
Setelah semalam kita pulang dari rumah Bunda, Zahra minta maaf. Mungkin dia sudah dinasihatin sama Bunda. Dan yang paling bikin gue seneng, hehe, gue sudah ngga perjaka lagi guys. Hahahaha.
Ngga usah diceritakan detail nya ya, cuma kami berdua sama Allah yang tahu. Urusan ranjang kan ngga boleh disebar, iya ngga.
Gue ngga rela sebenarnya berangkat sekolah. Bawaannya pengen bolos aja dan malas malasan sambil bermanja manja sama bini. Mungkin ini yang sering diomongin orang orang tentang pengantin baru. Pengennya nempel terus sama bini.
Huh derita pengantin pelajar.
"Wajahnya cerah tapi kayaknya moodnya sedang jelek deh."
"Emang ada yang kaya gitu."
"Entahlah. Gue juga baru lihat."
Ck. "Kalau niat ngomongin jangan didepan orangnya." ngeselin amat.
"Hahaha. Ada apa, bro."
"Emang kalau gue cerita, lo pada bisa bantu?" tuh kan. Mana ada mereka bantu gue, yang ada tuh mereka yang suka gangguin gue. "Gue mau tidur bentar. Bangunin gue kalau ada guru masuk."
"Siap, bos."
Eeuuugghhh
Rame amat. Jam berapa sih kok belum ada guru masuk. Mana juga begundal kutu kupret. Pasti mereka ke kantin. Mending gue ke perpus aja, cari wifi gratisan.
"Loh Al, lo kesini juga?"
"Jamkos kan ini?"
"Iya. Mau ngapain, Ngga ada tugas kan kita?" yang tanya gue ini Sigit, teman sekelas gue juga lawan berebut juara kelas tapi ngga perna menang hahaha. Dia tau gue ke perpus cuma kalau ada tugas, hehe dia tempatnya di perpus soalnya.
"Lo tanya gue, gue tanya siapa?"
"Iya ya. Lo kan yang sering tanya gue." aneh deh. "Trus lo mau ngapain." kok kepo ya dia.
"Mau push rank gue. Lo main juga kan? Yok mabar, wifi disini kenceng loh."
"Ngga ada gue." dasar kutu buku.
.
.
.
"Mas" Hmmm. Jam berapa sih ini kok sudah bangunin aja. "Bangun mas, sudah sore ini. Katanya mau jalan."
Sore ya?
Astaghfirullah. Gue belum sholat asar. "Jam berapa?"
Setelah mandi, gue sholat pastinya kan gue hanya seorang hambah Allah yang diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya.
Gue samperin Zahra yang sedang duduk santai di depan tv. "Sudah selesai?" ck, kalau sudah lihat gue dah ganteng gini kenapa pakek tanya segala. Dan gitu langsung beranjak lagi. Kok gue punya bini gini ya. "Ayok."
Eh?
"Mas ngga lupa kan janji nemenin aku jalan."
Hehehe gue beneran lupa. "Mau kemana emang?" lah. Ngajak tapi ngga tau mau kemana. Hmmm baru kali ini gue jumpai orang kaya dia. "Kamu mau kemana? Ada tempat yang pengen kamu datengin atau perlu apa gitu." kembali menggeleng dia.
"Pengen jalan jalan sama mas aja. Tapi ngga tau tempat yang bagus. Kita kan ngga pernah jalan berdua."
"Oohhh jadi, kamu ngajak kencan gitu ceritanya?" hahaha wajahnya merah coy. "Baiklah. Serahkan aja sama mamas yang ganteng ini."
"Ish. Bukan gitu. Sebel deh."
Lucunya bini gue kalau lagi ngambek gitu. Pengen gue terkam aja. Huh huh, tahan Al. Tahan.
"Iya. Kita jalan. Mau kemana? Mall, nonton, taman, atau tempat lain?"
"Ke taman aja ya. Tapi cari yang ngga terlalu rame." gue curiga kalau gini. Apa dia punya niat yang iya iya. "Ayo mas."
Laki laki emang kelemahannya pada wanita yang mereka sayangi. Kalau sang ratu sudah bilang A ya harus bilang A juga, kalau ngga gitu ya siap siap aja. "Disana aja mas. Kayaknya enak buat santai. Banyak jajanan juga." lah ini niatnya apa coba. Sudahlah nurut aja.
Dan pada akhirnya kami terdampar di gazebo sebelah danau buatan ini. Lumayan lah bisa nenangkan pikiran juga menemani diriku yang dari tadi dicuekin bini. Kalian tau apa yang dia lakukan saat ini? Dia dari sampai tadi sibuk makan jajanan yang dia beli. Sebel kan. Ngga dibagi lagi padahal jajanan yang dia beli ngga sedikit lo.
"Kenapa mas lihatinnya kaya gitu?" ck. Masih ngga peka aja. Masang wajah polos lagi. Untung ini di tempat umum, kalau di kamar sudah pasti... Hus. Kenapa pikiranku sejak tadi kearah sana aja sih. Pasti gara gara, ah lupakan. "Alhamdulillah kenyang juga." kulihat dia dan jajanannya. Astaga, sudah habis semua? Baru tau kalau bini gue bisa serakus ini. Ops.
"Mau nambah?" heh deleh pakek nyengir lagi. Bau bauhnya mau nambah ini.
Dia menggeleng tapi masih nyengir, apa artinya coba. "Nanti aja kalau mau pulang. Hehehe." tuh kan. Gue lihat dia sibuk dengan tasnya. Cari apa dia? "Mas. Bantu nyimak hafalanku ya." ternyata dia membawa Alquran dalam tasnya.
"Kamu sudah hapal berapa juz?"
"Hehehe, Alhamdulillah dari juz 1 sampe 30, tapi masih ada yang sering kebalik." gue kalah sama bini gue sendiri. Gue aja baru hapal jus 1 dan 30. Malunya. Mau ditaruh dimana coba ini muka.
"Dari kapan kamu menghapal?"
"Dari kecil. Ayah yang nyuruh dan sampe sekarang jadi kebiasaan." jawabnya santai. Beruntungnya dia. Gue emang belajar agama tapi tidak diwajibkan menghafal alquran juga sama kakek. Cukup memahami dan mengamalkannya.
Dengan menyenderkan kepalanya di bahu gue, dia melafalkan bacaannya dengan lancar. Suaranya sangat merdu dan membuat orang merasa nyaman dan tenang. Gue? Gue menyimak hafalan dia pastinya sambil lihat Alquran.
Baru sadar gue, ternyata karena ini dia minta tempat yang tidak terlalu rame. Kirain mau ngapain. Kayaknya otak gue perlu dibersihkan deh.
Kencan kita jadi ajang nyimak hapalan Alquran. Hahah tapi Alhamdulillah juga lebih bermanfaat. Jarang jarang kan menemukan cewe kaya bini gue.