
"Hei..kau,apa kau tidak bisa melihat dengan baik jika berjalan?" Ucap axelle lepada berliana yang lagi lagi menabrak punggung belakang axelle yang berada di depannya.
"Astaga...lagi dan lagi aku menabrak seseorang" ucap dalam hati berliana yang membulatkan matanya menatap axelle karena terkejut dengan nada bicaranya yang tinggi.
"Kau ....!!" raut Axelle yang menyeramkan keluar.
"Maaf tuan,aku tidak sengaja" sambil menutup wajahnya dengan ponsel pintarnya dan berlari kecil untuk menghindari axelle yang nampak kesal kepadanya.
"Wanita itu lagi rupanya,tidak ada sopannya dengan ku setiap kali bertemu dengan cara seperti ini,aah tapi apa perduliku" ucap axelle dan berlalu saja seperti angin.
Sesaat kejadian berliana menabrak axelle tadi di toko buku yang berada di mall milik axelle,allice melihat wajah berliana yang tegang itu dan dengan rasa penasaran yang kuat allice bertanya.
"Berli,kau kenapa?seprti orang ketakutan? Ada apa denganmu?" Tanya allice kepada berli
Yaah berliana memang sosok yang lembut,dia tidak pernah mengalami hal buruk atau kesalahan kepada siapapun.
Mendengar bentakkan laki laki pun dia tidak pernah,karena berliana hidup dalam kedamaian di dalam keluarganya.
"Aku...aku tadi menabrak seseorang, terus dia marah-marah kepadaku,dan seingatku rasa rasanya aku juga pernh bertemu dengan orang itu tapi aku lupa dimana" jawab berli yang agak bingung.
"Dimana orang itu? Biar aku beri pelajaran kepadanya,tidak bisa dia berbuat seenaknya dengan wanita seprti mu!" Ucap emosi allice.
"Aah tidak usah allice,memang kali ini aku yang salah,aku berjalan sambil membalas chat belva jadi aku tidak melihat orang yang ada di depan ku" ucap berli lagi mencoba membuat keadaan tenang karena melihat sahabatnya yang lebih protect dengan berli di banding para bodyguardnya itu yang dari kejauhan memantau mereka.
"Tuan,ada kabar buruk dari perusahaan kita" ucap arvin melaporkan kepada bos nya melalu telepon pintarnya.
"Apa maksudmu arvin?..." sahut axelle dengan suara beratnya yang terdengar sangat dingin.
"Aku segera kesana" ucap axelle lagi dengan wajah serius dan bertanya tanya.
Sesampainya di perusahaan axelle yang mendapatkan kabar buruk itu dia langsung tercengang tak mempercayai,batinnya bertanya "ada apa?kenapa?dan siapa di balik semua ini?"
Axelle merasa tidak memiliki musuh selama 10 tahun dia membangkitkan perusahaan ke dua orang tuanya yang collapse,susah payah dia mendirikan perusahaannya hingga sebesar ini lalu di hancurkan begitu saja oleh orang yang belum dia ketahui siapa di balik jatuhnya perusahaan axelle.
"Arvin,kerahkan orang orang IT yang kita punya,dan perintahkan mereka untuk menjalankan tugasnya dengan baik" ucap axelle yang menunjukan wajah ketegangannya karna kini perusahaannya berada di ujung tanduk.
"Siap tuan." Jawab lantang arvin lalu berlaju menuju pintu keluar ruang kerja axelle.
"Apa motif orang ini?dan kenapa dia melakukan ini?" Gumam axelle memikirkan sesuatu.
"Firewall kita telah di retas oleh orang yg ingin menghancurkan anda tuan,sistem keamanan keuangan seluruh perusahaan telah di bobol dan juga pencurian identitas atas nama tuan,dan pelaku telah mengajukan pinjaman yang jumlahnya sangat besar,dan mengajukan permohonan kebangkrutan dengan memakai nama tuan,tanda tangan tuan pun telah di manipulasi olehnya,sehingga pihak bank yakin itu adalah tuan" pikiran axelle yang mendengarkan penjelasan arvin tadi hingga terlintas terus di otaknya.
"Tidak...ini tidak mungkin,siapa dia??,jika tertangkap aku tidak akan memberinya ampun" geram axelle yang maaih di dalam ruangan sedang berfikir keras.
Sementara arvin dan 2 orang IT sedang melacak siapa pelaku peretasan di perusahaan axelle "Alisson company"
Belva yang sedang bermain dengan kevin di ruang gamernya itu terlihat sangat menikmati harinya,kevin adalah satu satunya teman yang bisa di andalkan dalam segala hal.
Sedangkan berliana dan allice masih menikmati jalan-jalannya hari ini di pusat perbelanjaan untuk berbelanja keperluan wanita pada umumnya,mereka mencari barang terpisah dan akan bertemu di satu titik nantinya.
"Gadis itu.....seperti tidak asing,siapa dia?" Ucap batin axelle melihat gadis itu dari kejauhan dengan detak jantung yang begitu cepat.
Lalu axelle menghampiri gadis berambut hitam panjang yang begelombang,menatapnya dalam diam seakan mimik tubuhnya itu ingin menyentuh wajah gadis itu.