
Sepulangnya dari kantor sore hari Axelle berniat untuk mengunjungi Allice di kediaman Achazia, karena saat ini yang membuat ia bersemangat adalah allice.
"Permisi...Nona allice ada tuan Axelle mencari anda nona" ucap pelayan wanita yang saat itu allice sedang menikmati waktu sorenya di taman belakang rumah.
"Axelle?ingin bertemu denganku?" tanya allice.
"iya nona.." jawab pelayan itu.
"baiklah suruh dia masuk"
Setelah allice mengizinkan tamunya masuk tidak lama axelle berada di belakngnya yang sedang memperhatikan allice dari belakang tanpa ia sadari.
"kau tumbuh baik disini,menjadi gadis yang cantik dan bahagia,aku takut jika kau tau siapa diriku akan membuat mu tidak mempercayainya mengingat kau mengalami hal yang sangat buruk di masa itu" ucap batin axelle yang pandangannya berkabut akibat air yang mengembang di matanya.
"nona allice..." ucap axelle
"ah ya tuan axelle,ada keperluan apa anda tiba datang kesini?saat ini mommy sedang tidak ada dirumah" ucap allice,dengan nada datarnya.
"benarkah?kapan ny.yocolyn akan kembali?" tanya Axelle yang sedang mencari alasan agar allice tidak curiga padanya.
"entahlah,aku juga belum tau pasti" ucap allice.
"aah hei tuan,apa kau mau menemaniku berjalan-jalan di green house milik mommy?disana terdapat bunga-bunga yang cantik,kau pasti menyukainya"ucap allice riang mengajak axelle ke green house milik chesna.
"baiklah,aku ikut...tapi bisakah kau tidak memanggilku dengan sebutan tuan?"ucap axelle sambil tersenyym tipis.
"aku rasa tidak sopan kalau hanya memanggil namamu saja tuan,usiaku jauh lebih muda darimu,bahkan aku terlihat seperti adik kecil bagimu" canda allice yang menyentuh hati axelle hingga axelle berhenti berjalan disampingnya dan menatap sendu allice.
Allice yang menyadarinya menghentikan langkahnya "Ada apa tuan?apa aku salah bicara"ucap allice yang terlihata bingung.
"ah ti tidak,tidak ada yang salah"ucap axelle yang gugup karna tidak menyangka allice mengucapkan hal tersebut.
"ooh ayolah tuan kau sangat serius sekali,aku hanya bercanda"ucap allice dengan tawa kecilnya smbil menarik tangan axelle.
"allice bagaimana jika kau memanggilku kakak"ucap axelle yang terbata bata tidak yakin dengan idenya itu.
"kakak?hmmm....baiklah karna aku tidak memiliki kakak laki-laki mungkin kau bisa menjadi kakaku skrg" ucap allice yang di iringi dengan tawa riangnya itu.
axelle pun ikut tersenyum tidak di sangka allice menyetujui sarannya itu.
Sesampainya di green house allice bertanya pada axell "warna apa yang kau sukai kak?"
"Hitam" ucap singkat axelle.
"hitam...menurut filosofi warna hitam mengandung makna posutif seprti mencerminkan keberanian, ketenangan, keteguhan dan kekuatan,hitam tidak selalu di anggap negatif seperti tang orang-orang ketahui,warna hitam itu warna yang elegan walaupun sedikit agak misterius"ucap allice dengan senyum tipisnya yang masih berjalan jalan mengitari green house tersebut.
"hmm...kau pandai allice, lalu bunga apa yang kau sukai?" tanya axelle.
"mari sini kak.....ini yang aku sukai,entah mengapa aku jatuh cinta dengan bunga ini" ucap allice yang menunjukan bunga kesukaanya itu sambil menyentuh lembut bunga itu.
"daisy,kau menyukainya.....biasanya orang yang menyukai bunga ini memilik karekter seperti kepolosan,simpatik dan keceriaan" ucap axelle.
"apa yang kau lihat dari diriku seperri itu?" tanya allice yang melengkungkan senyumnya itu.
"lalu kau menyukai bunga apa kak?"tanya allice.
"entahlah,sepertinya aku baru menyukai bunga yang disana" ucap axelle sambil menunjuk ke satu kumpulan bunga yang berwarna orange.
"marigold?" tanya allice untuk meyakinkannya.
"Benar sekali....ya itulah yang kusuka"ucap axelle.
Lalu mereka tertawa bersama dan menikmati harinya di taman itu.
Berli tengah memperhatikan mereka berdua yang terlihat sangat menikmati sorenya itu di green house milik ibunya.
berli yang masih berdiri di balkon kamarnya di kejutkan dengan ketukan pintu yang tidak lain adalah seorang pelayan.
"permiai nona ada tamu untuk anda" ucap pelayan itu.
"siapa dia bi?" tanya berli
"tuan damien,nona"ucap pelayan itu lagi.
"oh baiklah suruh dia tunggu di ruang tamu aku akan menemuinya"ucap berli.
"baik nona"ucap pelayan.
setelah keluar dari kamarnya berli menuruni anak tangga dan menuju ruang tamu untuk menemui damien.
"damien,ada apa kesini tanpa ada perckapan terlbih dahulu?" tanya berli.
"apa aku mengganggumu berli?maaf aku tidak bilang jika mau kesini" ucap damien yang sedikit agak kecewa dengan sikap berli.
"tidak apa damien,aku hanya bergurau saja,jangan terlalu serius" setelah menyadari perubahan wajah pada damien.
"ah ya apa kau sedang ada tamu berli?"tanya damien.
"iya tapi bukan tamu untukku" ucap berli.
" lalu?" tanya damien singkat.
"untuk allice,axelle hanya ingin bertemu dengan allice" ucap berli dengan senyum terpaksanya.
"axelle?" tanya damien terheran,untuk apa dia kerumahnya dan apa rencananya,cukup mengganggu bagi damien dengan kedatangan axelle dirumah itu.
"iya,axelle dia rekan bisnismu bukan" ucap berli.
" iya berli,aku pikir dia akan bertemu denganmu" ucap damien menggoda berli.
"tidak damien kau tau sendiri aku denganya seperti air dengan minyak" imbuh berli agar damien memahaminya.
"iya aku tau itu" ucap damien.