What Men Want

What Men Want
Tentang Axelle



"Arvin,apa jadwalku hari ini?.." ucap axelle dingin sambil memainkan jari jemarinya diatas keyboard laptop miliknya


.


"Hari ini ada jadwal audit di caddy,tuan..." jawab arvin selaku assistan dan juga sahabat axelle.


"Baiklah persiapkan semuanya, dalam waktu 1 jam kita kesana." Ucap axelle


"Baik tuan..." jawab arvin.


Axelle adalah pengusaha muda sukses di australia,dia memiliki usaha di bidang retail,kesehatan dan pendidikan,salah satunya adalah dia pemilik chadstone mall shopping center yang terletak di victoria,australia.


Dengan wajah dan sikap dinginnya membuat orang yang melihatnya enggan untuk menatapnya.


Wanita yang ingin dekat dengannya pun merasa segan karena sikapnya itu. Namun tidak sedikit juga wanita yang berusaha mendekatinya hingga menggodanya namun axelle tidak menggubrisnya.


Audit pun berjalan lancar,sebelum waktu makan siang axelle mengajak arvin melihat situasi sekolah miliknya yang tidak jauh letaknya dari pusat perbelanjaan.


Pria ini memang jarang sekali tersenyum bahkan sekalinya tersenyum hanya hitungan 1 detik saja,bahkan tertawa pun sulit,ada alasan mengapa sikap axelle seprti itu.


"Iya bos, mungkin bos akan mendatangi tempat-tempat yang tenang namun indah untuk di pandang,aku bisa menemani jika anda mau" ucap arvin seraya bergurau kepada sang bos Axelle.


"Baiklah,tunjukan aku ketempat yg kau maksud arvin" ucap axelle dengan tatapan seriusnya.


Arvin sudah terbiasa dengan sikap axelle yang seperti ini karena keseehariannya selama 18 tahun bersama axelle.


Axelle berlanjut menaiki mobilnya bersama arvin yang mengendarai mobil mercedes maybach kesayangannya itu.Dan di iringi 1 mobil yang terdapat para bodyguardnya di belakang mobil axelle,lalu berhenti di sebuah tempat untuk beralih menaiki helikopter milik axelle.


Beberapa saat kemudian mereka sampai ke sebuah tempat yg letaknya lumayan jauh yaitu di Pulau Norfolk / norfolk island,pulau tersebut adalah sebuah pulau kecil yang terletak di Samudra Pasifik, di antara Australia, Selandia Baru dan Kaledonia Baru.


"Tidak salah aku menjadikanmu sebagai assistan ku arvin " sambil tersenyum sedikit dan menikmati keindahan pulau tersebut dan menghirup udara yang segar disana.