sama sama pelajar juga.
"ini ngga masalah setiakawan apa ngga. lo keterlaluan sih. duit saku yang dikasih kakak lo, lo buat apa?" ealah malah cemberut. dikiranya imut apa. amit amit yang ada.
"hehe disimpan. buat jaga jaga entar jalan sama Dewi." ada ya yang mode kaya dia. ngga habis pikir gue.
"enak di elu. rugi di gue." enak aja. "sudah. pergi sono. gue ngantuk. mo tidur dulu."
heleh belum juga tidur, guru dah main masuk aja. untung kali ini pelajaran matematika. pelajaran yang mudah dan gak ngebosenin karena dengerin guru cerama. mengerjakan soal mah hal yang mudah bagi gue. lumayan waktu masih sisah banyak. gue bisa tidur kan, terserah yang lain sibuk mengerjakan soal.
krriiinggg krriiinngggg
akhirnya bel pulang bunyi juga.
"ikut nongkrong lu, bro?"
"kagak. gue ada acara keluarga entar malem. mau rehat dulu gue."
"oh. gue duluan klo gitu."
"yo."
.
.
.
sudah malam aja.
ddrrrttt ddddrrrtttt dddrrrtt.
"assalamu'alaikum, mom. ada apa?"
"wa'alaikumussalam. kamu sudah berangkat?"
"ini baru mau."
"pantesan. ini kami sudah kumpul di tempat. kamu hati hati ya di jalan." cepet juga. padahal biasanya mereka bakal terlambat sepuluh menitan. ini aja masih kurang dari 20 menit dari waktu janjian. mending gue berangkat sekarang daripada membuat mereka kesal karena menunggu lebih lama lagi.
Alhamdulillah tiba tepat waktu. saat ini gue berada di restoran keluarga, tempat yang mereka pilih untuk temu keluarga ini. dimana mereka ya.
"permisi, tuan. ada yang bisa saya bantu?"
"reservasi atas nama bapak ardiansyah."
"sebentar. reservasi atas nama bapak Ardiansyah ada di ruang vip 2. mari, tuan." ajak waiters. untung ada mereka. "silahkan masuk, tuan."
"terima kasih." ucapku. gue masuk dan benar kata mommy kalau mereka sudah kumpul semua. "maaf saya terlambat."
"tidak apa, Nak Aldi. silahkan duduk."
"terima kasih, om, tante."
"kita langsung makan saja ya." ucap om kee dan disetujui yang lain. disini cuma ada orang tua gue, om kee beserta istri dan seorang gadis. mungkin dia yang akan jadi bini gue. gue ngga tahu dia cantik apa ngga soalnya daritadi dia nunduk terus. malu kah? atau emang menjaga pandangan dia? entahlah.
"apa yang ingin nak Aldi bicarakan?" buka Om kee setelah kita semua menyelesaikan makan malam.
"ehm." gue tegakkan duduk gue. "begini, om." duh kok gugupya. merek pada ngelihatin lagi. "apa om serius meminta saya sebagai calon suami anak Om?" gue lihat Om Kee menganggukkan kepala. "om sudah tahukan kalau umur saya masih kecil dan juga saya masih sekolah. kenapa bukan abang saja."
kulihat om kee tersenyum. "bukan om kee yang mengatur, nak Aldi. tapi semua ini sudah suratan dari Allah. anak om kee sejak berjumpa denganmu dia melakukan sholat istikhara dan kamu tahu jawabannya itu apa?" gue menggeleng. "dia bilang kamu selalu muncul dalam mimpinya. anak om kee tahu agama, dia takut zina hati mangkanya minta ke om kee buat meminang kamu." kok saru ya.
"kenapa, al?"
"eh? oh. ngga apa." kenapa dengan diriku. "hehe aneh aja. kenapa pihak perempuan yang meminang pihak pria."
"hahahaha." duh malunya. ini juga mulut ngga bisa dikontrol. "santai aja, Al." tukas om kee. "bagaimana? kamu terima apa engga?"
"pertimbangkan baik baik, son. dia perempuan sholehah, berpendidikan, sopan dan sayang keluarga." saran bokap.
"emmm, boleh saya kenalan sama anak Om dan Tante?"
"Ra." panggil tante Fathim. dia menoleh ke ibunya. "itu diajak kenalan sama calonmu." dia kembali menunduk. "tatap dia. masa kenalan sambil nunduk." kulihat semu merah di pipinya pas dia menatapku, wow. satu kata. CANTIK.
Dia tersenyum canggung. "Assalamu'alaikum. perkenalkan namaku Aldrian Fathan Ardiansyah. masih sekolah tapi sebentar lagi lulus."
"wa'alaikumussalam. saya Azzahra Fatih Ahmad. sekarang kuliah sem 5 di unpad Bandung." lebih tua dari gue ya. jauh juga di Bandung. jadi kalau gue beneran nikah, gue LDRan dong sama dia. bagus deh artinya gue masih bisa main kaya biasa.
"salam kenal, kak." dia tersenyum. manis sekali.
"bagaiaman, Al?" tanya Mommy.
"insya Allah saya sekeluarga akan ke rumah om kee secepatnya."
"Alhamdulillah." koor mereka. "terima kasih ya, nak Aldi." ucap tulus Om Kee dan sekilas kulihat dia kembali merona.
ngga apa deh kalau punya bini cantik gitu, gue rela. apalagi kata Daddy dia sholehah, berilmu, sopan dan penyayang keluaga. kata kakek dulu 'kalau cari istri carilah yang baik agamanya, baik akhlahnya, dan baik tutur katanya. jangan hanya cantik luarnya aja.'
gue lihat mommy cukup senang. semoga dia bisa tidur nyenyak malam ini dan semoga ini jalan yang Engkau pilihkan untuk hambah ya Allah.
"sama sama, Om." jawab gue. "emm, maaf. kalau boleh saja ijin pulang terlebih dahulu dan terima kasih atas waktu om, tante dan kak Zahra."
"mau kemana kamu, Sayang."
"Aldi besok masih sekolah, Mom."
ini yang ngga gue suka kalau ketemu Mommy, beliau akan bertampang sedih saat gue tinggal pulang. "besok sepulang sekolah insya Allah Aldi akan mampir ke rumah."
"beneran ya."
"insya Allah iya, mom." gue pamit dan menyalami semua kecuali zahra pastinya. kita belum mahrom.