
"Aku pulang dulu,jaga diri baik baik dan sampaikan salam ku untuk ny.yocolyn" ucap axelle yang berpamitan dengan allice.
"baiklah,akan ku sampaikan" jawab allice yang begitu cuek berhadapan dengan axelle.
**********************
"Tuan,maafkan kami belum bisa menemui pelaku peretasan tersebut,tapi satu masalah sudah kami bereskan tuan" ucap arvin memberi laporan pada axelle.
"Jelaskan arvin" suara berat axelle yang khas begitu terdengar serius.
"Pengajuan pinjaman dan pengajuan permohonan kebangkrutan telah kami batalkan dan meminta pihak bank untuk menghapus data tuan yang di ajukan oleh si pelaku,beruntungnya proses pencairan dana itu 2x24 jam jadi kami masih bisa mengatasi ini semua dan meminta pihak bank untuk menutupi ini semua,namun proteksi Keuangan kita yang telah di bobolnya mereka mencuri aset 50% dari seluruh perusahaan yang tuan miliki" ucap arvin masih dalam ketegangan.
"kerja yang bagus arvin,tugas kalian sekarang adalah mencari tau siapa pelakunya dan apa motifnya".
"baik tuan" suara tegas arvin.
"siapa kau sebenernya yang melakukan ini terhadapku,kau bermain dengan orang yang salah" ucap dalam hati arvin yang.
*******************************
"Nona berli ada seorang pria yang mencarimu" ucap penjaga pintu gerbang dari dalam ruang cctv yang menghubungi berli melalui line telepon.
"siapa dia?" ucap berli yang berada di kamarnya.
"Tuan Damien nona,apa dia sudah buat janji dengan anda?" tanya penjaga itu.
"tidak,belum...tapi biarkan saja dia masuk dia temanku" ucap berli.
"hai berli,apa kabar?maaf aku datang tiba-tiba tanpa memberitahu mu terlebhi dulu" ucap damien dengan senyumnya dan gaya casualnya membuat penampilan damien semakin cool.
"hai damien...tidak apa,aku senang jika bertemu lagi denganmu,hmmm tapi sejak kapan kau kembali ke kota ini" ucap berli yang merasa senang dengan kedatangan damien.
"aku memang belum pulang ke negaraku,dan aku memutuskan untuk membeli appartemen di kota ini" ucap damien yang tidak pernh lepas dari senyumnya.
"oh tidak,aku tidak ada kegiatan apapun hari ini,ada apa damien?" bertanya dengan penuh kelembutan.
"bersediakah kau makan malam bersama ku hari ini?" sambil memegang tangan berli.
"baiklah aku akan bersiap-siap,tunggu sebentar ya" semangat berli yang melepaskan jari tangannya dari sentuhan damien,dan berlalu ke kamarnya untuk mempesiapkan diri.
"mommy,malam ini aku akan makan diluar bersama damien,dia mengajakku untuk menemaninya makan malam" izin berli kepada chesna yang berada di ruang Tv agar chesna tidak khawatir kemana putrinya pergi karena tidak makan malam bersama dirumahnya.
"berli,siapa itu damien?sepertinya momy baru mendengar nama itu,dan baru kali ini kau pergi bersama laki laki" ucap chesna yang sedikit khawatir.
"teman baru ku mom,dia sangat baik,dia selalu menolongku waktu aku sedang dalam kesulitan,boleh ya mom" ucap berli dengan mengeluarkan wajah memohonnya agar di izinkan oleh ibunya untuk makan malam diluar.
"boleh sayang,tapi mommy minta kamu harus lebih berhati hati lagi jika baru pertama kali bertemu dengan seorang pria,dan dengan syarat gary dan fero akan terus menjagamu kemanapun kamu pergi" ucap chesna di penuhi dengan kelembutan.
"iya mom....terimakasih mommy" ucap berli yang sambil memeluk chesna.
"damien....aku sudah siap?" sapa berli.
"Ternyata kau gadis yang sangat cantik di dunia ini yang belum pernah aku lihat, berli" tatap damien yang takjub melihat penampilan berli yang mempesona dengan berkata demikian.
"terima kasih damien tapi kau terlalu berlebihan." ucap berli dengan senyum indahnya.
"sungguh kau sangat cantik malam ini" lanjut damien yang selah belum puas untyk memuji kecantikan dari diri berli.
"baiklah aku percaya"jawab berli dengan tertawa kecil.
Lalu mereka menuju mobil bugatti la voiture noire milik damien, bak putri dan pangeran mereka terlihat sangat romantis dengan perlakuan damien terhadap seorang wanita, membuat berli sangat menyukai dengan perlakuan lembut damien.
Yah bagaimana tidak,semasa berli mengenyam pendidikan dia hanya berada di ruang belajar yang sudah tersedia di rumahnya, dan merasakan sedikit sosialisasi di masa kuliah namun itu sangat terbatas karena dengan pengawalan berli yang sangat ketat, Achazia melakukan hal ini untuk bentuk perlindungan orang-orang yang ia cintai agar tidak terjadi sesuatu hal yang buruk ketika berada di luar sana dan berli sangat terbiasa akan hal itu, tidak hanya berli perlakuan khusus itu juga ia lakukan untuk allice dan belva.