
"Arvin, aku ada tugas untukmu hari ini tolong kau minta rekaman cctv di restoran ini aku ingin kau selidiki 2 orang laki laki yang terlihat seperti pelayan restoran, lihat cctv yang mengarah lorong toilet, yang tepatnya tidak jauh dari kitchen door" ucap Axelle yang memerintahkan Arvin untuk melakukan tugasnya setelah klien tadi meninggalkan mereka berdua karena urusannya yang di rasa sudah selesai.
"apa boleh saya tau alasan apa hingga tuan ingin mencari informasi itu?" tanya arvin.
"seseorang ingin melakukan kejahatan terhadap berli dan kedua pelayan itu telah memasukan obat tidur di minumannya" kata axelle dengan mata yang serius dan tajam.
"Baik tuan....akan saya laksanakan" tanpa basa basi lalu arvin menuju ruang keamanan yang didalamnya terdapat monitor cctv dan bergegas meminta pada petugas untuk memutar ulang dan mengirimkan file itu ke ponsel Arvin.
Arvin sempat bertanya kepada petugas keamanan disana apakah 2 orang pelayan itu bekerja di restoran ini,dan petugas hanya menginformasikan bahwa ke dua pelayan itu sepertinya baru bekerja hari ini karna ia baru melihat 2 pelayan tadi di cctv itu, dan arvin pun bergegas untuk mencari ke dua pelayan tersebut hingga petugas keamanan menunjukan kepada manejer di restoran ini untuk mencari keberadaan ke dua pelayan itu,namun setelah mencarinya di ruang karyawan,kitchen atau di manapun mereka tidak di temukan dan melihat kembali ke cctv, dan terlihat mereka pergi setelah melakukan aksinya itu dari pintu samping restoran yang hanya para staff saja yang boleh melewatinya.
Manejer itu pun tidak menyangka akan hal ini setelah arvin menjelaskan sesuatu hal yang terjadi pada manajer restoran itu, lalu ia memohon maaf atas kejadian yang menimpa pada tamu restorannya dan memohon agar hal ini tidak di sebar luaskan mengingat reputasi restoran ini yang begitu bagus di mata konsumennya dan arvin pun meng iya kannya dengan syarat menejer itu mau memberikan informasi data ke 2 pelayan itu saat dia mengajukan CV nya di restoran ini.
Setelah email dari menejer restoran itu terkirim arvin segera membuka data pribadi ke 2 orang itu,namun setelah di cek ke absahannya data yang di berikan oleh pelaku tersabut adalah palsu.
"Tuan...ke dua pelayan tadi memang bekerja disini mereka pelayan baru disini dan baru hari ini mereka bekerja,saya sudah mencari mereka berdua namun mereka sudah pergi tuan setelah saya putar ulang cctv 10 menit setelah menjalankan aksinya itu" imbuh arvin.
"seorang karyawan?pasti restoran ini memiliki data pribadi, cv atau berkas yang lainnya kan?" ucap axelle.
"tentu tuan,namun cv dan berkas yang lainnya itu semua palsu,di database tidak tercantum namanya dan alamat tempat tinggalnya,bahkan alamat yang ada di id cardnya itu adalah sebuah tanah kosong yang tak berpenghuni" kata arvin yang menjelaskan lebih detil.
"Tentu saja Arvin,karena ini sudah di rencanakan dengan matang pastinya,namun mereka bodoh kita masih bisa mencarinya dengan scan wajahnya" ucap axelle.
"Tugasmu saat ini adalah scan wajah orang itu,cari mereka dan interogasi mereka jika kau sudah menangkapkannya" ucap tegas Axelle.
"Baik tuan akan segera saya lakukan."
kata Arvin dengan tegas.
"hmm" jawab axelle dengan anggukan kecilnya.
"Gary apa kau sudah memastikan berli sampai kerumah dengan keadaan baik baik saja?" Ucap axelle yang menelepon gary,sebelumnya gary di perintahkan axelle diam diam untuk mengawasi berli ketika bersama damien.
"Sudah tuan kami baru saja sampai rumah dan melihat nona berli berada dalam gendongan tuan damien,dan seorang pelayan wanita juga mengantarkan damien ke kamar berli" ucap gary dengan suara beratnya yang juga tegas.
"Baik tuan.
" ucap gary
Axelle menggeretakkan giginya dengan mata yang agak memerah,entah karena apa dia pun tidak mengerti dengan dirinya. Axelle terlihat perduli sekali dengan berli,apakah mungkin axelle jatuh cinta dengannya?atau ada hal lain di balik kekhawatiran axelle??
Sesampainya dirumah mewah milik axelle dia mengistirahatkan tubuhnya setelah membersihkan diri,merebahkan tubuhnya keranjang besarnya dan menatap langit langit kamarnya entah apa yang di fikirkannya hingga bayangan ke dua wanita itu muncul bergantian.
Di pagi hari
"Berli,allice,belva....untuk sementara waktu mommy menyusul daddy ada beberapa hal yang harus mommy kerjakan karena daddy membutuhkan mommy disana" ucap chesna yang begitu mendadak memberi tahukan hal itu pada anak-anaknya.
"Mommy kenapa mendadak sekali?apa hari ini juga mommy akan berangkat,terus kapan mommy dan daddy pulang?" Ucap belva dengan nada manjanya.
"Belva maafkan mommy,tapi ini genting sekali untuk perusahaan yang daddy sudah dirikan selama ini,ada masalah yang harus kami selesaikan,kamu sudah besar belva,sudah saatnya mommy membantu daddy" chesna yang memberikan pengertian pada belva terlihat begitu sabar menghadapinya.
"Aku rasa ada sesuatu hal yang tidak beres di perusahaan daddy" ucap batin belva.
"Mommy apapun yang terjadi aku harap mommy dan daddy baik-baik saja" ucap berli seakan siap untuk di tinggal ibunya sementara waktu.
"Mommy akan kah lama disana?" Ucap allice yang terlihat sedih,yah bagaimana tidak sedih allice merasakan kasih sayang yang sama yang di berikan chesna seperti berli dan belva,dan selayaknya anak kandung.
"Tidak sayang,tidak akan lama,begitu semuanya membaik mommy dan daddy akan kembali kerumah ini" ucap chesna yang selalu ingin menenangkan ke tiga putri kesayangnnya itu.
"Baik mommy" dan ketiga putrinya itupun memeluk ibunya.
"Sudah sudah ayo lanjutkan makannya lagi" dengan tawa kecil chesna yang begitu bahagia memiliki tiga putri yang cantik dan menyayanginya.
"Kelvin aku butuh bantuan" ucap belva yang sedang menelpon kelvin.
"Ok bos,segera meluncur".