What Men Want

What Men Want
kegiatan beliana dan allice



Berliana dan allice sedang menikmati keindahan di dalam museum tersebut,sambil membaca pengetahuan tentang suatu agama yang terdapat di dalam museum itu,yah museum tersebut bernama Islamic Museum yang berada di kota melbourne,australia.


Museum Islam pertama di Australia itu benar-benar mengenalkan Islam seutuhnya bagi warga australia. Saat masuk ke museum, pada bagian pertama adalah pengenalan tentang Islam, mulai dari sejarah Islam hingga pengertian dan rukun Islam serta beberapa petikan ayat Alquran.


"Allice,ini sungguh indah dan akan lebih indah kalau seluruh dunia berada dalam kedamaian walaupun berbeda keyakinan,ini sungguh menakjubkan allice" ucap berlina seraya tersenyum takjub akan keindahan,dan allice hanya membalasnya dengan senyuman yang lebar.


Dan mayoritas pengunjung adalah non muslim termasuk berlin dan allice


.


"Iya kau benar berli " ucap allice di ikuti dengan senyumannya yang manis.


"Berli,aku sangat lapar..aku lupa bahwa aku belum sarapan tadi pagi" lanjut allice sambil tersenyum kuda membuat berliana tertawa kecil.


"Baiklah ayo kita cari restourant terdekat,waktu juga sudah menunjukan jam makan siang" sahut berliana dengan senyumnya yang khas.


Seperjalanan berliana dan allice keluar dari museum tersebut berliana tidak sengaja menabrak seorang pria gagah,tampan dan senyumnya yang memukau.


"Maaf tuan saya tidak sengaja..." ucap berliana sambil mengambil telepon genggam pria tersebut yang terjatuh dengan cepat.


"Tidak apa-apa nona,ini salahku yang berjalan sambil melihat ke layar handphone,terima kasih nona" ucap pria itu tersenyum sambil mengambil handphonenya yang di berikan berliana.


"Baik tuan,saya permisi dulu " berliana sambil menggandeng tangan allice.


"Hei...kau kenapa berli,kau terlihat gugup bertemu pria itu barusan!?" tanya allice yang penasaran dengan sikap berli tadi.


"Oh tidak apa apa allice aku hanya terkejut saja" jawab berliana.


Ada yang beda dengan tatapan pria tadi yang membuat jantung berliana berdetak lebih kencang,entah karena melihat pesona pria tampan tersebut atau hal lainnya yang belum ia ketahui.


Sesampainya di sebuah restourant berliana dan allice memesan makanan dan minuman seperti biasa.


"allice, semenjak kita lulus kuliah aku merasa bosan karena tidak ada kegiatan yang membuat ku sibuk seharian seperti daddy" ucapan berliana terhadap allice yang mimik wajahnya agak cemberut sambil menyisipkan rambut indahnya ke belakang telinganya dan semakin terlihat imut.


"Jangan berkata seprti itu berli,kita masih bisa melakukan hal positif seperti mengunjungi anak anak panti asuhan misalnya,bermain dan belajar bersama mereka bisa menyenangkan hari hari kita bukan" pendapat allice yang di lontarkan kepada berliana dengan senyumannya.


"Mungkin daddy atau mommy belum mengizinkan kita untuk terjun ke dunia bisnis yang daddy jalani saat ini" ucap allice lagi seraya tersenyum untuk memberi pengertian kepada berliana.


"Iya kau benar allice,mungkin seperti itu" jawab santai berliana tersenyum hangat


"Baiklah itu ide bagus allice,kapan kita akan melakukan hal itu?" Tanya semangat berliana yang memang ia sangat menyukai anak anak.


"Besok jika kau mau kita bisa ke panti asuhan yang ada di kota ini".


"Oke allice hari ini kita harus persiapkan untuk kedatangan kita besok ke panti asuhan".


"Baiklah berli" sahut allice yang dengan semangat juga.


Tiba waktu menunjukan jam 7 malam mereka berdua memutusan untuk pulang kerumah setelah selesai membeli segala sesuatu yang di butuhkan anak anak panti untuk dibawa esok hari.