You are my Destiny

You are my Destiny
bujukan Mommy



kalian tahu kegiatan apa yang paling membosankan?



ya. benar. menunggu.



ck. katanya rapat, ditungguin dari tadi ngga ada yang nongol. gue sudah nunggu dari tadi, dari sejak pesan cemilan sampe cemilan gue habis. kurang lama bagaimana lagi coba. bagaimana kalau kalian yang ada di posisi gue, pasti langsung cabut kan. mereka ngga tau mungkin kalau kesabaran orang ada batasannya. huh baru disuruh kumpul buat rapat aja sulit begini, bagaimana kalau disuruh halalin anak orang coba. dah kabur duluan mungkin itu orang.



eh?


kok gue ngelantur kesana.


udah eror kayaknya nih otak.



"yo. Al." ck. setan emang. muncul muncul langsung ngagetin orang aja. mana ngga salam lagi, padahal dia juga muslim lo.



"jam barapa?" bukannya jawab malah nyengir. "sudah kumpul semua?" gue lihat sudah banyak aja yang duduk. apa mereka sejak tadi disana ya, kok gue ngga tau juga ngga lihat mereka masuk. ah sudahlah asal selesai aja ini rapat.



"selamat siang... bla bla bla." males dengerinnya. terlalu bertele tele. palingan juga basa basi sebelum rapat.



sejak tadi bicara ini itu tapi belum juga mencapai hasil. malesin kan. kayaknya gue musti masuk ini. "sudah berapa persen persiapan kalian." potong gue. lihat, mereka pada lihat kanan kiri mereka. gue jamin banyak dari divisi mereka yang belum melaksanakan tugas secara maksimal. "ingat. ini acara terakhir kita dan tinggal menghitung hari, bukan bulan lagi. proposal aja gue belum terima."



"maaf kak. proposal nya emang belum dibuat." jawab salah satu cewe yang gue tahu sebagai sekretaris di acara ini, entah siapa namanya. apa yang dia bilang tadi? apa gue ngga salah dengar. ini acara sudah satu bulan kemarin loh gue kasih tanggung jawab ke mereka. "saya masih nunggu data dari sie yang lain." ck. alasan klasik.



gue lihat ketua pelaksana yang dari tadi diam. "Dang, lo kasih deadline sampe kapan." dia melihat ke gue dan kembali menunduk. laki kok ngga jantan.



"pekan depan kak." apa dia ngga salah? ini belum ngajuin ke pihak sekolah loh.



"lo masih ingatkan berapa hari prosesnya nyajuin proposal?"



"iya kak masih." huh. semoga aja waktunya cukup dan acara berjalan lancar.



"baguslah. acara ini saya serahkan ke kalian sepenuhnya. saya harap kalian bisa kerja sama. mumpung masih ada senior, kalian tanya tanya kalau belum paham."



"iya kak." seru mereka.



akhirnya kelar juga rapat yang belum ada hasilnya ini. tapi lumayanlah, ini acara pertama bagi mereka bertanggung jawab secara penuh. "jadi latihan kan?" ealah, berdiri aja belum ini orang sudah ngajak main lagi.



"hmm."



"napa lo. badmood?" ck. ganggu orang aja. sudah tahu orang badmood. "hehehe piss. gue ke kantin dulu. sekalian nunggu yang lain datang." nunggu lagi? hmmm nasib nasib.



latihan kali ini dimenangkan tim gue lagi. hehhe. seperti biasa kami bagi dua antara pemain inti sama pemain cadangan, dan lagi lagi tim gue yang menang. padahal kali ini gue masuk tim cadangan lo.



"cape banget. Pan, beli minum sono." ujar Riko. hari ini memang cuaca panas banget. salah gue juga sih, tahu lagi panas malah latihan di outdor. akibat sudah kepanasan di dalam tadi sih.



"duitnya mana?" hmm siapa yang nyuruh, siapa yang bayarin.



ck. kebiasaan ini orang. masalah ginian pasti gue yang turun tangan. padahal mereka bukan orang susah lo.



"kismin banget kalian. nih. gue balik dulu." badan udah gerah. dari pada entar hati juga gerah mending balik sekarang.



"buru amat. kagak nongkrong dulu lu, bos." udah balik aja nih orang.



"lagi males gue. pengen pulang. molor."




bib bib bib


ceklek



loh kok dingin? gue lupa matiin AC ya tadi. eh, suara apaan tu. ngga maling kan? mending gue ambil tongkat golf gue dulu untuk jaga jaga.



"Al, sudah pulang?" kaya suara Mommy. mommy disini ya? ngapain? tumben!



mending gue pastiin lagi. "mom?"



"iya. ada apa, Sayang?" dia nongol dari dapur. syukur deh kirain siapa. "kamu mandi sana habis itu makan." perintahnya dan kembali masuk ke dapur. mungkin melanjutkan memasaknya tadi.



gue masuk kamar buat mandi, ganti baju dan sholat. hehe gue belum sholat asyar tadi lagian masih jam 4 juga. masih kebagian lah.



"duduk sini. mommy masak makanan kesukaan kamu." kaya ada bauh bauh udang di balik peyek nih.



sudahlah. cacing caring di perut sudah meronta ronta minta diisi ini. "waa Mommy tahu aja kalau aku kelaparan. untung Aldi belum delivery."



gue menerima piring yang sudah penuh dengan nasi dan lauk kesukaan gue. tanpa pikir pikir lagi gue makan lah. mommy gue juga yang masak. ngga akan bikin bahaya anaknya kan. "bagaimana?" hehe selalu saja tanya pendapat gue.



"eemmm enak, Mom. seperti biasa. mantap." jawabku jujur.



"enak kan saat pulang ada yang nyambut di rumah. ada yang menyiapkan makan." pastilah.



"hmm."



"kalau kamu pulang, mommy akan selalu masakkan makanan kesukaanmu." pasti Mommy mau bujuk gue lagi. ngga ada bosannya sama sekali.



"mom." sudah ngga selerah lagi gue makan. entar ujung ujungnya nyokap mewek.



"kalau kamu ngga mau pulang, setidaknya terima lamaran om kee biar kamu ada yang jagain." gue beranjak dari tempat duduk gue dan kupeluk Mommy erat. "mommy sayang sama kamu. mommy hawatir dan selalu mikirin kamu. Mommy setiap malam ngga bisa tidur kepikiran kamu terus. hiks." beneran kan. untung gue sudah siaga.



hmmm. harus apa gue. apa gue harus terima permintaan mommy? kalau ngga dituruti bakal masih kaya gini aja sampe pekan depan. bisa bisa digorok gue sama bokap.



"mom masih ingat umurku kan?"



"justru itu yang buat Mommy hawatir. mommy takut anak kesayangan Mommy mengikuti pergaulan bebas."



"mom, percayalah. aku tahu mana yang boleh dan tidak boleh aku lakukan. aku juga selalu teringat Mommy jika aku ngelakukan hal yang tidak tidak. aku sayang Mommy."



"tapi Mommy masih hawatir." kawan kasih gue saran. huh kayaknya kali ini gue musti menyerah deh.



"baiklah. aku akan terima permintaan Mommy tapi aku mau bertemu dengan keluarga Om kee terlebih dahulu."



"terima kasih, Sayang. kamu memang anak yang baik. kamu tenang saja biar Mommy semua yang ngurus. kamu tinggal terima beres." ucapnya semangat. kayaknya gue kejebak sandiwara Mommy.



aarrgghhhh kenapa gue lupa kalau Mommy itu drama queen.



gue sudah terlanjur janji. mana bisa gue tarik kesepakatan gue tadi. kata kakek 'pria sejati tidak akan mengingkari janji yang diucapkan. karena pria sejati yang dipegang ya ucapannya.'



sudahlah. mungkin ini memang jalan hidupku.