
Permisi tuan,lusa kita akan mengadakan rapat penting bersama investor dari kanada" seru arvin melaporkan sesuatu kepada axelle.
"Ok arvin,persiapkan segala sesuatunya,dan jangan sampai ada yang terlupa" ucap axelle dengan wajah datarnya yang masih memandangi laptopnya.
Seperti biasa axelle dengan santai melakukan pekerjaannya yang dia anggap ringan itu. Namun ada satu hal yang tidak bisa di hilangkan dari axelle adalah dia seorang pekerja keras.
Satu hari telah berlalu, Arvin telah mempersiapkan keperluan meeting hari ini dengan investor itu.
Tok tok tok! ...
Arvin mengetuk ruang kerja Axelle.
"Masuk !..." seru Axelle yang berada di dalam ruangan kerjanya.
"Selamat pagi tuan, investor kita sudah datang dan sudah menunggu di ruang meeting bersama assistannya" seru arvin yang melapor kepada bos nya.
"Aku akan segera kesana,siapkan berkas-berkas yang di butuhkan dan jangan sampai ada yg tertinggal sedikit pun" peringatan dingin Axelle terhadap Arvin.
"Semua yang di butuhkan sudah siap tuan" sahut arvin dengan gestur hormatnya kepada Axelle.
Setibanya di ruang meeting, mereka memperkenalkan diri dan memulai percakapan serta kesepakatan yang terjalin baik oleh ke dua belah pihak antara pemilik perusahaan dan investor tersebut.
"Saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik tuan Axelle"ucap Damien ramah kepada axelle sambil menyeringai.
Damien Parviz Matte dia adalah pengusaha muda yang bergerak di bidang F&B dan perhotelan yang ternama di wilayahnya sekaligus investor besar di perusahaan Axelle Zacheri Alisson.
"Baik tuan damien,saya juga berharap yang sama" ucap axelle dengan aura dinginnya yang khas.
Waktu makan siang telah tiba,Axelle dan Arvin menuju restoran di dekat kantornya,tidak sengaja mereka bertemu dengan Damien yang sedang terlihat memilih beberapa menu, dia berada di meja sisi sebelah kiri ruang restoran yang bergaya art deco yang terlihat elegan dan mewah.
"Hai tuan axelle.." ucap demien lantang saat tak sengaja melihat kedatangan axelle dan memanggilnya seraya melambaikan tangannya yang sedang berjalan menuju arah berlawanan untuk mencari meja kosong.
"Seperti yang kau lihat tuan axelle,oh iya silahkan pesan makannanya tuan,mungkin kita akan makan siang bersama hari ini" ucap ramah damien kepada axelle
.
"Baiklah,arvin tolong pesankan makanan untuk kita hari ini,untuk ku seperti biasanya saja" perintah axelle kepada arvin.
Acara makan siang yang tidak di sengaja itupun berlangsung, namun secara tiba tiba seorang gadis melewati mereka berdua dari arah belakang damien dan tidak sengaja ujung kakinya tersandung kaki kursi damien,sontak gadis itu terjatuh menahan tubuhnya di atas meja yang ditahan oleh tangan kirinya yang menumpahkan makanan dan minuman yang ada dimeja.
"Aaaawh...." suara lirih berliana yang menahan rasa sakit di ibu jari kakinya yang tersandung oleh kaki kursi tadi.
Arvin yang melihat kejadian itu hanya bisa menepuk keningnya seraya berkata dalam hatinya " bisa bisa aku terkena imbasnya nanti...aah"
"Astaga...kau tidak apa apa nona?" Tanya damien sambil memegang lengan kanan berliana yang membantunya berdiri.
Namun berliana tidak sempat menjawab pertanyaan damien,dia terkejut ketika melihat jas berwarna abu tua itu telah basah terkena minuman dan makanan yang tumpah.
"Astaga tuan...maafkan aku,maafkan aku tidak sengaja melakukan hal ini" wajah tegang berliana terlihat jelas sambil mengambil sehelai kain yang tersedia di meja makan itu untuk membersihkannya.
"Jangan sentuh aku!!!..." ucap lantang axelle
sambil memgangkat tangannya sebagai bentuk penolakkan.
"Kau telah membuat diriku jadi kotor" ucap axelle marah kepada berliana sambil menggertakan kedua giginya.
"Maafkan aku tuan,izinkan aku untuk membersihkan pakaian tuan" sambil tertunduk tanpa melihat raut wajah axelle yang berubah menjadi kemerahan karena emosi.
Tanpa bicara axelle pun pergi begitu saja meninggalkan damien yang masih ada di restoran itu.
"Nona sudah jangan bersedih lagi,ini hanya kecelakaan kecil kau tidak perlu merasa bersalah" ucap damien yang sedikit mencoba menenangkan perasaan berliana.