What Men Want

What Men Want
Penasaran



"Jangan berkata seprti itu kak,siapa tau dia itu jodohmu" ucap belva dengan tertawanya merasa puas membuat berliana terlihat kemerahan di pipinya.


"tidak mungkinlah...mana mungkin aku menyukai pria yang tidak berekspresi itu" ucapan mantap dari bibir berliana.


"lihat saja nanti..." ucap belva yang ternyata belum puas membuat berliana semakin memerah.


"belvaaaaa....kamu nakal" ucap berliana sambil mencubit hidung adiknya.


Kelvin yang melihat suasana itu pun ikut menertawakannya karena berliana di buat malu oleh adiknya itu.


"Bagaiman kabar nyonya dan tuan yocolyn?oh maaf jika saya datang tanpa buat janji sebelumnya" ucap axelle pada chesna.


"Tidak apa- apa axelle,dan kabar kami semua baik-baik saja,bagaimana dengan dirimu axe?" tanya balik chesna yang lemah lembut.


"Saya baik nyonya,baru pertama saya mengunjungi kediaman nyonya dan tuan yocolyn,dan saya merasa ada kehangatan di dalam rumah ini" senyum axelle kepada chesna.


"Iya mungkin karena adanya anak anak disini jadi suasana dirumah ini begitu hangat dan tenang" ucap chesna lagi.


Setelah berbicara panjang lebar chesna ingin memperkenalkan anak anaknya kepada axelle.


"rena....tolong panggilkan anak-anak menemuiku disini" perintah chesna kepada assistan pribadinya.


"baik nyonya" ucap tegas rena.


Beberapa saat kemudian mereka bertiga mendatangi ruang tamu untuk di perkenallan kepada axelle yang chesna anggap kerabat terdekatnya.


"berli,allice dan belva perkenalkan ini axelle,dia adalah rekan bisnis daddy" ucap chesna sambil menyunggingkan senyumnya.


"ck....kenapa harus berkenalan segala,orang ini sangat menyebalkan" ucap dalam hati berli yang masih menolak pertemuan itu.


"kau....iish kau kenapa bisa kesini?ternyata dunia ini sempit yah" ucap allice yang terkejut ketika melihat seseorang yang ingin di kenalkan oleh chesna.


Allice langsung menarik tangan axelle menuju ke taman belakang,chesna yang melihat pemandangan itu hanya menggelengkan kepala dan beranggapan bahwa mereka sudah saling kenal jadi tidak perlu repot-repot lagi memperkenalkan mereka secara formal.


berli dan belva pun seakan tidak perduli dengan tamu ibunya itu.


Mendengar hal itu axelle hampir tertawa dengan manaikan satu alisnya,mana mungkin dia tergila gila dengan adiknya sendiri,walaupun dia belum mengetahui kebenaran itu tapi axelle yakin bahwa allice adalah adik kandungnya.


"kau salah paham allice aku kesini bukan membuntutimu,bahkan aku sendiri pun tidak tau kau tinggal dimana,dan untuk kejadian kemarin aku minta maaf" ucap axelle dengan sedikit kebohongan.


"iya sudah ku maafkan...lalu untuk apa kau kesini?" tanya allice lagi.


"hanya ingin mengunjungi rekan bisnisku tuan achazia sudah lama aku tak bertemu dengannya"


"oh daddy,beliau memang sedang bertugas di luar negeri,sudah hampir 2 minggu disana karna pekerjaanya juga belum selesai"


jawaban axelle hanya mengangguk karna tujuannya ke mansion itu bukan untuk menemui achazia,melainkan hanya ingin melihat adiknya itu.


"belva...kau mau membantuku?" ucap berli dengan muka imutnya berharap belva membantunya.


"tidak mau..." ucap belva sambil membuang muka.


"baiklah kalau begitu,aku tidak meminta dua kali".. lawan berli yang tidak mau kalah juga, padahal belva hanya meledekinya saja, namun kakaknya itu sangat serius.


Lalu belva menuju ke kelvin "kelvin kau bisa membantuku" ucap berliana yang meminta pertolongan kepada kelvin.


"apa yang bisa ku bantu berli?"...ucap kelvin serius.


"aku mencurigai tamu ibu ku,dia berusaha mendekati allice...aku minta kau cari tau tentang orang itu dan kejadian buruk apa yang menimpanya di masa lalu sehingga dia begitu excited bertemu dengan allice,namun kau tau sendiri kan keadaan allice waktu kami bertemu dengannya seprti apa,mungkin axelle ada hubungan dengan allice" imbuh berli yang menjelaskan dengan serius,dan kelvin yang mendengarkannya dengan seksama seakan mengerti apa yang harus di perbuatnya.


dengan cepat kelvin mengambil laptop andalannya itu untuk mencari tau tentang data pribadi axelle dan latar belakang keluarganya.


Belva seakan tidak ingin ketinggalan dengan apa yang baru saja di dengar dari mulut berli.


"belva kakak harap kamu jangan menceritakan hal ini kepada siapapun termasuk allice!" lirik berli dengan menempatkan jari telunjuknya ke bibirnya,


dan di sambut oleh jari belva yang membentuk huruf "O" sambil berkata pelan "ok"