
Gue mulai hari hari gue seperti sedia kala. Cuci baju sendiri, masak masak sendiri, makan makan sendiri, tidur pun sendiri. Eh kok malah dangdutan.
Waktunya kembali ke sekolah meski masih capek, kewajiban tetaplah kewajiban. Semalam gue nyampe rumah jam 12 malem. Hehe habis isya baru balik dari Bandung sih. Pacaran dulu kata Zahra.
"Yo, bos. Akhirnya masuk juga." ck. Ketemu dia lagi dia lagi. Bosen gue.
"Entar aja, gue mau tidur dulu. Ngantuk."
"Woi. Ini sekolah bukan rumah lo. Pulang sono kalau mau tidur."
"Oke. Gak jadi gue traktir entar. Beli juga apa kemarin yang lo bilang itu."
"Ngga kok bos. Ngga jadi marah. Silahkan tidur, bos. Tidur yang nyenyak ya."
Sesampai di kelas gue ngecek ponsel bentar. Siapa tahu Zahra sms.
3 message unread
---
Nathan
Bang. Ntar gw ke tmpt lo y.
Honey
Pagi, mas.
Jgn lp makan n istrhat teratur ya.
Mommy
Sayang, entar malam ajak Zahra ke rumah ya.
---
Ternyata ada. Kayaknya emang cinta sama gue deh, jadi gue ngga perlu hawatir dia disana diambil orang. Secara, bini gue cantik pakek banget coy. Pasti banyak yang antri mendapatkan dia.
---
Honey
Iy. Km jg
Mommy
Maaf mom. Zahra sudah aq antar balik ke Bandung.
Nathan
Ngapain?
---
Tring
---
Nathan
Mabar lah. 😁😁
Me
Kya g da krjaan aja.
Nathan
Boleh ya. Ya. Ya
Gw blangin kak Ara klw g blh.
Me
G TAKUT. Kk lo bucin gw
Nathan
Pokoknya tunggu gw.
Me
Lo g tau rmh gw.
---
Masih ada waktu 20 menit sebelum guru masuk kelas. Cukuplah buay tidur.
Tring
---
Honey
Mas, barusan Nathan minta almt rumah ktnya disuruh Bunda.
Me
Iy g ap.
---
Kalau gini gue ngga jadi tidur ceritanya. Gara gara bocah gendeng satu itu.
.
.
.
Proposal yang barusan di kirim bang Zain lumayan juga. Kayaknya profit juga dan banyak peminatnya. Yang tahun kemarin aja masih booming sampai sekarang. Ini kayaknya lebih deh.
Email kedua isinya tawaran kerjasama dari perusahaan luar. Lihat keuntungannya dulu kalau ini. Besok didiskusikan sama yang lain dulu aja ngga bisa langsung memutuskan.
Ting nong... Ting nong...
Pasti bocah tengil itu.
"DOORRR."
"Ngga kaget. Ngapain kesini."
"Sudah gue bilang kan gue malam ini nginap di sini." mimpi apa gue punya ade ipar kaya dia. "Nih. Kiriman dari Bunda."
"Makan malam lo. Bunda tau lo pasti belum makan jadinya dibungkusin deh." tahu aja Bunda. "Ck ck ck. Kaya orang ngga makan setahun aja. Kasihan bener ya lo bang. Punya bini tapi serasa lajang. Hahaha."
Iya yah. Gue kaya belum nikah kemarin. "Diem lo. Gue emang belum makan seharian ini."
"Hahaha... Makan makan sendiri, minum minum sendiri, cuci piring sendiri, tidur pun sendiri."
Ngeselin nih orang. "pergi sono klo masih ngga mau diem."
Tring
---
Pandu
Nongkrong yok bos. tmpt biasa. Qt tunggu
Me
Bdd y. Klw iy gw dtg.
---
Alhamdulillah akhirnya kenyang juga. Gue cuci sekalian biar besok bisa dibawa ni bocah pulang.
"Mau kemana lo, bang."
"Nongkrong."
"Kaya abg aja."
"Gue emang abg. Dodol."
"Percaya kok. Abg beristri."
Mulai deh. "Jaga di rumah."
"Eh, enak aja. Ngikut gue."
Skip
"BOS." kebiasaan nih Pandu. Ngga mandang tempat.
"Lo punya geng ya, bang." bisik bocah tengil. Dihiraukan aja, ngga penting juga nanggepin dia.
Gue ambil tempat duduk seperti bisa di ujung jadi seperti pimpinan mereka gitu. Hahaha ade ipar gue yang cerewetnya minta ampun langsung kicep dan lihat dia kayak ketakutan gitu. Duduknya aja tegang. "Kenalin, ade gue, Nathan."
"Sejak kapan lo punya ade?" tanya Doni.
"Anggap aja gitu. Gue pungut di tong sampah tadi."
"Resek lo, bang. Gue aduin kak Ara baru tau rasa lu." ck, sekalinya ngomong bikin orang kesel. Pasti dia mau bilang yang macem macem.
"Siapa Ara? Bauh bauhnya ada yang sudah laku nih." gara gara ember bocor satu ini, kena lagi kan gue.
"Dia- / pacar gue." mending gue potong daripada makin ember. "Ya, dia adik pacar gue."
"Wah PJ PJ." sudah pernah bilang kan gue kalau para begundal kutukupret raja gratisan. Ini buktinya. "Bakal kenyang kita."
"Yang bener itu PN bang." mulai deh.
"Apa PN?" gue pelototin dia biar ngga ngomong aneh aneh.
"Hehe ngga jadi."
"Kalau lo adik pacarnya Aldi, lo pasti dibawa kita kita kan?"
"Iya bang. Gue kelas 10."
"Sekolah mana?"
"SMA garuda."
"Sma garuda bukannya saingan tim basket kita ya, bos?" gue mengangguk. "Lo main basket juga?"
"Gue ngga bisa bang. Hehe. Gue lebih suka futsal."
"Abang lo ini capten tim kita. Minta ajarin sana biar kita bisa main bareng." ujar Kiki. "Eh kapan kapan kita futsal bareng ya. Abang lo juga jago main futsal."
Kenapa dia ngelihatin gue kaya gitu. "Kayaknya lo jago segala hal deh bang. Gue penasaran apa yang ngga lo bisa."
"Bikin lo diem."
Kalau diperhatiin, nih anak lucu juga. Ada mirip Zahra, apalagi pas manyun kaya gitu.
"APA."
"Sama."
"Apanya yang sama." tukasnya. "Oh gue tau. Lo kangen kak ara kan. Duh cacian abang gue."
"Emang dia kemana?"
"Bandung. Mereka LDRan."
"Hahahahaha." resek banget kan mereka. derita punya adek ipar plus teman kaya mereka. huh. sabar...