You are my Destiny

You are my Destiny
Q-time



"Sore yang cerah." gumamnya



"Iya. Apalagi dengan ditemani kamu." hehhe dia menoleh. "Aku senang kamu berada disini. Ini pertama kalinya aku duduk santai sore hari disini." gue rasa dia ngga percaya. "Heem. Ini pertama kalinya bagiku."



"Kenapa?"



"Sebelum menikah sama kamu, waktuku lebih banyak berada di sekolah. Dan pas sudah menikah, kalau ada waktu senggang aku buat main game di kamar. Hehe."



"Kenapa cowo ngga bisa lepas dari game." gumamnya yang masih bisa gue dengar.



"Perlu kamu tau, hon. Kesenangan cowo itu macam macam. Mereka kalau ngga Minum ya main wanita, ada yang suka koleksi kendaraan, dan juga ada yang maniak game."



"Mas ngga gitu juga kan."



"Hahaha. Kamu tenang saja, aku cuma maniak game kok. Aku masih sayang diri sendiri dan duitku lebih baik buat amal."



"Ngga bisa dihindari gitu." hahaha gue tahu, pasti dia takut dicuekin. emang sih gue sadar, pas main game ngga akan ingat apapun. apalagi pas seru serunya. ngga banget ada gangguan. 



"Ngga bisa."



"Mending buat ngaji."



"Beda lagi itu urusannya, hon." dia mendengus. Ya mau gimana lagi, kerjaan gue aja bikin game masa gue hindari game. Gak lucu banget kan. "Bagaimana dengan kamu. Kasihtau bagaimana kehidupanmu disana."



"Ngga ada yang spesial. Kebanyakan waktu kami dihabiskan di kampus. Kalau ada waktu kosong juga ke perpus."



"Masa ngga ada waktu nongkrong gitu."



"Ada. setiap selesai kuliah, kami nongkrong sekaligus makan malam dan berduskusi kecil kecilan. dan setiap Sebelum ujian semester juga kami suka hiking meski cuma gunung gunung kecil. Waktunya terbatas sih."



"Kamu hiking?" hmmm baru tau gue. "Sama cowo juga?" dia mengangguk. "Ayah bunda tau?"



"hehehe ngga tahu." ini bini gue? "Kalau tahu pasti ngga dibolehin." astaga kamu comel banget Ra. pengen gigit pipi bakpou itu deh.



"Nakal juga ya kamu." dia nyengir. "Besok besok kalau mau mendaki lagi harus ijin."



"Emang masih boleh?" gue lihat dia mukanya kaya berharap banget.




"Makasih. Aku kira setelah menikah bakal merubah hidupku."



"Jadilah diri kamu sendiri."



Ternyata dia banyak bicara juga ya. Dia menceritakan kalau dirinya dulu suka pakek bajumodel cowo tapi saat masuk smp Ayah menyekolahkan dia ke pesantren jadinya sampe sekarang bajunya kebanyakan gamis, kaos juga lengan panjang.


Warna kesukaannya itu hitam putih, tapi Bunda selalu memaksakan barang barang dia dengan warna pink bahkan cat kamar juga jadinya dia kebiasaan dengan warna pink. Hahaha kasihan.



Ini yang bikin gue geleng geleng kepala juga. Dia diam diam minta ajari Om Usman, kaka dari Bunda, mengendarai motor pas masih kelas empat SD yang kira kira masih berumur sembilan sepuluhan lah. Bener bener nakal ya dia. Dan itu semua tanpa sepengetahuan Ayah dan Bunda. 



eh ada cerita lucu juga. nathan ternyata dulunya cengeng dan manja banget sama Bunda. kata Zahra dulu pas dia pulang pertama kali dari pesantren dan memakai gamis, Nathan nangis sampe guling guling minta ganti pakaian yang sama kaya kakaknya. mungkin karena sudah kebiasaan pakek pakaian yang sama kali ya. hahaha



"terus bunda gimana?"



"Ya mau gimana lagi. dia ngga akan berhenti nangis kalau permintaannya ngga dikabulkan." 



"Nathan pakek gamis?" Zahra mengangguk. "Pakek kerudung juga?" dia kembali mengangguk. hahaha ngga kebayang gue penampilan Nathan pakek gamis. kapan kapan dicoba boleh juga. hehe.



"kamu lihat pasti ketawa sampe perutmu keram. ayah saja sampe sembunyi ke kamar. untungnya setelah dia coba dan berjalan dia terjatuh." hahahaha. "dan setelah itu ngga mau lagi pakek gamis. hehehehe."



"Ada ada saja ademu satu itu."



"entah ikut gen siapa dia. aneh sendiri. untung Aisy dan Aran ngga kaya dia."



"kamu juga. aku lihat Ayah dan Bunda kalem gitu. kamu kok bisa bandel ya." dia cemberut lagi dan lihat pipinya yang menggembung itu. bikin gemes deh.



"mas jangan lihat dari luarnya aja. gitu gitu dulu bunda juga ratu hiking lo. anggota pecinta alam. ngga ada gunung yang belum pernah dia daki di pulau jawa ini. bahkan dia pernah ke rinjani. dan Ayah, dulu dia anak geng motor."



what?



"Kamu tau darimana?"



"Kekek Ahmad dan kakek Ghoish." ternyata semua orang punya masa lalu ya. ngga gue kira ternyata Bunda yang kalem gitu mantan anak pecinta alam dan Ayah yang sekarang terlihat berwibawa dan agamis dulunya anak geng motor. hahaha. ngga kaget lagi kalau anak anak mereka modelnya kaya bini gue ini. tapi Nathan kok? ah lupakan makhlus astral satu itu.