
"Untuk beberapa minggu ke depan daddy akan mengurus pekejaan yg terbengkalai di kota bucharest (Rumania),ada sedikit masalah disana" ucap Achazia dengan wajah agak sedikit tegang yang di balut dengan senyuman hangat dengan semuanya di meja makan.
Pagi itu di sebuah mansion yg terletak tidak jauh dari perbukitan yang asri di benua eropa Australia,keluarga Yocolyn melakukan sarapan pagi bersama seperti biasanya di balut dengan kehangatan yg ada di dalamnya,membuat siapapun iri dengan kedamaian yang penuh cinta dan keakraban keluarga tersebut. Daddy Achazia Ezra Yocolyn membuka percakapan untuk mengabarkan sesuatu hal yg penting tentang keberangkatanya ke negara tetangga untuk mengurus beberapa hal di perusahaan propertinya.
"Baiklah,dan jaga kesehatanmu di sana sayang" jawab chesna di iringi dengan senyumnya yg indah dan mimik wajah yang agak khawatir.
"Apa aku boleh mendampingimu disana,mungkin kau akan membutuhkan ku disana" tawaran chesna kepada suami seraya bergurau.
"Tidak usah sayang,aku bersama philip dan dua orang bodyguard nanti,kau cukup membantuku untuk menjaga anak-anak kita yg cantik-cantik ini disini" ucapnya achazia sambil tersenyum dan menggenggam erat tangan kanan chesna yg hangat
Berliana dan sang adik belva pun hanya ikut tersenyum dan meng iya kan untuk kepergian tugas sang ayah.
"Daddy tenang saja aku juga akan ikut menjaga keamanan dirumah ini dan menjaga mommy disini" ucap belva kepada achazia
"Tidak belva,kamu ini kan hanya gadis kecil yang masih butuh perlindungan mommy dan daddy,jadi untuk sementara waktu hanya mommy saja yang menjaga belva" seraya tersenyum hangat.
"Hmm...daddy aku bukan anak kecil lagi,usiaku memang masih muda tapi siapa sangka kalau tenaga ku itu lebih besar"ucap dalam hati belva yg diam-diam punya kemampuan bela diri dan instinc yang kuat menghadapi musuh.
Berliana hanya tertawa kecil mendengarkan percakapan mereka di meja makan
"Daddy hati-hati disana,jaga diri baik-baik untuk kita semua,kita juga akan baik-baik saja disini,karena penjaga disini juga cukup banyak untuk menjaga kita dadd" ucap berliana sambil melengkungkan bibirnya yg tipis itu.
Ya achazia sangat menghawatirkan keluarganya jika dia pergi jauh dari sisi keluarganya karna sifat alami seorang ayah yang membuat achazia seperti itu,walaupun disisi lain ia adalah sosok ayah yang tegas namun menyenangkan untuk keluarganya.
Makan pagi telah usai merekapun menjalankan aktifitasnya masing-masing,achazia berangkat ke kantornya yang berada di brisbane, tidak lupa untuk mencium pucuk kepala anak anaknya dan juga istrinya seperti ritual setiap achazia akan bepergian walau dengan jarak yang sangat dekat.
Setelah itu chesna yang paling menggemari hobi bercocok tanamnya langsung mengisi waktunya kerumah kaca / green house yg terletak di bagian belakang mansion sedang melihat-lihat hasil tanamnya itu.
Berliana yang kesehariannya hobi membaca buku seperti ensiklopedia,novel dll pun merasa jenuh dan ingin melesat keluar bersama saudara angkatnya Allice.
"Hai allice,apa kau sudah bangun? Apa kau mau menemaniku ke museum?" Ucap berliana kepada allice di telephon.
"Ya berli aku baru saja bangun,kau ada dimana sekarang" ucap allice
"Masih di kamarku,okey kalau kau mau menemaniku,aku siap-siap dulu" sahut berliana seraya tersenyum
"Baiklah aku membersihkan diriku terlebih dahulu " ucap allice semangat.
Allice tinggal bersama keluarga yocolyn setelah pertemuan berliana dengan allice 10 tahun lalu.
Berlin meminta kepada ayah dan ibunya untuk mengizinkan allice tinggal bersamanya karena di waktu pertemuan itu allice dalam keadaan tidak sadarkan diri akibat kecelakaan tunggal yang di alaminya bersama ke dua orang tuanya dahulu.
30 menit berlalu allice mengetuk pintu kamar berlin yang tidak jauh dari kamarnya yang ada di lantai 2.
Tok tok tok!
"Masuk,tidak di kunci..." ucap berlin sambil mempersiapkan tas yang akan di bawanya
"Hei berli apa kau sudah siap?" Ucap allice
"Sudah...ayo kita jalan"sambil merangkul pundak allice.
Berliana dan belva sangat menyayangi saudara angkatnya itu begitupun allice menyayangi keluarga yocolyn.