What Men Want

What Men Want
Berbuat jahat



"Berli, terima kasih karena kau sudah mau menemaniku makan malam hari ini, aku harap kau akan selalu ada bersama ku"...ucap damien seraya menggengam tangan berli dengan lembut dan mengusap punggung tangan berli dengan ibu jarinya.


"iya...sama-sama damien,dan aku berterima kasih juga karena kau selalu baik dengan ku" ucap berli yang melepas genggaman damien dengan lembut agar ridak membuat damien tersinggung,karena ini hal pertama kali berli pergi makan malam bersama pria hanya berdua saja.


"oh ya tidak apa kan jika penjagamu berada di luar?aku tidak ingin mereka mengganggu acara makan malam kita" ucap damien.


"sebenarnya jika mereka bersama kita pun tidak akan mengganggu damien,selama aku dalam keadaan aman bersamamu mereka tidak akan membuat ulah" ucap berli dengan tawa kecilnya.


"jadi...kau tidak merasa aman saat bersamaku?"


"tidak,bukan seperti itu yang ku maksud,kau ini serius sekali"


dan merekapun tertawa karena pembicaraan mereka yang sedikit konyol menurutnya.


Di lain tempat namun di restoran yang sama axelle juga mengadakan makan malam bersama klien nya dan juga arvin yang selalu ikut dengan axelle.


Ketika pembicaraan mereka selesai axelle membelalakan matanya melihat sekitar restoran terbuka tersebut dan di temuinya sosok yang ia kenal,yah mereka adalah damien dan berli,terlihat sangat romantis yang sekelilingnya di perindah dengan bunga-bunga hidup dan juga lilin-lilin kecil yang terlihat semakin manis di acara damien dan berli tersebut dengan dekor yang memang di khususkan untuk mereka berdua.


"Berli?Damien?? apa yang mereka lakukan disini....aiiish bodoh axelle ya pasti mereka sedang melakukan acara makan malam" ucap damien dalam batinnya sembari memicingkan matanya,namun ekspresi wajahnya masih terlihat dingin.


Saat itu arvin yang masih berbincang dengan klien mereka terlihat semakin akrab,namun axelle seperti biasanya dia yang pelit dengan kata-kata pun tidak berucap sedikitpun di luar obrolan seputar bisnis.


Lalu Axelle beranjak dari tempatnya untuk ke toilet.


"ini jangan sampai tertukar,minuman sebelah kiri untuk wanitanya" ucap seseorang yang menyuruh pelayan itu.


Axelle pun sedikit menoleh ke arah pelayan itu,namun pemikirannya tidak sampai membuat kecurigaan apapun karena memang di restoran itu bukan mereka saja yang datang namun ada beberapa pasang kekasih disana.


Tidak lama kembalinya Axelle dari toilet,dia pun kembali mengarahkan pemandangannya ketempat berli dan damien berada,dan kecurigaan kini muncul ketika axelle melihat pelayan yang sama di lihatnya tadi kembali dengan nampan yang kosong setelah kembali dari meja berli dan damien berada.


"apa mungkin orang itu ingin berbuat sesuatu kepada berli?" tanya batin axelle yang di maksud itu adalah Damien.


"bersulang berli" ucap damien sambil mengangkat gelas yang berisi red wine.


"maaf damien aku rasa aku tidak bisa meminum minuman seperti ini" ucap berli dengan penolakkan yang halus.


"kenapa?ini hanya red wine berli,tidak memabukkan jika hanya sedikit yang kau minum,rasanya manis" ucap damien yang berusaha agar berli mau meminumnya.


"Ahh baiklah mungkin hari ini saja aku minum ini,lain kali mungkin aku akan menolaknya" ucap berli sambil tersenyum masam karena tidak enak jika menolak ajakan damien yang sudah baik kepadanya.


Melihat berli yang memegang gelas, Axelle bergegas melangkakahkan kakinya ketempat berli dan damien berada,namun sayangnya minuman itu sudah masuk melewati tenggrokan berli.


"Axelle.." ucap batin damien ketika melihat axelle berjalan ke arahnya yang bertanya tanya untuk apa Axelle berada di sini.


"Selamat malam tuan damien dan ooh nona berli ternyata anda bersamanya" ucap axelle sesampainya di tempat mereka berdua.


"Tuan axelle, selamat malam,kau tau namanya?" ucap damien dengan sedikit senyuman yang tersungging.


"Tuan Axelle,apa yang kau lakukan disini,kau mengganggu makan malam ku dengannya" ucap berli yang tidak menyangka Axelle berada disana juga.Yah berli masih kesal dengan sifat arogannya itu.


"hmmp...berli axelle adalah rekan bisnisku kau tau itu kan,jadi tidak apa apa jika tuan axelle bergabung dengan kita" ucap damien lembut pada berli.


ucap Axelle yang sesekali melirik Berli.


"hoooaam mungkin itu lebih baik" sahut berli yang merasa aneh dengan dirinya tidak biasanya dia di serang rasa kantuk yang begitu berat.


Axelle yang ingin meninggalkannya pun tidak jadi melangkahkan kakinya.


"Kau mengantuk berli" tanya damien yang mimik wajahnya terlihat khawatir.


"iya,tidak biasanya aku seperti ini,tapi tidak apa aku masih bisa menahannya" ucap berli dengan yakin sambil menahan matanya agar tetap terjaga.


"aeh maaf nona jika kau tidak keberatan mungkin aku bisa mengantarmu pulang" sahut Axelle melihat keanehan pada berli yang terlihat semakin berat untuk membuka matanya.


"tidak usah tuan axelle, dia datang bersamaku jadi sepantasnya akulah yang mengantarnya kembali pulang" ucap damien dengan gaya formalnya pada axelle.


"apa kau yakin" ucap axelle dengan memicingkan matanya tajam ke arah damien.


"sangat yakin,berli adalah tanggung jawabku" imbuh damien.


"bahkan kalian berdua saja belum menikah bukan?" tatap dingin axelle seolah menginterogasi lawan bicaranya.


Tanpa di ketahui mereka berdua yang sibuk berdebat berli pun sudah tertidur pulas dengan posisi kepala diatas tangan kirinya yang melipat menyangga kepalanya.


"maaf tuan axelle mengapa kau sangat antusias sekali ingin mengantarnya pulang?" tanya damien yang mulai gerah dengan ucapan Axelle.


"aku hanya ingin memastikan agar dia baik-baik saja" ucap axelle datar.


"bukankah awal pertemuanmu dengan dia tidak baik?bahkan kau membentaknya saat dia tidak sengaja melakukan hal tersebut terhadapmu" menegaskan nada bicaranya damien terhadap axell.


"ya aku juga menyesal saat itu,terlebih lagi orang yang aku lakukan kasar ternyata dia adalah anak dari seseorang yang sudah aku anggap kerabat terdekatku" ucap penjelasn axelle.


"oyaah...siapa dia" ucap damien yang penasaran.


"pengusaha properti terbesar, Tn.Yocolyn" sahut axelle.


"maksudmu Tn.Achazia Ezra Yocolyn?" ucap damien untuk meyakinkannya.


"Ya betul sekali".


"Ok baiklah,untuk hal ini biar aku saja yang memastikan berli sampai di rumahnya,kau jangan khawatir,jika kau tidak percaya padaku kau bisa membuntutiku dari belakang." ucap damien untuk meyakinkan Axelle.


"Baiklah kalau begitu,tolong jaga dia...sepertinya ada yang ingin berbuat jahat terhadapnya" ucapa Axelle.


"benarkah?siapa dia?" tanya damien seolah ingin tau siapa yang di maksud axell.


"aku tidak tau pasti,mungkin aku akan mencari tahunya nanti" ucap axelle dengan penuh keyakinan.


"kau sangat baik axelle,bahkan setelah berli melakukan kesalahanpun kau masih ingin melindunginya,apa ini tidak ada maksud dan tujuan apapun?" sahut damien dengan memicingkan mata tajamnya merasa heran dengan ucapan axelle.