What Men Want

What Men Want
welcome Axelle



"Tuan..tentang gadis itu,aku bisa memastikannya bahwa dia adalah anak angkat dari pengusaha properti terbesar, kau mengenalinya tuan, karena kita selalu memakai jasa dari perusahaan propertinya untuk seluruh perusahaan yg tuan miliki saat ini" imbuh arvin yang ada di sebrang sana melaporkan sesuatu melalui ponsel pintarnya pada Axelle.


"Maksudmu tuan Achazia ezra yocolyn?dia diangkat oleh keluarga yocolyn?dan berarti gadis satunya lagi juga anak dari tuan Achazia?" Ucap axelle yang tidak mempercayainya akan kebenaran hal itu.


"Benar sekali tuan,disini di sebutkan bahwa nona allice mengalami kecelakaan tunggal di jalan eyre highway,tunggu apakah ini....." ucap arvin terpotong oleh axelle.


"Ya arvin ini yang ku maksud,kemungkinan besar allice adalah adikku,karna saat kecelakaan itu terjadi semua korban sudah menjadi abu,dan tim forensik menyatakan bahwa semua orang di mobil itu tidak ada yang selamat" ucap terbata Axelle yang mengingat kejadian 10 tahun lalu di mana dirinya tidak bisa menerima kenyataan itu.


"Lalu bagaimana selanjutnya tuan?"


"Aku ingin melakukan tes DNA denganya,apakah benar allice itu adalah allice yang sebenarnya adikku,yang sudah aku anggap meninggal pada kecelakaan itu" ucap axelle menahan bulir air matanya yang ingin terjatuh.


Suasana pagi menyambut Axelle yang bersemangat untuk menyambangi mansion keluarga yocolyn, misinya kali ini adalah mendakati anak angkat keluarga yocolyn melalui berliana.


Sesampainya Axelle di kediaman Yocolyn,orang yang menjaga keamanan dengan ketat di mansion tersebut meminta identitas Axelle,lalu Axelle hanya menunjukan kartu akses masuk ke mansion keluarga Yocolyn yang beberapa waktu lalu di berikan kepada Axelle agar axelle tidak sungkan untuk mengunjungi mansion itu dengan nyaman tanpa hambatan apapun,hanya orang yang di percaya oleh Achazia saja yg di berikan kartu akses masuk itu.


Tanpa banyak basa basi mobil Rolls Royce Sweptail yang di kendarai axelle menuju parkiran utama di mansion milik keluarga Yocolyn.


Sesampainya di depan pintu Axelle di sambut dengan pelayan wanita muda yg usianya tidak jauh darinya mempersilahkan masuk ke dalam ruang tamu.


"Selamat pagi tuan,anda mencari tuan besar achazia?" Ucap pelayan tadi pada axelle dengan nada sopan dan ramah.


"Baik tuan,silahkan duduk saya akan panggilkan" pelayan itu berlalu untuk memanggil chesna karna merasa tidak enak dengan tamu achazia yang tidak ada di tempat dan merasa tidak sopan kalau berbicara langsung dengan tamu terhormatnya itu.


Berliana yang masih berpakaian santainya terkejut saat melihat sosok yang ada di kursi tamu itu,setelah yakin bahwa axelle adalah pria yang menarik tangannya waktu itu berliana lagsung menghampiri axelle.


"Kau....sedang apa kau disini? Kau membuntuti ku ya?,kenapa kau bisa tau aku ada di sini?" Tanya berliana yang penasaran.


"Berli...tidak sopan berbicara seperti itu pada tamu kita" imbuh chesna yang nada bicaranya lembut dan baru saja memasuki ruang tamu untuk menemui tamunya.


"Iya mommy maaf,aku hanya bertanya saja karna pria ini yg...."


"Sudah berli,tidak enak dengan tamu daddy" chesna memotong ucapan berli sebelum terjadi perdebatan.


Berli yang memanyunkan bibirnya terlihat sangat imut sehingga axelle tanpa sadar tersenyum lama memandangi wajah imut berliana yang terlihat sedang kesal.


Berliana memasuki kamar belva yang masih ada kelvin di dalamnya " ada apa kak,terlihat jelek sekali wajahmu seperti itu" tanya belva.


"Kau lihat belva tamu yang datang hari ini,itu sangat menyebalkan sekali" ucap kesal berli sambil menipiskan bibirnya.